featured

Foto: iStock

Teknologi

26 Mei 2021

Layanan 5G, Seberapa Mendesak Kebutuhannya?

Ray

Indonesia tengah bersiap menghadirkan layanan 5G. Telkomel merupakan provider yang menyatakan kesiapan untuk menghadirkan layanan internet yang kecepatannya disebut mengungguli 4G pada 27 Mei mendatang. Memangnya kita sudah butuh layanan 5G?

Area Layanan Masih Terbatas

Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengatakan, pada tahap awal layanannya, Telkomsel akan menggunakan frekuensi 2,3 GHz dalam melayani pelanggan 5G.

Sementara untuk coverage area di awal kehadiran 5G, Telkomsel akan menyediakannya secara terbatas di beberapa wilayah residensial Jabodetabek. "Kelapa Gading, Pondok Indah, Pantai Indah Kapuk, Bumi Serpong Damai (BSD), Widya Chandra, dan Alam Sutera," kata Setyanto sebagaimana dilansir dari CNBC.

Baca juga: Apple Rilis iPhone 12 Edisi Warna Ungu, Mau Bidik ARMY? | Asumsi

Selain itu, ada sembilan lokasi di delapan kota yang juga akan menikmati layanan 5G, di antaranya Medan, Batam, Bandung yang dua lokasinya berada di sekitar kawasan Telkom University dan ITB, Balikpapan, Solo, Jakarta, Surabaya, Makassar, dan Denpasar.

Setyanto mengatakan, layanan 5G bakal terus diperluas dari segi area dan wilayahnya, serta terus dikembangkan kapasitasnya untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

"Telkomsel menggelar terbatas di beberapa kota, seiring dengan penyerapan implementasi dari network yang tersedia keekonomian terus mengembangkan dan menjangkau seluruh lapisan masyarakat. Tentu saja kita mengharapkan kualitas, kecepatan, latensi, kapasitas jauh lebih baik dari 4G dengan harga yang terjangkau. Kuncinya adalah afordibilitas," terangnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan, masyarakat yang ingin menjajal layanan 5G tidak perlu melakukan penggantian kartu SIM menjadi uSIM, seperti saat 4G hadir menggantikan 3G. 5G bisa dinikmati di area-area yang disebutkan, selama sudah menjadi pelanggan provider dengan layanan internet yang aktif, kemudian yang paling penting, gawainya sudah mendukung 5G.

Soal biaya paket 5G, Setyanto mengatakan, pihaknya akan menginformasikannya lebih lanjut pada peluncuran 5G, 27 Mei mendatang. Ia memastikan harga yang ditawarkan terjangkau dan bakal sebanding dengan kecepatan dan layanan terbaik yang diberikan 5G. 

Apa Sih, Keunggulan 5G?

Pengamat gawai dan teknologi dari Komunitas Gadtorade, Lucky Sebastian mengatakan, Indonesia mau tidak mau harus mulai mengikuti perkembangan layanan 5G, Pasalnya, 5G memiliki peranan penting dalam persaingan industri 4.0 yang sedang berjalan saat ini.

"5G ini kita harus melihat dari sisi global dan impact besarnya nanti. Layanan internet buat smartphone itu hanya bagian kecilnya. Secara global, 5G ini juga arahnya akan dipakai untuk kebutuhan smart city, seperti robotik, kesehatan, IoT (Internet of Things), dan yang paling penting sekali, koneksi internet," kata Lucky kepada Asumsi.co, melalui sambungan telepon, Rabu (26/5/21).

Baca juga: Telkom Jalin Kerja Sama dengan Netflix | Asumsi

Ia menambahkan, saat ini internet global sudah tidak kuat lagi dilayani 4G. Maka, tak heran bila kecepatan internet 4G saat ini sudah mulai terasa lamban digunakan.

