General

Bintang Porno Insaf Saat Baca Alkitab, Benarkah Hidayah Punya Semua Agama?

Ray Muhammad — Asumsi.co

featured image
Foto: Instagram/Brittni De La Mora

Kisah hidup Brittni De La Mora, bintang porno asal Amerika Serikat, sempat menjadi perhatian publik. Ia mengaku mendapatkan pencerahan spiritual, hingga dirinya memutuskan berhenti dari industri pornografi. Ia memilih untuk insaf di tengah persimpangan hidupnya, yang tengah dilanda kegalauan.

Putus Kuliah Gara-gara Jadi Bintang Porno

Melalui penuturannya, saat wawancara dengan kanal This is Me TV seperti dikutip Detik.com, Brittni menceritakan dirinya mulai terjun menekuni pekerjaan sebagai bintang porno sejak masih kuliah di usia 18 tahun. 

Kala itu, ia tercatat sebagai mahasiswi di Universitas Santa Barbara, California, Amerika Serikat. Alasannya memilih hidup sebagai bintang porno karena ia membutuhkan uang untuk kuliah dan memenuhi pilihannya. Namun, hal ini justru mengganggunya secara emosional dan mental. 

Jiwanya pun terguncang karena pernah diminta menurunkan berat badan di bawah 49 kg. Ia juga pernah mengidap penyakit seks menular, dan kecanduan obat-obatan terlarang.

Hingga usia 25 tahun, Brittni telah membintangi 275 film porno hingga memperoleh predikat ‘Cewek Paling Cerdas di Dunia Porno’, oleh presenter ternama Howard Stern. Kejayaannya di industri pornografi, bahkan sudah terdengar oleh penggemar konten porno di luar AS. Kemudian, ia memilih untuk putus kuliah. 

“Jadi pada titik itu, aku berpikir, apa yang aku lakukan di bisnis ini?” ujarnya saat mulai merasakan berada pada titik jenuh bergulat dengan industri film dewasa. 

Baca Juga: Dari Inggris Sampai AS, Ini Kasus Pencucian Uang Bitcoin yang Perlu Kamu Tahu | Asumsi

Hingga suatu hari, wanita yang kini berusia 33 tahun ini pergi ke gereja bersama kakeknya, dan intens beribadah di sana. Alih-alih pertobatan, di tengah pencarian spiritual, ia malah bertemu seorang pria yang menggiringnya kembali ke industri pornografi selama 3,5 tahun.

Meski kembali sebagai bintang film porno, ia mengungkapkan pada masa itu, pergolakan batinnya untuk mencari makna kehidupan yang lebih baik, terus menyelimuti. Ia memilih tetap rajin membaca Alkitab, meski maksiat jalan terus.

Merasa Dapat Panggilan Tuhan

Panggilan Tuhan diakui Brittni dialaminya saat sedang perjalanan menuju Las Vegas pada 11 Desember 2012. Kala itu, ia berangkat ke kota judi Negeri Paman Sam tersebut untuk syuting film dewasa.

Di dalam pesawat, Brittni membuka Kitab Wahyu 2:20-23. Isi ayatnya sontak membuatnya merasa tersentil. “Siapapun yang melakukan perbuatan dosa akan dihukum bukan hanya dirinya tapi hingga keturunannya,” demikian bunyi ayat yang dibacanya. 

Entah mengapa, Brittni merasa Tuhan seperti sedang berbicara dengannya. Ia mendapat arahan dari Tuhan, supaya menata kembali kehidupannya untuk menjadi manusia yang lebih baik. 

“Tuhan seolah berkata padaku ‘Brittni, ini bukan hidup yang aku siapkan untukmu, aku memiliki sesuatu yang lebih baik untukmu, tapi aku ingin kamu yakin padaku mulai hari ini. Aku ingin kamu berhenti dari industri itu dan aku berjanji hidupku akan berbeda’,” ucapnya.

Ia merenungi makna dari ayat itu dalam-dalam. Hati kecilnya pun tak bisa bohong. Keputusan cepat segera diambilnya dengan menghubungi tim manajemen yang mengurus kariernya. Ia pun menyampaikan untuk mengundurkan diri sebagai salah satu bintang porno.

