Luar Jawa

Melihat Lahan Kebun Singkong Prabowo yang Berpotensi Perparah Banjir Kalteng

Admin– Asumsi.co

featured image
ANTARA FOTO/Jahrul SOB/Makna Zaezar/aww

Proyek food estate  di Kabupaten Gunung Mas yang digagas Menteri Pertahanan Prabowo Subianto disebut berpotensi memperluas skala banjir di Kalimantan Tengah.

Pasalnya, deforestasi dilakukan untuk membuka lahan yang kemudian ditanami kebun singkong. Jika terus dilanjutkan, banjir di Kalimantan Tengah akan semakin meluas.

Proyek Kebun Singkong

Proyek food estate merupakan kehendak Presiden Joko Widodo yang ingin memperkuat lumbung pangan nasional. Lalu dijalankan oleh Kementerian Pertahanan, bukan Kementerian Pertanian.

Alasannya, pangan merupakan salah satu komponen pertahanan yang termasuk dalam kategori cadangan logistik strategis. Diatur dalam UU No. 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara.

Dalam UU tersebut dijelaskan bahwa ancaman terdiri dari ancaman militer, nirmiliter dan hibrida. Krisis pangan termasuk ancaman pertahanan negara nirmiliter, sehingga Kementerian Pertahanan yang ditugasi memperkuat lumbung pangan nasional lewat proyek food estate.

Singkong lalu dipilih sebagai komoditas cadangan pangan karena dapat mengurangi ketergantungan Indonesia dalam impor. Selain itu, singkong juga relatif mudah perawatannya dan banyak sekali produk turunannya.

Pembukaan kawasan hutan untuk membangun food estate kemudian dilakukan di beberapa daerah. Salah satunya, Kabupaten Gunung Mas di Kalimantan Tengah yang ditanami kebun singkong.

Pemerintah menargetkan pembukaan kawasan hutan seluas 30 ribu hektare untuk dijadikan kebun singkong. Hingga tahun 2021, sudah ada 634 hektare lahan yang telah diolah dan 32 hektare di antaranya sudah ditanami singkong.

Banjir Kalimantan Tengah

Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Palangkaraya menyatakan banjir di Kabupaten Gunung Mas, Provinsi Kalimantan Tengah terus meluas dari tahun ke tahun.

Pada 2017, hanya ada satu kecamatan yang terendam banjir, yakni Kecamatan Sepang. Sedikitnya 829 kepala keluarga terdampak kala itu.

Kemudian pada tahun 2019, wilayah yang terdampak banjir naik pesat menjadi delapan kecamatan.

Banjir jadi melanda sembilan kecamatan di Gunung Mas pada 2020. Hujan dengan intensitas tinggi selama dua hari mengakibatkan Hulu Sungai Kahayan dan Sungai Rungan meluap di bagian hilir.

Sedikitnya seribu rumah warga terdampak banjir pada 2020. Ada tiga warga meninggal dunia dan tiga orang dinyatakan hilang.

Pada tahun ini, kecamatan di Gunung Mas yang terendam banjir menjadi 12. Sedikitnya 3.685 kepala keluarga atau sektiar 13.638 jiwa terdampak banjir.

Food Estate Berpotensi Perparah Banjir

LBH Palangkaraya menilai proyek food estate kebun singkong yang dijalankan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto berpotensi membuat banjir di Gunung Mas semakin meluas.

Sejauh ini, baru 634 hektare kawasan hutan yang diolah menjadi kebun singkong. Jika Kemenhan benar-benar membuka 30 ribu hektare kawasan hutan lalu dijadikan kebun singkong, maka banjir berpotensi semakin parah.

LBH Palangkaraya meminta Presiden Jokowi dan Menhan Prabowo Subianto untuk menghentikan proyek tersebut. Alasannya, wilayah serapan di Gunung Mas semakin berkurang karena hutan dibabat untuk dijadikan kebun singkong.

LBH Palangkaraya juga meminta pemerintah untuk lekas memperbaiki kondisi alam di Gunung Mas yang sudah kepalang rusak akibat pembukaan lahan untuk food estate kebun singkong.

Baca juga:

Proyek Food Estate Prabowo Berpotensi Buat Banjir Kalimantan Meluas 

Kenapa Pembangunan Lumbung Pangan Dipimpin oleh Menteri Pertahanan?

Jokowi: Banjir Kalimantan Akibat Daerah Tangkapan Hujan Rusak

Share: Melihat Lahan Kebun Singkong Prabowo yang Berpotensi Perparah Banjir Kalteng