"Ini sudah enggak kuat lagi dilayani 4G. 5G yang bisa melayani saat ini. Kalau kita enggak cepat-cepat ikutan (mengadopsi 5G) bisa tertinggal dalam persaingan global 4.0. Jadi, bukan cuma soal kecepatan, tapi sudah bicara persaingan global kita yang bisa terhambat kalau enggak punya infrastrukturnya. Makanya kita perlu 5G walaupun sekarang masih terbatas," tutur Lucky.

Dari segi kapasitas, lanjutnya, 5G bisa melayani lebih dari 100.000 pengguna internet dalam jangkauan 1 kilometer persegi. Sementara 4G hanya bisa mentok melayani 100.000 pengguna internet dalam jangkauan yang sama.

"Orang kan kalau ke luar rumah mungkin enggak cuma bawa smartphone, tapi bawa laptop, jam yang terkoneksi internet atau gawai-gawai lainnya. Bayangkan, 1 orang saja sudah berapa gawai yang perlu terkoneksi internet? Nah, 4G enggak kuat lagi," katanya.

Selain itu, Lucky menyebut 5G juga bakal minim latensi (waktu yang dibutuhkan untuk mengirim data) dalam koneksinya. "Latensi itu delay. Dia sangat kecil latensinya sehingga kalau misalnya gamer profesional nanti enggak butuh lagi PC dengan spesifikasi gahar untuk bermain gim kalau internetnya didukung layanan 5G. Jadi, kecepatannya dikerjakan sama server sedangkan kita cuma di tombol eksekusi saja. Latensinya enggak ada lagi selama pakai koneksi 5G," terangnya.

Jaringan 3G Bakal Hilang

Lucky meyakini ke depan gawai yang akan dijual di pasaran bakal didominasi oleh yang sudah bisa melayani koneksi internet dengan jaringan 5G. Bukan cuma gawai premium, namun yang menyasar pasar kelas menengah juga bakal hadir di pasaran dengan menawarkan fitur berlayanan 5G.

Ia mencontohkan, Samsung Galaxy yang sudah mengeluarkan tipe A32 dan OPPO melalui tipe A74 yang sudah mendukung layanan 5G dengan harga sekitar Rp 3 jutaan.

"Ponsel-ponsel kelas menengah juga sudah masuk 5G. Ini juga melihat kondisi tahun kemarin, pas awal pandemi, penjualan smartphone turun karena produksinya berkurang, tapi justru permintaan smartphone 5G meningkat. Jadi 5G itu tahun lalu menyelamatkan market smartphone berdasarkan riset global. Sekarang ini yang bisa menggerakan penjualan smartphone memang yang 5G dan ke depan, kita akan lihat penjualan ponsel yang banyak dijiual lebih banyak yang mendukung layanan ini," ujarnya.

Ia optimistis perkembangan layanan 5G bakal dikebut oleh pemerintah, terutama dengan adanya tuntutan peningkatan aktivitas daring di industri dan perkantoran selama pandemi Covid-19.

 Baca juga: Kuota Internet Mahal Jadi Kendala Kuliah Daring saat Pandemi, Apa Solusi Pemerintah? | Asumsi

"Secara kebutuhan industri dan perkantoran memang yang dibutuhkan saat ini, di tempat-tempat ramai, kota-kota besar, perlu 5G dan sepertinya akan terus dikejar kebutuhannya oleh pemerintah dan provider. Sementara untuk pelosok bisa menyusul 5G walaupun sekarang 4G saja belum merata," kata dia.

Seiring kehadiran 5G, Lucky meyakini layanan 3G bakal hilang sebagaimana layanan 2G yang kini telah raib sejak 4G sudah mendominasi layanan internet secara global.  

"5G ini akan menjadi back up 4G. Jadi memang sama-sama penting. Ketika 5G enggak dapat akan turun jaringannya ke 4G. Mungkin saya prediksi jaringan yang akan hilang 3G. Jadi, nanti 5G juga akan mengikuti akselerasi layanan jaringan digital," tandasnya.

Share: Layanan 5G, Seberapa Mendesak Kebutuhannya?