Covid-19

Terus Meningkat, Kasus Harian Covid-19 Diprediksi Capai 100 Ribu Pada Akhir Juli

OlehRay

featured image
Foto: Unsplash

Kasus positif Covid-19 di Indonesia, diketahui terus mengalami peningkatan. Saat ini pun, telah diterapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa-Bali dan daerah-daerah lainnya. Akan tetapi, peningkatan kasus hariannya, diprediksi mengalami puncaknya pada akhir bulan ini.

Diprediksi Terjadi Penambahan 100 Ribu Kasus Covid-19

Hingga Senin (12/7/21) kemarin, Kementerian Kesehatan RI melalui akun Twitter @KemenkesRI, melaporkan kasus harian positif Covid-19 di Indonesia mengalami penambahan mencapai 40.427. Dengan demikian, total kasus Covid-19 yang terjadi di Tanah Air telah mencapai 2.567.630 kasus positif. 

Sementara itu, untuk jumlah pasien sembuh hingga kemarin, dilaporkan sebanyak 34.754. Sedangkan terjadi penambahan jumlah kematian akibat terpapar Covid-19 sebesar 891 pasien. 

Baca Juga: Fakta Terkini Soal Upaya Pemerintah Tangani Covid-19, Apa Saja? | Asumsi

Epidemiolog Universitas Griffith Australia, Dicky Budiman, mengaku tak heran dengan hal ini. Ia menyebutkan, hal ini sudah lama diprediksinya, bahkan dia bilang, berdasarkan prediksi puncak peningkatan kasus positif Covid-19 di Indonesia, bakal terjadi dalam waktu dekat. 

"Ini tidaklah mengagetkan karena sesuai prediksi, kita akan menuju puncak di akhir bulan ini. Namanya mau menuju puncak, growth rate positif kita tinggi terus. Lebih dari 45 persen malah meningkatnya. Tujuh hari pertama PPKM Darurat, kasus Covid-19 kita juga terlihat meningkat growth rate-nya. Itu kalau ada peningkatan kasus sampai 100.000 juga wajar saat ini," ujar Dicky kepada Asumsi.co melalui sambungan telepon, Selasa (13/7/21).

Ia menambahkan, berdasarkan prediksi ke depan, ada kemungkinan terjadi peningkatan yang bisa mencapai 100.000 kasus harian Covid-19di Indonesia. Hal itu akan berpotensi membebani fasilitas kesehatan yang kini fokus menangani pasien Covid-19. 

"Kasus yang 40 ribuan ini penambahannya, sumbernya dari fasilitas kesehatan sebetulnya, karena metode testing kita bukan yang dari rumah-rumah. Data itu belum masuk, sekitar 80 persen kasus itu belum masuk. Dalam laporan ini, makanya positivity rate kita tinggi banget, di atas 20 persen. Jadi kenapa bisa pecah rekor terus, karena itu memang sudah diprediksi," terangnya.

Dicky memprakirakan, fasilitas kesehatan di Indonesia harus mulai siap-siap direpotkan dengan ledakan kasus yang sekitar dua pekan ini bakal segera terjadi. "Orang-orang yang sakit ini, nanti dua minggu lagi membebani faskesnya. Ini terus berjalan karena testing kita juga enggak meningkat signifikan ya," ujarnya.

PPKM Darurat Perlu Dioptimalkan

Menurutnya, target 500.000 pengetesan terhadap masyarakat dalam sehari yang digalakkan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, selama berlakunya PPKM Darurat kurang tepat. Semestinya, kata Dicky, targetnya harus lebih dari jumlah itu. 

"500.000 tuh minimal, seharusnya kita sekarang sudah lebih dari itu. 500.000 itu seharusnya akhir tahun lalu. Makanya akan terus berdatangan kasusnya, termasuk kita juga di hulunya belum juga kurang memadai dari segi 3T (tracing, testing, dan treatment), kemudian visitasi (kunjungan ke rumah). Ini titik jenuhnya, dan akhir Juli kan sebentar lagi," katanya.

Baca Juga: Luhut Bilang Pandemi Terkendali, Beda Suara dengan Wapres Hingga Disangkal Pakar | Asumsi

Ia menambahkan, bila antisipasi peningkatan kasus Covid-19 tidak dilakukan dengan baik, maka peningkatan kasus diprediksi bisa terjadi lebih lama. "Di situlah kita akan menghadapi setidaknya sampai pertengahan Agustus penumpukan dari krisis kita ini," imbuhnya.

Oleh sebab itu, Dicky mengingatkan pentingnya mitigasi dengan melakukan 3T dengan benar serta merata, ke seluruh daerah. Selain itu, ia menyebutkan betapa pentingnya agar pemerintah terus konsisten menjaga 1 juta suntikan vaksinasi Covid-19 sehari, kepada masyarakat.  

"Vaksinasi saat ini menurut saya sudah bisa dijaga saja sudah bagus kontinuitasnya.  Di 1 juta itu saja sudah memadai dan yang harus dilakukan, pekerjaan rumah besar kita ya, itu tadi 3T dan PPKM Darurat ini enggak usah diganti-ganti lagi. Itu saja dioptimalkan, WFH (work from home) harus 100 persen dulu," kata Dicky.

"Ini kan, urusannya dengan nyawa orang. Kemudian juga, visitasi penting dilakukan, yang akan mencegah kasus-kasus Covid-19 di rumah berlanjut parah. Sehingga, harus dirawat dan tidak terjadi kematian di rumah-rumah," lanjutnya.

Share: Terus Meningkat, Kasus Harian Covid-19 Diprediksi Capai 100 Ribu Pada Akhir Juli