Sandiaga Fokus Kampanye di Jateng Sampai Buat Markas Pribadi

Sempat tersiar kabar kalau Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno akan memindahkan markas pemenangan Pilpres ke Jawa Tengah (Jateng). Informasi ini semakin diyakini dengan disiapkannya kantor di daerah Klodran, Karanganyar, yang berbatasan dengan Kota Solo.

Gedung yang cukup luas itu sebenarnya sudah digunakan sebagai sekretariat relawan Prabowo-Sandi (PADI) sejak Agustus lalu. Bangunan dua lantai tersebut juga sudah beberapa kali digunakan untuk menggelar rapat koordinasi relawan pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) nomor urut 02. Ferry Juliantono, teman dekat Juru bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, mengatakan bila pihaknya akan berkosentrasi di Jateng.

Baca Juga: Mengulik Jurus Prabowo-Sandi Gempur Massa PDIP Jawa Tengah

"Tinggal Jawa Tengah kami konsentrasi, makanya kami akan tambah Kantor Badan Pemenangan Nasional ke Jawa Tengah, ke Solo, dekat rumahnya Pak Jokowi," kata Ferry di posko BPN, Jakarta Selatan, Sabtu, 15 Desember 2018.

Pernyataan Ferry cukup membuat banyak respon dari pihak lawan. Apalagi rencana itu digadang-gadang sebagai strategi oposisi melawan kubu capres nomor urut 01 Joko Widodo. Padahal Jateng sendiri kerap disebut sebagai ‘Kandang Banteng’, sebab PDI Perjuangan yang mendapatkan kemenangan di daerah itu. Perlu ditekankan bahwa Joko Widodo (Jokowi) adalah kader PDI Perjuangan, sedangkan Prabowo merupakan Ketua Umum Partai Gerindra. Lalu bisakah Gerindra mendapatkan suara lebih banyak dari Jokowi?

Jateng Bukan Markas BPN Tapi Markas Sandiaga

Cawapres Sandiaga Uno membenarkan adanya markas baru di daerah Jateng. Ia sendiri mengaku akan memusatkan kegiatan kampanyenya di sana pada Januari 2019 mendatang. Namun yang perlu diperjelas, Sandi meluruskan bahwa markas tersebut diperuntukkan untuk dirinya pribadi, dan bukan pemindahan markas BPN.

“Bukan (markas BPN), buat saya pribadi. Jadi untuk memudahkan koordinasi dan mobilisasi kita akan mulai beraktivitas dengan memindahkan markas pemenangan saya ke Jateng mulai Januari,” kata Sandiaga di Jakarta Pusat, Senin, 18 Desember 2018.

Baca Juga: Cerita Sandi Digoda Rumah dan Perhiasan Saat Kampanye di Jateng

Perlu diketahui, bahwa saat ini kantor Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi berada di jalan Sriwijawa, Jakarta Selatan, begitu pula dengan markas pribadi Sandi. Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu mengungkap dua alasan mengapa dia memindahkan markas pribadi ke Jateng. Pertama untuk memudahkan mobilisasi pemusatan kegiatannya di sana, dan kedua untuk menyentuh suara dukungan sampai ke pelosok desa.

Meski Jateng dianggap sebagai markas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Sandiaga mengaku tidak khawatir. Dia memastikan, timnya hanya ingin adu gagasan, bukan mengancam suara lawannya.

“Kita ingin memastikan bahwa kontestasi ini adalah kontestasi adu gagasan. Kami berharap masyarakat lebih mendengar apa yang menjadi sebuah perubahan dari konsepsi ekonomi kita," kata dia.

Memang, Prabowo-Sandi sendiri kerap menjanjikan perubahan di bidang ekonomi, seperti menciptakan lapangan kerja, mendorong pemberdayaan Usaha Mikro Kecil Menegah (UMKM), dan beberapa pembangunan prioritas. Dari janji itu, tim pemenangan Prabowo-Sandiaga akan mendirikan sebanyak-banyaknya posko di Jateng.

“Lagi dikaji sama Pak Sudirman Said dan timnya dan sekarang di 35 kabupaten kota mengajukan semuanya menginginkan markasnya di masing-masing kabupaten/kota. Nanti kita lihat yang mana yang paling strategis. Karena Jateng yang memerlukan sentuhan, dan banyak sekali animo dari relawan sana menginginkan saya untuk banyak menghabiskan waktu ke wilayah pedesaan di sana,” ujar Sandiaga.

Kejar Ketertinggalan di Jateng

Jika melihat perolehan suara Prabowo antara di Jateng dengan di Jatim pada Pilpres 2014 lalu ternyata punya perbedaan yang signifikan. Pada Pilpres 2014, Prabowo yang berpasangan dengan Hatta Radjasa mendapatkan 10,28 juta suara atau 46,83% dari total suara sah di Jatim. Di Jateng, jumlah dan persentase suara Prabowo-Hatta lebih kecil lagi. Pasangan itu meraih 6,48 juta suara (33,35%), sedangkan Jokowi-JK meraup 12,96 juta suara (66,65%).

Baca Juga: Ambisi Kubu Prabowo-Sandi Pindah Markas ke Jateng, Bisa Dongkrak Elektabilitas?

Maka tak heran kini Sandiaga pindah haluan ke Jateng untuk dapatkan lebih banyak simpatisan. Bahkan tim Prabowo-Sandiaga Uno saat ini sudah meluncurkan enam unit mobil branding bertuliskan 'Harga Murah, Cari Kerja Mudah, Hidup tak Lagi Susah'. Nantinya keberadaan mobil dari relawan bisa digunakan kampanye untuk menarik simpati warga yang berada di daerah pelosok Jawa Tengah.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Sandiaga Salahuddin Uno (@sandiuno) on

"Ini perjuangan bersama, Jateng provinsi cukup besar terdiri dari 35 kabupaten, 573 kecamatan dan 8.549 desa. Diharapkan dengan keberadaan mobil branding ini Bang Sandi kenalkan diri di desa sampai pucuk gunung," kata Sandiaga Uno dalam sambutannya di Semarang, Jawa Tengah, pada Minggu, 16 Desember 2018 kemarin.

Namun, meski Januari nanti Sandiaga akan fokus di Jateng, ia tak lupa melakukan safari politik terlebih dahuli di Jawa Timur (Jatim). Pengusaha pendiri PT Saratoga ini mengawali safari politik di Blitar, Jawa Timur, dengan berziarah ke makam Bung Karno. Selain mengirim doa untuk sang Proklamator, Sandi mengaku ingin menyerap inspirasi konstituen di wilayah Mataraman, Jawa Tmur.

"Makam Bung Karno punya energi yang mampu memberi motivasi. Saya juga ingin menyerap inspirasi dari sang Proklamator yang harus kita teladani," kata Sandi pada media seusai ziarah, Rabu, 19 Desember 2018.

Tak hanya untuk berziarah. Sandi juga punya agenda bertemu dengan para pelaku ekonomi. Ia dijadwalkan bertemu dengan para peternak ayam dan kelompok tani dari beberapa desa di Desa Suruh Wadang, Kecamatan Kademangan.

Related Article