Sandiaga Resmikan Posko Kemenangan di Jateng Tanpa Prabowo

Tabuh genderang tanda makin siapnya berkompetisi telah disuarakan calon wakil presiden (cawapres)  Sandiaga Salahuddin Uno. Dengan meresmikan Posko Sekretariat Nasional (Seknas) Soloraya yang berlokasi di Jawa Tengah,menjadikan Sandiaga makin mantap mendulang suara di kandang banteng. Posko yang letaknya tak jauh dari rumah lawan politiknya, Joko Widodo (Jokowi) itu akan dijadikan tempat berkoordinasi dan pusat mobilisasi gerak untuk keperluan kampanye menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019.

“Ini merupakan satu inisiasi dari Seknas pusat yang dipimpin oleh Muhamad Taufik yang akan membantu koordinasi dan mobilisasi gerak juang,” kata Sandiaga dalam pidatonya saat menghadiri peresmian Posko Seknas pada Minggu, 30 Desember 2018 kemarin.

Baca Juga: Prabowo-Sandi Ingin Kuasai 'Kandang Benteng', Apa Alasannya?

Cawapres nomor urut 02 ini berharap agar Posko yang berlokasi di Jalan Adi Soemarmo nomor 299, Klodran, Colomadu, Karanganyar itu mampu jadi penyerap aspirasi masyarakat di sekitar. Dengan sisa waktu 108 hari, Sandiaga akan lebih banyak melakukan kegiatan kampanye di Jawa Tengah. Semua itu ia lakukan demi memenuhi usulan dari para relawan yang mendukungnya.

 “Mudah-mudahan ini menjadi tempat berkumpul dari para relawan yang bisa berkoordinasi untuk menjangkau wilayah pedesaan menyampaikan pesan dari Prabowo-Sandi,” ujar Sandiaga.

Padatnya Kegiatan Kampanye Sandiaga di Jateng

Sebelum peresmian Posko, Sandiaga sudah berada di Jawa Tengah (Jateng) sejak Jumat, 28 Desember 2018. Hari itu, ia mendatangi sebuah sentra industri mebel dan kerajinan rotan di Trangsan, Gatak, Sukoharjo untuk menyapa dan bertemu komunitas pengrajin. Setelah Salat Jumat di Masjid Desa Trangsan dan makan siang, Sandi langsung bergerak ke lokasi acara pertemuan perwakilan desa wilayah barat Sukoharjo yang meliputi Kartasura, Gatak, Baki, dan Grogol.

Baca Juga: Ambisi Kubu Prabowo-Sandi Pindah Markas ke Jateng, Bisa Dongkrang Elektabilitas?

Dari pertemuan itu, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu melanjutkan kunjungannya ke wilayah selatan Sukoharjo untuk sosialisasi dan bertemu perwakilan desa di wilayah Weru, Tawangsari, dan Bulu. Agenda di Sukoharjo diakhiri dengan pertemuan serupa di wilayah Mulur, Bendosari.

Saat malam tiba, atau sekitar pukul 18.30 WIB, Sandiaga dan rombongannya pun ke Nusukan, Banjarsari, Solo. Tentunya kunjungannya itu untuk keperluan sosialisasi. Sandiaga pun bertemu dengan warga perwakilan kelurahan di wilayah Banjarsari, Laweyan, Pasar Kliwon, dan Serengan. Barulah setelah itu, ia menuju Hotel Sunan tempatnya beristirahat dan melakukan pertemuan internal.

Hari kedua, Sabtu, agenda Sandi diawali dengan berolahraga bersama komunitas basket di Stadion Manahan Solo. Kemudian, ia juga menghadiri acara Maulid Nabi SAW dan Haul Habib Ali Al Habsy di Pasar Kliwon, Solo. Dari Pasar Kliwon, barulah pasanga Prabowo Subianto itu melanjutkan agenda dengan makan siang dan salat Duhur di Rawa Jombor, Klaten. Tak lupa pula, menyapa dan berdialog dengan perwakilan desa di Klaten Selatan (Wedi, Bayat, Klaten Selatan).

Prabowo Masih Fokus di Internal

Jika Sandiaga dipenuhi agenda akhir tahun di Jawa Tengah, hal itu berbeda dengan pasangannya, calon presiden Prabowo Subianto yang masih memilih menetap di Hambalang. Ketua Umum Partai Gerindra itu bahkan tidak hadir dalam peresmian Posko Seknas Soloraya. Hal itu dikarenakan Prabowo punya agenda Ceramah Kebangsaan Akhir Tahun di Hambalang, Bogor.

Dalam kesempatannya berpidato, mantan Panglima itu kembali menyebut ancaman baru bagi Indonesia. Ia mengatakan bahwa Tanah Air ini akan mengalami krisis air dan Bahan Bakar Minyak (BBM) pada 2025. Masyarakat pun diminta untuk mempersiapkan diri sejak dini.

Baca Juga: Sandiaga Fokus Kampanye di Jateng Sampai Buat Markas Pribadi
"Kalau tidak kita lakukan persiapan dari sekarang kita krisis air, permukaan laut naik, krisis bahan bakar. Saudara-saudara, ini masalah. Sudahkah antisipasi? 2025 enggak jauh dari sekarang,” ujar Prabowo dalam pidatonya saat tengah memaparkan soal syarat negara adil makmur, pada Minggu, 30 Desember 2018 kemarin.

Fokusnya Prabowo merangkul internal tentunya adalah pilihan yang cukup seimbang, mengingat Sandiaga yang lebih rajin bertemu dengan para perwakilan masyarakat. Meski begitu, pada Januari 2019 nanti, rencananya Prabowo juga akan lebih giat berkampanye. Rencana itu telah ia ungkapkan sejak pertemuannya bersama mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono beberapa hari lalu.

Related Article