featured

Facebook

Keuangan

13 Mei 2021

Sita Banyak Energi Fosil, Elon Musk Sebut Tesla Berhenti Pakai Bitcoin

M. Ashari

Cuitan Elon Musk telah menyebabkan goncangan kepada nilai bitcoin. Dalam cuitan yang diunggah pada Rabu (13/5/2021) itu, Musk menyatakan bahwa perusahaannya akan menangguhkan penggunaan bitcoin sebagai alat transaksi. Alasannya terkait kelestarian lingkungan.

Dalam cuitannya, Musk menyatakan khawatir terhadap penggunaan energi fosil, khususnya batu bara, yang berlebihan sebagai dampak dari penambangan dan transaksi bitcoin. Menurutnya, batu bara memiliki kadar emisi terburuk dari ragam energi fosil yang ada saat ini.

Tesla & Bitcoin pic.twitter.com/YSswJmVZhP

— Elon Musk (@elonmusk) May 12, 2021

Menurut Musk, ide cryptocurrency atau mata uang kripto pada dasarnya bagus dalam berbagai hal. Ia juga menyatakan bila mata uang kripto memiliki masa depan yang menjanjikan. "Tapi, semua ini tidak bisa mengorbankan lingkungan," ujarnya.

Ia kemudian mengungkapkan bila perusahaannya, Tesla, tidak akan membeli bitcoin dan menjadikannya sebagai alat transaksi sepanjang aktivitas penambangannya tidak mendukung pemanfaatan energi berkelanjutan. Meski demikian, Musk menambahkan, pihaknya akan mencari mata uang kripto lain yang penggunaan energi dan transaksinya lebih rendah 1 persen dari bitcoin.

Pernyataan Musk ini lantas berpengaruh terhadap nilai bitcoin. Dilansir dari The Guardian, nilai bitcoin langsung turun sebanyak 17 persen tak lama setelah Musk mencuit. Penurunan ini disebut-sebut sebagai yang terendah sejak awal Maret 2021. 

Baca juga: Nilainya Merosot, Inilah Sederet Risiko Mata Uang Kripto! | Asumsi

Diketahui, Musk dan perusahaan miliknya, Tesla, sempat mendukung transaksi dengan bitcoin. Pada Maret 2021, ia menyatakan bahwa mobil listrik yang diproduksi Tesla bisa dibeli dengan bitcoin. Selain itu, pada Februari 2021, Tesla dilaporkan telah membeli bitcoin senilai 1,5 miliar dollar AS atau setara Rp 21 triliun. Pembelian ini disebut-sebut mendongkrak nilai bitcoin sampai 20 persen.

Laporan The Guardian menyebutkan bahwa Musk adalah seseorang yang sangat percaya terhadap mata uang digital dan pada saat bersamaan, seorang advokat teknologi ramah lingkungan.

Kepala riset di perusahaan pialang Pepperstone Australia, Chris Weston, menyebut bahwa sikap Musk tersebut merupakan pukulan bagi bitcoin. Tapi di sisi lain, menjadi pengakuan akan adanya jejak-jejak karbon dalam aktivitas jual-beli bitcoin.

"Tesla memiliki citra sebagai perusahaan yang ramah lingkungan dan bitcoin jelas-jelas adalah kebalikan darinya," ujar Weston menambahkan.

Penambangan Bitcoin

Penambangan bitcoin disebut berisiko merusak lingkungan karena besaran energi listrik yang digunakan dalam prosesnya. Dilansir dari Luno, penambangan bitcoin merupakan cara untuk mendapatkan bitcoin melalui perangkat keras maupun lunak komputer. Sebagai sebuah jaringan yang diisi oleh banyak sekali transaksi, perlu seseorang yang memastikan bahwa transaksi-transaksi yang berlangsung itu telah direkam dengan benar dan sistem kas telah tersinkronisasi dalam level global.

Baca juga: Dipompa Elon Musk, Harga Dogecoin Kembali Melesat Pesat | Asumsi

Dalam aktivitas memproses transaksi itu, diperlukan ribuan komputer di seluruh dunia yang terhubung dengan internet. Komputer yang terhubung dalam jaringan untuk kepentingan transaksi bitcoin inilah yang disebut dengan 'penambang'. Komputer-komputer ini melakukan kalkulasi kompleks yang membutuhkan energi listrik yang besar serta peralatan-peralatan canggih.

Laporan The Guardian, dengan merujuk kepada Pusat Keuangan Alternatif University of Cambridge, menyebutkan bahwa penambang Cina menyumbang sekitar 70 persen dari produksi bitcoin. Penambang Cina ini sebenarnya menggunakan juga energi terbarukan, seperti tenaga hidro, tapi hanya sepanjang musim hujan. Sementara di musim sisanya, energi yang digunakan berasal dari batu bara.

Meski Musk menganggap sumber energi bitcoin cenderung merusak lingkungan, namun para pendukung bitcoin juga turut mengkritisi eksploitasi energi dari sistem keuangan dominan saat ini. Menurut pendukung bitcoin itu, sistem finansial yang dominan saat ini juga menyita banyak energi dari aktivitasnya, mulai dari jutaan karyawan yang bekerja di dalamnya sampai penggunaan komputer di dalam kantor berpenyejuk udara. 

Share: Sita Banyak Energi Fosil, Elon Musk Sebut Tesla Berhenti Pakai Bitcoin