Isu Terkini

Nadiem Yakin Semua Orang Tak Mau Anaknya Tumbuh Dewasa dengan Hutan Gundul

Admin– Asumsi.co

featured image
ANTARAFOTO/Rivan Awal Lingga

Mendikbudristek Nadiem Makarim menyatakan pemeliharaan lingkungan harus diperhatikan dalam misi pembangunan. 

 Menurutnya, semua orang tidak ingin anak-anaknya tumbuh besar dengan hutan yang gundul. 

 Nadiem Sorot Pembangunan: Dalam acara yang disiarkan kanal Youtube Geopark Bappenas, Senin (22/11), Nadiem mengatakan bahwa Indonesia kaya dengan hutan dan keragaman flora serta fauna di dalamnya. 

 Oleh karena itu, pembangunan harus memperhatikan aspek lingkungan agar hutan Indonesia bisa diwariskan kepada generasi berikutnya. 

 “Saya yakin kita tidak ingin anak-anak kita tumbuh dewasa dengan hutan yang gundul, dengan mitos keragaman hayati yang dimiliki oleh negara ini,” kata Nadiem. 

 Warisan Hutan: Nadiem mengaku sering mendapat pertanyaan dari pelajar tentang alam yang dimiliki Indonesia. 

 Dia lantas bertanya pada dirinya sendiri apa yang akan diwariskan kepada generasi berikutnya. Nadiem lalu melihat hutan dan keragaman hayati di dalamnya. 

 Menurut Nadiem, eksploitasi dan pembangunan tidak boleh memberangus hutan dan kekayaan yang terkandung di dalamnya.

Jokowi Minta Lindungi Hayati: Dalam acara yang sama, Presiden Joko Widodo meminta agar eksploitasi harus memperhatikan aspek lingkungan hidup. 

Dia menegaskan bahwa pembangunan harus selaras dengan pemeliharaan lingkungan hidup secara berkelanjutan.

"Semua keragaman dan kekayaan yang kita miliki harus kita jaga dan lindungi, tidak dirusak dan dieksploitasi secara berlebihan," kata Jokowi.

Sejauh ini ada enam geopark yang ada di Indonesia. Jokowi menekankan bahwa itu harus dijaga oleh semua elemen masyarakat dan juga pemerintah.

Habitat Orang Utan Terancam: Sementara itu, proyek food estate pemerintah untuk memperkuat lumbung pangan nasional menjadi sorotan karena mengancam habitat orang utan di Kalimantan Tengah.

Menurut penelitian Gecko Project, wilayah lahan food estate berupa kebun singkong tumpang tindih dengan habitat orang utan di sana.

Selain itu, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palangkaraya menyebut proyek food estate tersebut juga berpotensi membuat skala banjir di Gunung Mas, Kalimantan Tengah semakin meluas.

Alasannya, semakin banyak kawasan hutan yang dibabat untuk dibuka lahan kebun singkong oleh pemerintah.

Baca juga:

Melihat Lahan Kebun Singkong Prabowo yang Berpotensi Perparah Banjir Kalteng 

Salah Tata Ruang, Banjir Kabupaten Sintang Tak Kunjung Surut 

KLHK Ungkit Perizinan Era SBY Terkait Foto Penggundulan Hutan Papua

Share: Nadiem Yakin Semua Orang Tak Mau Anaknya Tumbuh Dewasa dengan Hutan Gundul