Baca Juga: Kecelakaan Kapal Gara-gara Kelebihan Muatan, Mitigasi Dinilai Belum Maksimal | Asumsi

Selepas itu, Brittni membulatkan tekad untuk jauh-jauh dari segala godaan yang bisa membawanya kembali ke lubang hitam kehidupan. Ia juga menghindar dari rekan-rekan yang selama ini dikenalnya di lingkaran industri pornografi.

Gereja di San Diego, Amerika Serikat menjadi tempat ibadah yang paling sering dikunjunginya untuk mencari kedamaian jiwa, dan memantapkan kasih untuk Tuhan. Pencarian spiritualnya pun membawanya menemukan sosok pria yang diharapkannya menjadi cinta sejati.

Richard, seorang pendeta di California, Amerika Serikat yang awalnya hanya dikenal sebagai teman disksusi mengenai keagamaan, kemudian meminang dan kini menjadi suaminya. 

Ia mengaku tak peduli dengan pandangan orang-orang yang masih melekatkan stigma bekas bintang porno kepadanya, meski saat ini menekuni profesi barunya sebagai agamawan. 

“Aku tidak bisa mengontrol itu. Aku tidak bisa meminta itu dihapus karena aku sudah menandatangani kontrak saat itu,” tandasnya.

Pastor Paroki Kumetiran Yogyakarta serta pengamat sejarah keagamaan, Romo Yohanes Dwi Harsanto Pr, menjelaskan pengalaman spiritual yang dialami Brittni. Menurutnya, kejadian itu adalah bentuk panggilan Tuhan yang tak diabaikan oleh wanita tersebut.

“Dalam istilah Katolik, itu namanya panggilan Tuhan. Tuhan sejatinya senantiasa memanggil umat manusia agar selalu berada dalam keselamatan, berada di jalan kudus. Tinggal manusia itu mau atau tidak. Tuhan juga memberikan manusia kebebasan karena cintanya pada umat manusia. Dengan risiko, manusia bisa menolak tawaran Tuhan. Artinya Tuhan tidak memaksa manusia saat memanggil manusia ke dalam jalan kebaikan. Brittni menjawab panggilan-Nya karena merasa gamang dan butuh keselamatan dalam hidupnya,” terang pria yang akrab disapa Romo Santo ini, kepada Asumsi.co melalui sambungan telepon, Kamis (1/7/21). 

Ia menambahkan, manusia yang menjawab panggilan Tuhan dan merasakan perbaikan pada kehidupannya bisa disebut sebagai “the choosen one”, atau mereka yang terpilih mendapatkan wahyu Kristus. 

“Tuhan mengutus Yesus Kristus, putranya juga bertujuan untuk menjadi manusia supaya senasib sepenanggungan dengan manusia. Manusia juga jadi gampang kontak dengan Dia. Manusia bisa insaf atau bertaubat karena mengalami kasih Tuhan. Inilah the choosen one, bisa disebut begitu. Kalau disuruh insaf dengan cara menakut-nakuti atau mengancam, kasih Tuhan itu pasti tidak sampai kepada umat manusia. Allah ada kasih. Allah tidak pernah menghukum dalam gereja Katolik,” tuturnya.

Panggilan Tuhan di dalam Kitab Suci

Romo Santo menjelaskan, dalam ajaran Katolik juga ada sabda Tuhan yang selalu mengingatkan, kalau manusia bisa memilih jalan pertobatan karena dipilih oleh-Nya. “Injil Yohanes bab 15 ayat 16 terdapat sabda Tuhan yang mengatakan, ‘Bukan kamu yang memilih-Ku tapi Aku yang memilihmu’. Jadi Tuhan yang memilih manusia untuk mendapatkan panggilan spiritual,” terangnya.

Sementara itu, dalam ajaran Islam, pengalaman spiritual yang dialami Brittni sebagai bentuk hidayah. Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas, menjelaskan, dalam agama Islam makna hidayah merupakan petunjuk dari Allah SWT, yang bisa ditangkap atau tidak oleh manusia yang merasakannya.

