Budaya Pop

Manfaatkan Popularitas Lagu Baru BTS, YouTube Bikin 'Permission To Dance Challenge'

Ray– Asumsi.co

featured image
Foto: Tangkapan Layar YouTube HYBE

Grup musik Korea Selatan Bangtan Sonyeondan (BTS) secara resmi bekerja sama dengan  YouTube untuk membagikan tantangan berjoget dengan tema Permission to Dance Challenge secara eksklusif di YouTube Shorts.

Mulai 23 Juli sampai 14 Agustus 2021

Lewat Permission to Dance Challenge, BTS menantang warganet dunia untuk menari bersama menggunakan lagu terbaru mereka, Permission to Dance. Ini merupakan kali pertama YouTube Shorts secara khusus menghadirkan tantangan menari, menyusul ekspansi global fitur ini pada minggu lalu. 

Mengutip situs resminya, diumumkan tantangan Permission to Dance Challenge ini akan dibuka keseruannya mulai hari ini, Jumat (23/7/21) hingga hingga 14 Agustus mendatang.

"Hari ini, ikon pop abad ke-21 BTS dan YouTube secara resmi mengumumkan Permission to Dance Challenge mulai Jumat ini, 23 Juli hingga Sabtu, 14 Agustus, secara eksklusif di YouTube Shorts," kata pihak YouTube

BTS pun mengungkapkan antusiasmenya bisa berbagi lagu terbaru mereka yang saat ini memuncaki posisi pertama chart Billboard 100 untuk bisa menari bersama lewat YouTube Shorts.

"Permission to Dance adalah lagu yang akan membuat hati semua orang berjingkrakan dan terus menari. Kami menyiapkan Permission to Dance Challenge khusus dengan YouTube Shorts. Nantikan kejutan lainnya dari kami," ungkap BTS lewat video promo mereka.

Gimana cara ikutannya?

Buat ikutan tantangan ini, cukup membuat YouTube Short 15 detik langsung dari aplikasi seluler YouTube yang ada di gawai kalian. Setelah itu, kalian tinggal mengikuti gerakan inti tarian Permission to Dance. 

Tidak harus mirip sepenuhnya, pengguna akun Youtube Shorts yang mau ikut tantangan ini bisa menambahkan gerakan mereka sendiri dan bebas berekspresi lewat berbagai gestur. Tujuan dari tantangan menari ini tarian untuk tantangan ini adalah gerakan "International Sign" yang mengandung makna keseruan, tarian, dan perdamaian.

"Kami mengirimkan pesan kalau kamu tidak perlu meminta izin kepada siapa pun untuk menari. Kami berharap lewat tantangan ini mampu menyatukan orang-orang di seluruh dunia untuk menari bersama kami, bebas dari batasan apa pun," tutur General Manager BIGHIT MUSIC, Shin Young Jae.

Mereka yang ikut tantangan ini diharuskan memasukkan tagar PermissiontoDance dan #Shorts supaya BTS bisa menilai langsung video Shorts favorit mereka yang akan dibuatkan video kompilasi secara khusus. 

"Kami sangat bersemangat untuk menyaksikan tantangan ini menjadi hidup di YouTube Shorts dan tidak sabar untuk melihat apa yang Anda semua buat," imbuh Shin.

Kepala Musik YouTube Global, Lyor Cohen mengungkapkan alasannya menjadikan lagu BTS sebagai tantangan eksklusif di YouTube Shorts karena grup musik ini tengah menjadi ikon global yang fenomenal.

"Mereka memecahkan rekor demi rekor di YouTube. Kontribusi besar BTS terhadap dunia musik telah membuat mereka menjadi kekuatan yang tak tertandingi. Dengan penuh kerendahan hati, kami senang bisa bermitra dengan BTS pada pada tantangan Permission to Dance di YouTube Shorts. Ini membantu menyebarkan kebahagiaan dan membangun koneksi abadi di antara penggemar mereka di YouTube di seluruh dunia. Kami terpikat melihat tarian ARMY!" ungkap Cohen.

Baca Juga: BTS ARMY Tidak Berlebihan, Banyak Permasalahan Sistemik dan Institusional dalam Grammy Awards | Asumsi

Sejak penayangan resmi video musik resminya lebih dari sepekan, Permission to Dance telah disaksikan lebih dari 170 juta penonton. Hal ini menempatkan BTS masuk daftar debut musik terpopuler dalam 24 jam terbesar sepanjang masa.

Di kancah global, BTS termasuk di antara 5 artis yang paling banyak dilihat di YouTube sepanjang tahun ini. Dalam 12 bulan terakhir, BTS telah mendapatkan lebih dari 10 miliar tampilan di YouTube serta meraih 54 juta subscribers di kanal resmi mereka. 

YouTube ingin ARMY gunakan fitur Shorts

Pengamat gawai dan teknologi dari Komunitas Gadtorade, Lucky Sebastian menilai Permission to Dance Challenge merupakan upaya YouTube untuk menarik perhatian pengguna TikTok, khususnya ARMY yang merupakan para penggemar BTS untuk menggunakan fitur Shorts.

Baca Juga: BTS Jadi Utusan Khusus Presiden Korsel di Sidang PBB, Alat Jualan Politik? | Asumsi

Menurutnya, setelah popularitas fitur Story seperti yang kali pertama diperkenalkan Instagram di berbagai platform medsos, kini fitur menyerupai TikTok memang sedang jadi tren. Hal ini semata-mata agar perusahaan teknologi di Amerika Serikat bisa mengalahkan Tiongkok.

"Tiktok ini kan mencuri perhatian karena belakangan dalam video dengan waktu singkat, kita bisa mengemas kontennya lebih mudah dan seru bukan cuma buat joged-joged. Padahal awalnya, TikTok ini buat seru-seruan menari gitu. Ternyata perkembangan konten itu bisa bikin TikTok bisa dimanfaatkan buat yang lain kayak jualan, demo memasak. Nah, konten-konten seperti ini kan jadi keunggulan lewat video TikTok yang singkat bisa memberikan info-info menarik. YouTube akhirnya tertarik untuk ikut bersaing dan menggandeng BTS ini sebagai strategi bikin cepat populer dan ARMY yang pakai TikTok beralih ke Shorts," jelas Lucky kepada Asumsi.co melalui sambungan telepon, Jumat (23/7/21).

Ia menambahkan, strategi yang dilakukan YouTube untuk menarik warganet menggunakan fitur Shorts dengan memanfaatkan popularitas BTS dan lagu barunya sangat menarik dan diyakini efektif.

"Kalau bikin atau nonton video pendek kan kayanya terlalu enggak membebani dan buang waktu. Cuma kalau terus-terusan sama sih saja. Menurut saya, video durasi pendek ini juga akan jadi trennya YouTube karena selama ini video mereka dikanalnya cuma di atas 10 menit karena algoritmanya memang demikian," tandasnya.

Share: Manfaatkan Popularitas Lagu Baru BTS, YouTube Bikin 'Permission To Dance Challenge'