G4: Virus Flu Babi Terbaru, Berpotensi Menyusul Pandemi COVID-19

Penelitian di Cina menemukan virus flu babi jenis baru yang berpotensi memicu pandemi. Temuan-temuan hasil penelitian itu diterbitkan PNAS, jurnal sains di Amerika Serikat (AS) pada Senin (29/6).

Penelitian yang dilakukan atas kerjasama sejumlah universitas Cina serta Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Cina menamakan virus baru tersebut G4. Secara genetik, G4 merupakan turunan dari strain H1N1, yang juga menyebabkan pandemi pada satu dekade silam.

"Virus G4 memiliki segala syarat penting untuk bermutasi dan menginfeksi manusia," tulis penelitian tersebut.

Antara 2011 dan 2018, para peneliti mengambil 30.000 usap hidung dari babi di rumah jagal di 10 provinsi Cina dan di rumah sakit hewan, memungkinkan mereka untuk mengisolasi 179 virus flu babi.

Sejak 2011 hingga 2018, para peneliti dari China Agricultural University mengambil 30 ribu tes swab dari babi-babi milik rumah jagal dan rumah sakit hewan di 10 provinsi.. Tes massal itu berhasil mengumpulkan 179 jenis flu babi. Mayoritas adalah jenis baru yang sudah dominan berada di tubuh babi-babi itu sejak 2016.

Para peneliti lantas melakukan berbagai percobaan termasuk pada ferret, jenis musang yang sering digunakan dalam studi flu, lantaran mengalami gejala flu yang mirip manusia, seperti, batuk, bersin-bersin, dan demam. 

Berdasarkan pengamatan termutakhir, virus G4 diketahui sangat menular. Ia dinilai mampu bereplikasi dalam sel manusia. Pasalnya, ia dapat menyebabkan gejala yang lebih serius pada ferret dibandingkan virus-virus lainnya.

Hasil percobaan tersebut juga menunjukkan antibodi apapun yang didapat manusia ketika terpapar flu musiman, tidak mampu memberikan kekebalan terhadap G4. 

Menurut hasil tes antibodi, virus ini telah menginfeksi sebanyak 10,4 persen pekerja di Cina yang berurusan dengan babi. Hasil tes juga menunjukkan sebanyak 4,4 persen populasi umum juga telah terpapar G4. 

Kendati virus G4 telah berpindah dari babi ke manusia, tetapi belum ada bukti yang menunjukkan virus itu dapat menular ke sesama manusia. 

"Itu kekhawatiran kami, bahwa infeksi virus G4 akan beradaptasi di [tubuh] manusia dan meningkatkan risiko pandemi pada manusia," tulis penelitian tersebut.

Untuk itu, para peneliti merekomendasikan untuk memantau dan mengawasi segala sektor yang melibatkan babi sebagai upaya mendesak untuk mengontrol merebaknya virus G4.

Related Article