Isu Terkini

Pesawat Asing yang Terbang di Langit RI Tanpa Izin Terancam Denda Rp5 Miliar

Manda Firmansyah– Asumsi.co

featured image
ANTARA/HO-Humas TNI AU

Pesawat asing type DA62 dari Johor, Malaysia yang melintasi wilayah Batam tanpa izin, terancam denda Rp5 miliar.

Kepala Dinas Operasi Landasan Udara Hang Nadim Mayor Lek. Wardoyo menjelaskan, denda tersebut berdasarkan atas Peraturan Pemerintah RI tentang pengamanan wilayah udara RI pasal 10 ayat 2.

"Pesawat Udara Sipil Asing tidak berjadwal yang terbang ke dan dari atau melalui wilayah udara harus memiliki izin diplomatik, izin keamanan dan persetujuan terbang," ujar Wardoyo, Sabtu (14/5/2022), dilansir dari Antara.

Denda: Merujuk aturan itu, setiap orang yang melanggar Pasal 10 ayat 2 dikenakan sanksi administratif berupa denda administratif paling banyak Rp5 miliar.

"Saat ini mereka sudah kami amankan di safe house sementara ini diproses untuk pemberkasannya. Tadi juga sudah dilakukan tes PCR," ucapnya.

Pemberkasan: Terkait perlindungan terhadap ketiga awak pesawat tersebut, kata dia, mereka hanya dimintai untuk melengkapi berkas saja.

"Pemberkasannya itu melalui operator yang ditunjuk sebagai perwakilan Indonesia. Setelah selesai pemberkasan dan lain-lain, baru nanti kami izinkan lagi untuk terbang," tutur Wardoyo.

Diminta Mendarat: Sebelumnya, Sebuah pesawat sipil asing Unschedule dengan Call Sign VOR06 dan nomor registrasi G-DVOR tipe DA62 terbang di langit Indonesia tanpa izin. TNI AU segera memerintahkan pesawat asing itu untuk mendarat.

Pesawat tersebut berisi warga negara Inggris, MJT (pilot), TVB (copilot), dan CMP (crew). Pesawat asing itu sedang terbang dari Kuching menuju Senai, Malaysia, tetapi ternyata masuk wilayah Indonesia.

TNI AU meminta pesawat itu untuk mendarat di Lanud Hang Nadim Batam. Setelah diperiksa, mereka tidak memiliki kelengkapan dokumen penerbangan.

Kepala Dinas Penerangan TNI AU (Kadispenau) Marsma TNI Indan Gilang Buldansyah mengatakan, Indonesia wajib menjaga kedaulatan wilayahnya. Ini tak terkecuali wilayah udara.

"Apa yang terjadi di Lanud Hang Nadim Batam, menunjukkan tingginya kesiapsiagaan TNI AU dalam menjaga setiap jengkal wilayah udara nasional. Kita tidak akan toleransi terhadap setiap bentuk pelanggaran wilayah udara," tutur Indan dalam keterangannya di akun Instagram @militer.udara, Sabtu (14/5/2022).

Kronologi: Kejadian berawal dari Satrad 213 Tanjung Pinang mendeteksi satu pesawat melanggar wilayah udara RI. Kemudian, Satrad 213 Tanjung Pinang melaporkan kejadian ini ke TNI AU.

TNI AU pun menyiagakan satu flight F-16 di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru untuk melaksanakan intersepsi.

Namun, intersepsi tidak jadi dilakukan, dengan pertimbangan kru pesawat asing mentaati instruksi dan petunjuk Kosek IKN yang disampaikan melalui MCC Cengkareng. Kru pesawat asing itu pun ingin langsung kembali ke Kuching.

Namun, keterbatasan bahan bakar sebabkan pesawat itu mendarat di Lanud Hang Nadim Batam.

Baca Juga

Share: Pesawat Asing yang Terbang di Langit RI Tanpa Izin Terancam Denda Rp5 Miliar