“Sebutan hidayah itu asalnya dari bahasa Arab yang artinya petunjuk dari Allah SWT. Manusia mau menerima hidayah atau tidak, itu sangat tergantung pada izin Allah SWT. Rasulullah SAW saja, tidak bisa memberikan hidayah ke keluarganya, misalnya kepada Abu Lahab,” ucap Anwar saat dihubungi terpisah.

Baca Juga: Perusakan Makam oleh Anak-anak di Solo Adalah Praktik Intoleransi? | Asumsi

Adapun saat menerima hidayah, manusia masih bisa mengalami godaan dalam batin, yang bikin imannya merasa terguncang. “Maka, iman itu harus selalu diperbaharui dengan di-charge ulang. Perbaharuilah keimanan kita, supaya hidayah yang dirasakan umat Muslim bisa terjaga di dalam hati dan jiwanya,” katanya.

Di dalam Alquran, kata dia, juga ada sabda Allah SWT menekankan pentingnya manusia untuk menjemput hidayah yang diberikan oleh-Nya. Hal ini tertuang dalam Surat Al Qasas ayat 56.

“’Sesungguhnya, Nabi Muhammad tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu kasihi. Tetapi, Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk’. Seperti itu bunyi ayatnya,” ungkap Anwar.

Anwar menuturkan, ada banyak cara untuk memperbaharui keimanan. Salah satunya, dengan mensyukuri kesehatan yang masih dirasakan saat ini, di tengah situasi pandemi COVID-19 yang bikin kesehatan begitu rentan untuk terjaga.

“Mereka yang sampai hari ini masih sehat, tidak kekurangan suatu apa pun karena pandemi Covid-19 ini, itu harus bersyukur. Ini bisa menjadi refleksi cara kita untuk memperbaharui keimanan. Coba direnungkan, mereka yang sakit kena Covid-19 itu adalah ujian dari Allah atas seizin-Nya,” tuturnya.

“Kita yang sehat sampai hari ini, merupakan nikmat dari Allah. Belum lagi yang kena Corona parah, enggak dapat pelayanan, dan ruang perawatan karena semua rumah sakit penuh. Bersyukur kalau kita masih sehat, dan jadikan motivasi buat kita untuk menjemput atau menjaga hidayah yang sudah kita dapatkan,” sambungnya.

Hidayah Milik Semua Agama

Romo Santo menimpali, panggilan Tuhan atau hidayah merupakan ajaran universal dalam setiap agama yang tentunya memotivasi manusia untuk menjadi manusia yang lebih bai dan semakin bermanfaat buat sesama.

“Hidayah atau panggilan Tuhan itu milik semua agama. Katolik pun memiliki makna ajaran menyeluruh untuk semua makhluk dan alam semesta. Hakikatnya sama seperti Islam, Hindu, Buddha dan agama lain yang mengajarkan kebaikan, dan menghadirkan kasih Tuhan agar tidak terlena dalam fananya kehidupan,” ujarnya.

Psikolog dari Personal Growth Stefany Valentia menerangkan, pada dasarnya, manusia memiliki banyak kebutuhan agar hidup lebih bermakna dan punya arti. Salah satunya kebutuhan spiritual.

“Kebutuhan spiritual ini biasanya memang bisa terpenuhi dalam hal-hal terkait keagamaan. Namun, manusia juga harus menjaga supaya pencarian spiritual yang dilakukan tetap pada batas kewarasan. Jangan sampai, mengalami delusi seperti misalnya, merasa mendapatkan panggilan Tuhan untuk menjadi menghadirkan agama baru selanjutnya, tanpa dasar yang jelas,” kata Stefany.

Hidayah, lanjut dia dalam pandangan psikologi, merupakan gagasan dan pemaknaan mendalam pada hakikat kehidupan manusia secara spiritual. Motifnya, bisa disebabkan karena manusia butuh sesuatu untuk memperbaiki diri secara personal.

“Kemudian bisa menjadi bagian dari aktualisasi dirinya, jika merasa agama adalah bagian hidupnya untuk menjadi manusia yang lebih baik, dan bermanfaat buat sesama. Selama tidak merugikan orang lain dengan menunjukan sikap aneh, yang berada di luar norma-norma masyarakat,” tandasnya.

Share: Bintang Porno Insaf Saat Baca Alkitab, Benarkah Hidayah Punya Semua Agama?