Kesehatan

Suntik Vitamin Dianggap hanya Buang-buang Duit

Yopi Makdori — Asumsi.co

featured image
ANTARA/Shutterstock

Sejumlah praktisi kesehatan menganggap suntik vitamin hanya buang-buang duit. Apalagi mengingat signifikansi kesehatan yang ditimbulkan terlalu sedikit jika dibanding dengan ongkos yang dikeluarkan. 

Profesor Kedokteran Klinis di Houston Methodist Research Institute di Texas, Joshua Septimus menyebut praktik menyuntikan sejumlah vitamin ke dalam aliran darah yang kini tengah digandrungi sejumlah kalangan sebagai omong kosong.

“Ini tren terbaru dalam pengobatan fungsional atau alternatif untuk merobek masyarakat umum sebagai obat (untuk) semua. Ini hanya satu cara lagi untuk menipu orang demi uang,” kata Septimus dikutip lewat BuzzFeed News, Senin (23/5/2022). 

Tak kantongi izin: Salah satu kekhawatiran terbesar Septimus adalah bahwa terapi suntik vitamin tidak diatur atau disetujui badan pengawas obat AS atau Food and Drug Administration (FDA).

Septimus menambahkan bahwa tidak ada dokter umum yang akan merekomendasikan perawatan tersebut untuk siapa pun kecuali secara medis diperlukan. 

Kasus: Perusahaan yang menyediakannya, kata Septimus, terkadang membuat klaim kesehatan yang tidak berbasis riset dan menipu tentang sekantung vitamin mereka. Pada tahun 2018, Komisi Perdagangan Federal untuk pertama kalinya menindak perusahaan yang membuat klaim kesehatan tentang perawatan suntik vitamin tanpa bukti ilmiah. 

Perusahaan dimaksud bernama iV Bars, yang mengoperasikan klinik infus di Texas dan Colorado. Mereka pada saat itu mengklaim terapi vitaminnya dapat mengobati kanker, multiple sclerosis, diabetes, gagal jantung kongestif, fibromyalgia, dan gangguan neurodegeneratif. 

Mereka mengklaim sekantung infusnya yang berisi sejumlah vitamin “lebih efektif dan ditoleransi lebih baik daripada terapi medis konvensional.” 

Minim riset: Saat ini, penelitian tentang infus vitamin juga langka. Sejumlah penelitian menunjukkan manfaat moderat untuk asma, peradangan, dan kelelahan, sementara kelompok yang lebih besar menemukan bahwa perawatan tersebut memiliki sedikit atau tidak berdampak sama sekali, terutama untuk kondisi kesehatan yang lebih serius seperti sindrom gangguan pernapasan akut, kanker, sepsis, dan stroke. 

Namun, dalam penelitian, orang diberi berbagai terapi vitamin yang berbeda dalam pengaturan medis. Sebagian besar penelitian tentang terapi suntik vitamin menunjukkan perawatan dapat diberikan dengan aman pada kelompok tertentu (meskipun perlu diingat beberapa penelitian memiliki ukuran sampel yang kecil) tetapi tidak benar-benar memiliki manfaat besar untuk kondisi tertentu. 

Penjelasan: Sejumlah orang memang merasa lebih baik ketika usai menerima suntuk vitamin ini. Mereka biasanya merasa lebih baik segera setelah infus vitamin, yang dapat bertahan satu sampai delapan jam, tergantung pada dosis yang dipilih. Sementara beberapa orang mungkin merasa lebih segar setelah perawatan. 

Mengenai hal itu, Septimus meragukan bahwa hal itu berkat vitamin. Kata dia, berbaring di lingkungan yang tenang selama beberapa jam saat menerima terapi suntik vitamin akan membantu siapa pun rileks. Dia menduga mungkin ada efek plasebo yang berperan yang membuat kondisi mereka rileks. 

Sebab dalam satu studi tahun 2009 menyimpulkan, efek plasebo kemungkinan menjadi alasan orang dengan fibromyalgia merasa lega setelah delapan minggu terapi vitamin. 

Risiko mengintai: Risiko perawatan terapi suntik vitamin juga sangat bergantung pada campuran nutrisi yang diterima. Beberapa di antaranya berpotensi berbahaya bagi orang dengan kondisi medis tertentu. Karena kantung infus vitamin tidak diatur FDA, pasien mungkin tidak benar-benar tahu apa yang dimasukkan lewat pembulu darah. 

Misalnya, jika kantong infus berisi vitamin itu penuh dengan kalsium sementara pasien memiliki insufisiensi ginjal yang tidak terdiagnosis. Maka mereka berisiko mengalami pembekuan darah di arteri karena timbunan kalsium. 

“Dapat mengancam jiwa,” kata Septimus. 

Demikian pula, jika pasien memiliki penyakit atau kondisi jantung apa pun, mereka harus menghindari perawatan suntik vitamin karena kelebihan cairan dapat meningkatkan risiko gagal jantung, suatu kondisi kronis di mana jantung berjuang untuk memompa cukup darah.

Mereka yang memiliki sistem kekebalan yang lemah juga tidak boleh mempertimbangkan perawatan semacam ini (kecuali diperlukan secara medis) karena jika jarum tidak dibersihkan atau dimasukkan dengan benar, mereka dapat mengembangkan infeksi yang berbahaya. Septimus bilang, Orang dengan penyakit hati juga harus menghindari terapi ini.

Baca Juga:

Wabah Cacar Monyet Terbesar di Eropa, WHO Gelar Rapat Darurat 

Dua Tahun Pandemi, Denmark Mulai Ragu Efektivitas Tes Covid-19 

Masih Perlukah Tes COVID-19 Untuk Kurangi Penularan Kasus? 

Share: Suntik Vitamin Dianggap hanya Buang-buang Duit