Politik

Demo Mahasiswa 11 April, Waspada ‘Penumpang Gelap’

Joko Panji Sasongko — Asumsi.co

featured image
ANTARA/Livia Kristianti/aa

Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah, Adi Prayitno,
mengingatkan unjuk rasa yang bakal digelar mahasiswa pada Senin (11/4) jangan
sampai mencederai muruah mahasiswa dan terjadi tindakan anarkis.

“Kebebasan berpendapat dan berekspresi merupakan hak
konstitusional setiap orang termasuk mahasiswa. Namun, penyampaian pendapat
harus dilakukan dalam koridor demokrasi,” kata dia melalui keterangan
tertulis, seperti dilansir Antara.

Koridor Demokrasi: Ia mengatakan dalam berunjuk rasa sudah
ada rambu-rambu atau aturan yang mengatur tentang penyampaian pendapat. Hal itu
utamanya harus dilakukan dalam koridor demokrasi yang baik.

Menurut Adi, jika penyampaian pendapat sampai dilakukan
dengan cara “chaos” akan mencoreng citra gerakan mahasiswa. Dalam
perkembangan demokrasi negara yang saat ini sudah mulai berkembang bagus, maka
upaya menyampaikan aspirasi dengan cara elegan jauh lebih diutamakan.

“Saya yakin mahasiswa bisa. Makanya, di situlah
pentingnya untuk mengantisipasi adanya provokasi yang ingin mengacaukan gerakan
mahasiswa yang murni,” ujarnya.

Adi berharap mahasiswa tetap menjaga muruahnya dalam upaya
penyampaian pendapat di muka umum. Demonstrasi yang tertib mencerminkan bahwa
mahasiswa piawai dalam menyampaikan pendapat.

“Demo jangan anarkis karena itu bisa melahirkan
instabilitas politik dan itu (anarkis) dianggap melanggar undang-undang,”
ujar dia.

Waspada Penumpang Gelap: Ia mengingatkan aksi unjuk rasa
jangan sampai ada provokasi atau ada penunggang yang mencoba membenturkan
mahasiswa dengan pemerintah.

Sebagaimana diketahui, demo yang akan dilakukan Badan
Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) pada 11 April 2022, salah
satunya menolak penundaan Pemilu 2024 dan perpanjangan masa jabatan presiden
menjadi tiga periode.

Presiden Joko Widodo sudah melarang para menteri untuk
bicara mengenai penundaan pemilu dan masa jabatan presiden tiga periode. Adi
berpendapat itu adalah sikap tegas Presiden Joko Widodo yang menegur menteri
agar tidak membahas hal tersebut.

“Itu triger yang bagus dari presiden. Mestinya ke depan
tidak ada lagi menteri yang genit bicara politik,” katanya.

Baca Juga

Share: Demo Mahasiswa 11 April, Waspada ‘Penumpang Gelap’