Isu Terkini

PLN Gandeng Polisi Amankan 30 Balon Udara Tersangkut Jaringan Listrik di Trenggalek

Manda Firmansyah– Asumsi.co

featured image
ANTARA/HO-PLN UID Jatim

Sebanyak 30 balon udara yang tersangkut pada infrastruktur kelistrikan di Kabupaten Trenggalek berhasil diamankan.

Sebabkan Gangguan: Manajer PLN Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Madiun Nur Fajar FU mengatakan, puluhan balon udara itu diamankan setelah perayaan Idul Fitri 2022.

"Menjadi suatu tradisi di beberapa wilayah Jatim (Jawa Timur) bahwa pada perayaan Idul Fitri selalu menerbangkan balon udara, padahal itu membahayakan pasokan listrik," ucapnya, dilansir dari Antara.

Menerbangkan puluhan balon udara berisiko tersangkut infrastruktur kelistrikan dan sebabkan gangguan pada jaringan transmisi.

"Kami menerjunkan 40 personel yang tersebar di Tulungagung, Trenggalek dan Ponorogo, ditambah dari pihak Kepolisian dalam proses mengamankan ratusan balon udara itu," tuturnya.

Harapan: Sementara itu, Kapolres Tulungagung AKBP Handono Subiakto mengatakan, PLN mengajak kepolisian bekerja sama dalam mengedukasi masyarakat terkait balon udara. Ia berharap, dengan adanya patroli ini gangguan kelistrikan akibat penerbangan balon udara tidak terjadi lagi di tahun berikutnya.

Ia juga meminta jajarannya membantu PLN dengan berpatroli mengingatkan masyarakat agar tidak menerbangkan balon udara dan bermain layang-layang di sekitar jaringan listrik.

"Adanya patroli kami berharap dapat menjadikan pembelajaran kepada masyarakat yang masih menerbangkan balon udara. Ke depannya kami akan terus membantu PLN melakukan pemantauan baik layang-layang dan balon udara yang berpotensi terjadinya gangguan listrik," ujar Handono.

Sita Balon Udara: Sebelumnya, petugas gabungan menyita puluhan balon udara asap berukuran besar yang dibuat dengan bahan utama plastik saat puncak perayaan Lebaran Ketupat di Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, Selasa (10/5/2022).

Lebaran Ketupat umumnya dirayakan sepekan setelah umat Muslim merayakan Idul Fitri.

"Total balon udara yang berhasil kami sita bersama tim dari Satpol PP dan PLN ada 23 buah," ujar Kabag Ops Polres Trenggalek Kompol Jimmy Heryanto Hasiholan, dilansir dari Antara.

Mayoritas balon udara yang disita merupakan hasil operasi di wilayah Kecamatan Durenan. Rinciannya, 10 balon disita oleh anggota patroli Polsek Durenan.

Lalu, lima balon disita oleh anggota patroli gabungan bersama PLN (Perusahaan Listrik Negara). Serta, delapan balon disita oleh tim gabungan dari unsur kepolisian bersama Satpol PP.

Dimusnahkan: Balon udara yang berhasil disita dibawa ke markas asal satuan kerja masing-masing. Ada yang disita di Mapolsek Durenan, di kantor PLN, dan di Satpol PP. Barang-barang yang disita itu selanjutnya bakal dimusnahkan.

Mengganggu Keselamatan: Jimmy mengatakan, penindakan atas kepemilikan balon udara atau balon asap itu dilakukan karena dinilai mengganggu keamanan dan keselamatan.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, balon asap yang jatuh kerap memicu kebakaran, gangguan jaringan listrik PLN hingga kebakaran rumah penduduk.

Larangan balon udara: Polres Trenggalek sedari awal telah menyebarluaskan informasi larangan penerbangan balon udara/asap jauh hari sebelum Lebaran Ketupat.

"Dari awal kami sampaikan, ini tidak boleh karena berbahaya. Akibatnya bisa menimbulkan kebakaran di jaringan listrik, rumah, atau lahan kering," tuturnya.

Baca Juga

Share: PLN Gandeng Polisi Amankan 30 Balon Udara Tersangkut Jaringan Listrik di Trenggalek