Covid-19

Fakta Terkini Soal Upaya Pemerintah Tangani Covid-19, Apa Saja?

Irfan — Asumsi.co

featured image
Dok. Kemenko Marves

Lonjakan kasus Covid-19 di Indonesia semakin mengkhawatirkan. Untuk menekan laju penularannya, pemerintah mengklaim telah melakukan berbagai upaya. Mulai dari Pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat Jawa-Bali hingga penyediaan rumah sakit.

Dalam konferensi pers yang digelar secara virtual, Senin (12/7/2021), Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan berharap, kasus harian Covid-19 tidak melebihi angka 30 ribuan. Oleh karena itu, dia meminta kedisiplinan masyarakat untuk terus patuh pada aturan PPKM Darurat.

“Kami berharap, minggu depan, kalau semua disiplin, (kasus) akan mulai merata, cenderung akan terkendali,” kata Luhut.

Luhut lantas memaparkan sejumlah data dan fakta yang sudah dan akan dilakukan pemerintah dalam menanganani pandemi Covid-19 ini. Apa saja?

1. Mobilitas Masyarakat Menurun

Menurut Luhut, selama pelaksanaan PPKM Darurat Jawa-Bali, mobilitas dan aktivitas masyarakat di daerah ini terpantau menurun. Tercatat, mobilitas masyarakat menurun pada level 10 sampai 15 persen, dari target pemerintah yakni 20 persen.

Data ini diambil menggunakan google traffic dan facebook mobility serta indeks cahaya malam. Sementara di lapangan, Luhut juga mengklaim mulai membaik.

Baca Juga: Efek PPKM Darurat, Bagaimana Nasib Ritel? | Asumsi

Dari tiga hari terakhir, Luhut menyebut kasus harian sudah berkisar di angka 30 ribuan dengan jumlah kasus sembuh yang makin tinggi.

“Kita berharap, dengan kombinasi PPKM Darurat, vaksinasi, dan protokol kesehatan, kita akan bisa bertambah baik,” ucap Luhut.

2. Penambahan Rumah Sakit Terus Diupayakan

Menjawab sulitnya masyarakat mengakses fasilitas kesehatan, Luhut menyebutkan kalau selama ini, penambahan tempat tidur di sejumlah rumah sakit di Jakarta terus dilakukan, dengan skenario-skenario yang telah disusun. Begitu juga dengan Jabar, Jateng, Jatim, dan Bali.

“Kami juga minta TNI buka RS Lapangan untuk ICU terutama. Sehingga, rumah sakit ini, ICU khususnya, semakin banyak terpenuhi sehingga akan mengurangi kesulitan untuk mendapatkan tempat tidur,” ujar Luhut.

Pekan lalu, kata Luhut, TNI bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat juga telah menambah kapasitas ruang perawatan pasien Covid-19, di Rumah Sakit Haji.

“Saya sudah meninjau kemarin ke Rumah Sakit Haji Arafah, dalam 3 hari sudah selesai dan sudah mulai digunakan,” ucapnya.

Meski demikian, Luhut tak menjabarkan secara detail berapa penambahan tempat tidur yang dibutuhkan, dan berapa tempat yang akan diupayakan pemerintah untuk para pasien.

3. Siapkan Paket Obat

Pemerintah juga tengah mempersiapkan paket obat untuk pasien Covid-19 aktif tanpa gejala. Menurut Luhut, paket obat ini akan menjangkau hampir 210.000 pasien OTG dan gejala ringan.

“Presiden sudah memutuskan tadi, mulai Rabu nanti (pada) minggu ini, kita akan launching ada 300.000 paket obat untuk OTG dan juga untuk yang kelas-kelas penyakit yang masih tidak serius,” ujar Luhut.

Dari jumlah itu, OTG akan mendapat kuota 10 persen paket, untuk demam dan anosmia 60 persen, dan paket tiga demam dan batuk 30 persen.

