featured

M. Ashari

General

12 Mei 2021

Data Pribadi Kerap Bocor, Hindari Fotokopi KTP!

Irfan Muhammad

Sudah lebih dari satu dekade kita menggunakan Kartu Tanda Penduduk Elektronik sebagai kartu identitas. Namun, meski ada embel-embel elektronik yang membedakan KTP saat ini dengan KTP zaman dulu, toh penggunaannya masih belum maksimal.


Coba deh diingat, berapa kali kita masih memfotokopi KTP tersebut untuk kebutuhan administrasi? Padahal, dengan adanya fasilitas elektronik di kartu tersebut, seharusnya kita tidak memerlukan lagi fotokopi KTP untuk membuktikan keaslian data saat mengurus administrasi.

Apalagi, penggunaan fotokopi KTP cukup berbahaya. Seperti ramai diberitakan belakangan, fotokopi KTP yang memuat data pribadi kita bisa berakhir di mana saja. Entah itu tumpukan arsip di kantor kelurahan, kepolisian, bank, hingga tersebar luas menjadi bungkus gorengan.

Baca juga: 500 Juta Data Pengguna LinkedIn Bocor, Laku di Pasar Gelap! | Asumsi

Bagaimana kalau kemudian data pribadi kita itu digunakan oleh sembarang orang? Seram bukan?

Founder Drone Emprit dan Media Kernels Indonesia, Ismail Fahmi mengatakan, sebetulnya sistem KTP Elektronik yang kita punya saat ini sudah bisa menutupi kebutuhan untuk kelengkapan administrasi. Cukup dengan menempelkan KTP pada mesin pembaca, maka data kita akan muncul seketika. Dengan begitu, mestinya tidak dibutuhkan lagi fotokopi KTP seperti yang masih dilakukan saat ini.

“Memang perlu ada investasi, terutama dari lembaga-lembaga yang sering membutuhkan fotokopi KTP ini,” kata Fahmi kepada Asumsi.co, Rabu (12/5/2021).

Menurut dia, paling tidak investasi mesin pembaca ini bisa segera dilakukan di kepolisian atau kelurahan. Pasalnya, akses Kependudukan dan Catatan Sipil sudah cukup terbuka, sementara dua lembaga tersebut merupakan lembaga besar yang cukup sering meminta fotokopi KTP sebagai syarat kebutuhan adminstrasi. Untuk pembuatan Surat Izin Mengemudi, misalnya.

“Ketika sudah ada reader tinggal tempelkan saja KTP ke reader-nya, maka akan kelihatan datanya betul atau tidak. Kalau KTP-nya palsu, ya, enggak akan terbaca. Mudah saja kan?” ucap dia.

Tapi lucunya, meski sudah lama KTP Elektronik digunakan, lembaga pemerintah sendiri masih terkesan asing dengan teknologi ini. Fahmi mengalami saat menjadi pembicara dalam seminar, misalnya, masih sering diminta foto KTP, NPWP, bahkan halaman pertama buku tabungan. Padahal ini semua data penting yang kalau tersebar bisa bahaya.

“Padahal ini lembaga pemerintahan loh. Paling saya kasih nomornya saja. Biarin saya berkorban enggak dibayar karena memang perlu perubahan (agar tidak lagi menggunakan fotokopi KTP),” ucap dia.

Selain itu, pola pikir masyarakat pun perlu diubah. Menurutnya, masyarakat perlu disadarkan bahwa memfoto atau memfotokopi data pribadi adalah hal membahayakan. Ketika itu jatuh ke orang lain, kita sudah tidak tahu bagaimana pertanggung jawabannya.

Baca juga: Langgar Privasi Data Pengguna, TikTok Diwajibkan Bayar Denda Rp 1,3 Triliun | Asumsi

“Misalnya bisa didaftarkan untuk pinjaman online, atau daftar nomor yang digunakan untuk kejahatan. Kalau ada apa-apa, pemilik nomor yang didaftarkan itulah yang akan ditangkap,” kata Ismail.

Harus Dihancurkan

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), dalam keterangan tertulisnya mengingatkan kepada berbagai instansi untuk menggunakan mesin pembaca KTP elektronik atau card reader alih-alih mensyaratkan fotokopi dokumen kependudukan. Pernyataan itu menyusul unggahan viral fotokopi KTP dijadikan bungkus gorengan.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri Zudan Arif Fakrulloh berkata KTP elektronik sebenarnya tak perlu lagi difotokopi. Ia menyebut kartu itu dilengkapi cip yang menyimpan data kependudukan.

"Gunakan card reader, atau bagi instansi yang belum bekerja sama segera mengajukan permohonan pemanfaatan data kependudukan kepada Dinas Dukcapil terdekat," kata Zudan.

Baca juga: Eksklusif bersama Facebook: WhatsApp Nggak Menyadap Data Pribadi | Asumsi

Zudan menyarankan agar warga berhati-hati jika terpaksa memfotokopi KTP elektronik dan memastikan tidak ada yang tercecer. Dia juga meminta setiap instansi yang mensyaratkan fotokopi e-KTP agar bertanggung jawab dengan dokumen tersebut dan melakukan pemusnahan fotokopinya secara berkala.

“Salinan KTP mengandung data pribadi warga yang harus dilindungi. Kepada lembaga atau instansi yang menggunakan fotokopi dokumen kependudukan, seperti KTP-el ataupun Kartu Keluarga sebagai persyaratan pelayanan, agar segera dimusnahkan dengan mesin penghancur dokumen bila tidak terpakai lagi," ujarnya.

Zudan menyebut sebaiknya arsip fotokopi e-KTP diubah ke bentuk digital. "Untuk berkas manual, saya minta agar dikonversikan ke dalam bentuk digital sebelum dimusnahkan. Untuk memusnahkannya, bentuk tim dan buat berita acaranya," ucap Zudan.

Share: Data Pribadi Kerap Bocor, Hindari Fotokopi KTP!