Internasional

Rusia Setop Kirim Gas ke Polandia

Yopi Makdori — Asumsi.co

featured image
ANTARA/REUTERS/Alexander Ermochenko.

Rusia menghentikan pasokan gas ke Polandia berdasarkan kontrak Yamal pada Rabu (27/4/2022). Kontrak pasokan gas Polandia dengan raksasa energi Gazprom mencakup sekitar 50 persen konsumsi nasional. 

PGNiG milik negara Polandia mengatakan pasokan dari Gazprom melalui Ukraina dan Belarus akan dihentikan pada Rabu (27/4/2022) waktu setempat. Tetapi Polandia mengatakan tidak perlu menarik cadangan gasnya. Serta penyimpanan gasnya kini 76 persen penuh.

Berniat setop Bulgaria: Sebelumnya Rusia juga sempat berniat menghentikan pasokan gas ke negara anggota NATO dan Uni Eropa lain, Bulgaria. Namun hingga kini, tidak ada kabar jika Rusia menyetop pasokan gas ke Bulgaria. 

Bulgaria yang hampir sepenuhnya bergantung pada impor gas Rusia, mengatakan telah memenuhi semua kewajiban kontraktualnya dengan Gazprom dan skema pembayaran baru yang diusulkan telah melanggar kesepakatan. 

Pihaknya telah mengadakan pembicaraan awal untuk mengimpor gas alam cair melalui negara tetangga Turki dan Yunani. 

Respons Gazprom: Sementara itu, perusahaan gas Rusia, Gazprom mengatakan belum menangguhkan pasokan ke Polandia tetapi Warsawa harus membayar gas sesuai dengan “perintah pembayaran” yang baru. Ia menolak berkomentar tentang Bulgaria. 

Tindakan ini dianggap memperdalam keretakan antara Barat dan Rusia atas invasi Moskow ke Ukraina.

Seperti dikutip lewat Antara, tindakan Rusia itu dianggap Ukraina sebagai upaya memeras Eropa atas energi dalam upaya untuk menghancurkan sekutunya. Kepala Kantor Presiden Ukraina, Andriy Yermak mengatakan Rusia “memulai pemerasan gas Eropa”. 

“Rusia berusaha menghancurkan persatuan sekutu kami,” kata Yermak. 

Dugaan alasan: Polandia adalah salah satu negara Eropa yang menuntut sanksi terberat terhadap Rusia karena menyerang tetangganya. 

Presiden Rusia Vladimir Putin telah meminta negara-negara “tidak bersahabat” untuk membayar impor gas dalam rubel, permintaan yang hanya diterapkan pada beberapa pembeli. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy membaca langkah itu bertujuan untuk memecah Eropa.

“Tujuan akhir dari kepemimpinan Rusia bukan hanya untuk merebut wilayah Ukraina, tetapi untuk memecah seluruh Eropa tengah dan timur dan memberikan pukulan global terhadap demokrasi,” kata Volodymyr Zelenskiy pada Selasa (26/4/2022) malam.

Baca Juga:

Kronologi Greenpeace Cegat Kapal Pertamina dari Rusia 

Eropa Ingin Lepas dari Ketergantungan Energi Rusia 

Ribuan Warga Serbia Serukan Dukungan terhadap Rusia

Share: Rusia Setop Kirim Gas ke Polandia