Isu Terkini

Pemerintah Belum Terapkan PPKM Darurat Meski Kasus Meningkat

Panji– Asumsi.co

featured image
Foto: Antara

Kasus konfirmasi harian Covid-19 dalam beberapa waktu terakhir, terus meningkat. Pemerintah pun terus melakukan berbagai upaya demi mengendalikan kasus aktif semakin meningkat, akibat varian Omicron.

Belum Mau PPKM Darurat: Meski begitu, keputusan untuk kembali meningkatkan status darurat seperti beberapa beberapa bulan lalu, belu menjadi pilihannya.

"Pemerintah hari ini menegaskan akan terus menggunakan asesmen level sebagai basis pengetatan masyarakat. Sampai dengan saat ini, pemerintah belum terpikir untuk melakukan pemberlakuan PPKM Darurat kembali apalagi sampai melakukan lockdown," ucap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, dalam keterangan pers daring tentang hasil ratas evaluasi PPKM di Jakarta, Senin (24/1/2022).

Wakil Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC PEN) itu juga mengatakan pemerintah akan terus melakukan evaluasi PPKM.

Libatkan Sejumlah Pihak: Lantaran banyak yang belum diketahui mengenai Covid-19, pemerintah akan terus melakukan pemantauan dengan tetap melibatkan pakar. Hal itu dilakukan untuk mengambil keputusan ke depan.

Luhut pun meminta setiap kepala daerah dan Forkompimda setempat, agar kembali taat kepada aturan asesmen level yang dikeluarkan pemerintah.

Lalu, mentaati setiap kebijakan yang dituangkan, untuk mencegah terjadinya dampak buruk di kemudian hari.

Himbauan: Mengingat, gejala Omicron yang ringan dan sulit dibedakan dengan batuk atau flu biasa, Luhut mengimbau agar masyarakat segera melakukan testing bila merasakan gejala tersebut. Lalu, tidak pergi ke area publik, atau melakukan isolasi mandiri jika terdapat gejala seringan apapun.

Pemerintah pun terus melakukan langkah-langkah mitigasi untuk mencegah keparahan semakin buruk, dengan mendorong akselerasi vaksin umum dan booster bagi seluruh masyarakat.

Pemerintah juga meminta agar masyarakat yang sudah memiliki tiket vaksin ketiga atau booster, agar langsung melakukan suntikan vaksin di gerai-gerai yang telah disediakan oleh pemerintah.

Dorong Vaksin Kedua: Selain itu, pemerintah juga akan terus mendorong vaksinasi dosis kedua untuk umum dan lansia terutama di provinsi, kabupaten, kota yang belum memenuhi jumlah capaian dosis vaksinasi.

"Saya memohon khusus kepada seluruh Kepala Daerah dan Pimpinan Wilayah di daerah-daerah yang dosis 2 umum dan Lansia masih di bawah rata-rata pemerintah untuk mempercepat vaksinasi supaya memberikan perlindungan lebih terhadap varian Omicron ini," katanya.

Hingga saat ini, tingkat vaksinasi umum dan lansia di Jawa Bali berada pada posisi 91% untuk dosis 1 umum, dan 75% untuk dosis 1 lansia. Selain itu, tingkat vaksinasi dosis 1 anak di Jawa-Bali telah mencapai 69%, dan dosis 2 juga sudah mulai meningkat. (rfq)

Baca Juga:

Peningkatan Kasus Terkendali, Luhut Minta Jangan Jemawa

Satu Warga DKI yang Meninggal Akibat Omicron Sudah Divaksin Lengkap

Punya Komorbid Berat, 2 Pasien Omicron di Indonesia Meninggal

Share: Pemerintah Belum Terapkan PPKM Darurat Meski Kasus Meningkat