Donald Trump Minta Dana Untuk Tembok Perbatasan, Rakyat Terancam

Begitu banyak kejadian unik yang terjadi di Amerika Serikat era Donald Trump. Yang terbaru, Trump menutup Pemerintah Amerika Serikat demi memenuhi salah satu janji kampanyenya, yakni membangun tembok besar di perbatasan Amerika Serikat-Meksiko. Apa yang terjadi?

Anggota Kongres Tolak Permintaan Dana Trump

Di Amerika Serikat, anggota kongres yang terdiri dari House of Representatives (perwakilan rakyat) dan House of Senate (senat) memiliki kuasa atas dana yang keluar. Sekalipun presiden yang meminta, anggota kongres memiliki kemampuan untuk menolak permintaan tersebut dan menggagalkan keinginan presiden. Di sisi lain, jika keinginannya tidak terpenuhi, seorang presiden dapat menutup pemerintahan sampai negosiasi tersebut menemui titik terang.

Baca Juga: Belasan Ribu Anak Migran di AS Terpaksa Rayakan Natal di Tahanan

Hal ini lah yang saat ini sedang terjadi di Amerika Serikat. Di bulan Desember 2018 yang lalu, Donald Trump meminta uang negara sebesar $5,7 miliar kepada kongres untuk mendanai salah satu janji kampanyenya, pembuatan dinding perbatasan antara Amerika Serikat dan Meksiko. Meski begitu, permintaan dana tersebut tidak menemui titik terang, seiring penolakan dari kubu Partai Demokrat di kongres. Pada hari Sabtu, 22 Desember 2018 tengah malam, Donald Trump menutup pemerintahan Amerika Serikat sebagai bagian dari negosiasinya dengan anggota kongres.

Melewati malam pergantian tahun, ternyata Trump tetap tidak bergeming. Hingga kemarin, Rabu 9 Januari 2019, negosiasi terus berlanjut. Anggota kongres Demokrat, yang kini menjadi mayoritas di House of Representatives, terus menolak permintaan pendanaan tembok tersebut. Donald Trump pun mengatakan bahwa negosiasi dengan anggota kongres Demokrat hanya membuang-buang waktu. Hari ini, Kamis 10 Januari 2019, menjadi hari ke-20 tutupnya Pemerintahan Amerika Serikat.

Tidak hanya menolak permintaan Trump tersebut, anggota kongres Demokrat di tingkat House of Representatives pun terus memaksa agar pemerintah buka kembali. Hasil pengambilan suara di tingkat House of Representatives sudah cukup untuk membuka kembali pemerintahan. Namun, anggota senat yang didominasi partai Republik masih menolak hasil pengambilan suara di tingkat representatives tersebut.

Dampak Tutupnya Pemerintahan Amerika Serikat

Lalu, apa akibat dari tutupnya pemerintahan Amerika Serikat? Pertama, diperkirakan sebanyak 800,000 pekerja sektor publik Amerika Serikat tidak akan mendapatkan gaji pertamanya di tahun 2019. Beberapa dari mereka tidak ke kantor sama sekali. Namun, beberapa lainnya yang bekerja di sektor penting seperti keamanan, harus rela bekerja tanpa dibayar.

Baca Juga: Taylor Swift, Leonardo DiCaprio, dan Brad Pitt Buka Suara untuk Pemilu Paruh Masa Amerika Serikat

Kemudian, dampak lain dari tutupnya Pemerintahan Amerika Serikat adalah taman-taman nasional dan ruang publik lainnya penuh dengan sampah berserakan. Pegawai kebersihan yang tidak bekerja telah mengakibatkan sampah berserakan di berbagai sudut ruang publik Amerika Serikat. Mengantisipasi hal ini, sudah banyak relawan pembersih sampah yang rela bekerja tanpa dibayar. Meski demikian, kerja para relawan ini tidak berhasil menutupi semua sampah yang berserakan.

Ketiga, kalangan ekonomi bawah Amerika Serikat kehilangan tempat tinggal. Dana subsidi bantuan yang membantu biaya sewa perumahan untuk kalangan bawah Amerika Serikat tidak akan keluar selama pemerintah tutup. Itu artinya, sebanyak seribu kontrak subsidi perumahan yang kadaluwarsa di bulan Januari tidak akan dapat diperpanjang hingga pemerintahan dibuka kembali.

Terakhir, belasan juta warga Amerika Serikat terancam kelaparan. Jika pemerintah Amerika Serikat tutup hingga bulan Maret 2019, sebanyak belasan juta Amerika Serikat yang bersandar pada makanan gratis berbasis kupon akan kehilangan haknya. Hal ini karena cadangan uang yang tersisa dari anggaran terakhir hanya mampu bertahan hingga bulan Februari. Departemen Agrikultur Amerika Serikat mengatakan tidak memiliki cukup uang untuk mengadakan makanan gratis berbasis kupon setelah bulan Februari 2019 jika Pemerintah Amerika Serikat masih tutup.

Related Article