“Kita berikan dan akan berlangsung selama beberapa bulan ke depan. Ini akan diberikan oleh nanti TNI bersama-sama elemen-elemen yang lain,” ungkapnya.

Baca Juga: Benarkah Interaksi Obat Sebabkan Pasien Covid-19 Meninggal? | Asumsi

Luhut mengklaim, ketersediaan obat saat ini aman. Hanya obat remdesivir dan actemra yang mengalami kekurangan. Untuk actemra rencananya, diproduksi di dalam negeri.

Actemra sebentar lagi, kami dengan Menteri Budi (Menkes) akan bicara license actemra supaya bisa produksi dalam negeri. Saya kira ini sudah berjalan,” tuturnya.

4. Impor Oksigen

Pasokan oksigen juga jadi masalah kunci dalam penanganan Covid-19 belakangan. Permintaan oksigen yang tinggi, membuat ketersediaannya langka. Belum lagi harga yang tak bisa diperkirakan kenaikannya.

“Sementara itu, kita proses impor 40.000 ton oksigen liquid, untuk kita gunakan ke depan ini. Kita berjaga-jaga. Walau kita sebenarnya tidak butuh sebanyak itu,” ucap Luhut.

Jokowi, sambungnya, telah menyetujui untuk impor oksigen konsentrator. Yang mana, hal ini mengurangi penggunaan liquid oksigen sebanyak 50.000 tabung.

“Sekarang kita sudah punya beberapa ribu, mungkin mendekati 10.000 tabung. Dan itu akan kita bagikan untuk digunakan di kasus-kasus yang ringan. Dan itu akan kita pinjamkan ke rumah-rumah, dan kalau sudah selesai dipakai, bisa diambil,” katanya.

5. Penyaluran Beras

Pemerintah saat ini juga berupaya menyiapkan bantuan beras kepada masyarakat yang terdampak kebijakan PPKM Darurat. Sama seperti paket obat, bantuan beras juga akan dilakukan oleh TNI-Polri.

“Karena perintah Presiden, tidak boleh rakyat sampai kelaparan atau tidak makan,” kata Luhut.

Baca Juga: Tiga Juta Dosis Vaksin Moderna Tiba di RI | Asumsi

Menurut dia, bantuan beras akan disalurkan ke daerah-daerah yang kekurangan pangan mulai Rabu, 14 Juli 2021. Bantuan ini berupa beras kemasan seberat 5 kilogram, dan 10 kilogram.

“Jadi semua titik yang memungkinkan ada kekurangan pangan, atau kurang beras, akan dibagikan oleh TNI dan akan berlaku mungkin Rabu ini. Itu ada yang 5 kg dan 10 kg,” ujarnya.

6. 45 Juta Dosis Vaksin

Di tengah upaya-upaya ini, vaksinasi terus dilakukan. Pemerintah juga mendapat banyak tambahan dosis vaksin dari yang awalnya direncanakan 31 juta dosis untuk Juli, kini meningkat jadi 45 juta dosis vaksin Covid-19.

“Vaksin ini, karena jumlah vaksin tadinya 31 juta untuk bulan ini. Karena ada sumbangan-sumbangan dari berbagai negara, jadi 45 juta lebih hanya bulan ini,” kata Luhut.

Luhut menyebutkan, untuk menyiasati kelebihan pasokan ini, maka pemerintah menggandeng TNI-Polri dan dinas kesehatan masing-masing kabupaten/ko,ta untuk melakukan vaksinasi keliling ke wilayah yang warganya belum tersentuh vaksinasi.

“Kami sepakat akan peningkatan vaksinasi dilakukan oleh TNI Polri dan dinkes, langsung ke daerah-daerah marginal. Jadi pinggiran-pinggiran kota, langsung tim akan menyuntikkan di sana. Dan itu saya kira bisa berjalan minggu ini,” imbuh Luhut.

Share: Fakta Terkini Soal Upaya Pemerintah Tangani Covid-19, Apa Saja?