Direktur BPJS Kesehatan Ali Ghufron Mukti memastikan bahwa lembaga yang dipimpinnya tidak akan bangkrut. Hal ini guna menepis kabar yang menyebut bahwa BPJS Kesehatan gagal membayar hak kliennya.
Hal itu disampaikan Ali Ghufron dalam Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi IX DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (11/2/2025).
“Jadi saya tekankan di sini sampai 2025, BPJS Kesehatan tidak akan bangkrut dan tidak akan gagal bayar, karena di medsos waduh bunyinya gagal bayar, 3 bulan baru dibayar, 6 bulan baru dibayar RS, saya sampaikan tidak ada,” kata Ghufron.
Dia mengungkapkan bahwa total pendapatan dan penerimaan BPJS Kesehatan mencapai Rp329,96 triliun pada 2024. Angka itu terdiri dari nilai pendapatan iuran sebesar Rp166 triliun dan penerimaan Rp163,96 triliun.
Dengan fakta tersebut, kata Ghufran, maka neraca keuangan dana jaminan sosial hingga saat ini masih aman dan sehat untuk memenuhi kewajiban pembayaran jaminan kesehatan nasional sampai akhir 2025.
Belum lagi, kata dia, tren pendapatan iuran per tahun BPJS terus menerus mengalami kenaikan. Sampai 2024, nilai pendapatan iuran sebesar Rp165,34 triliun, lebih besar ketimbang perolehan di 2023 yang masih Rp151, 7 triliun.
Kendati begitu, Ghufran mengakui bahwa terjadi pembengkakan beban jaminan kesehatan, yang pada 2024 angkanya Rp174,9 triliun. Sementara di 2023 jumlah beban baru sebesar Rp158,85 triliun.
Sebelumnya, pemerintah berencana untuk menaikkan iuran BPJS Kesehatan di 2026 mendatang. Kenaikan itu guna menopang pembiayaan layanan kesehatan masyarakat Indonesia di tahun tersebut.
Hal itu disampaikan Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/2/2025).
“Rencananya di 2026 (ada penyesuaian). Tapi sedang dikerjakan Kementerian Keuangan, BPJS, dan Kementerian Kesehatan,” ujar Budi.
Budi bilang, keuangan BPJS Kesehatan di 2025 masih mampu untuk membiayai layanan kesehatan masyarakat tanpa kenaikan iuran. Namun tidak dengan di 2026, sehingga perlu ada penyesuaian iuran.
Menurut Budi, hal itu juga telah ia sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto. Sementara itu menyangkut besaran angka kenaikan iurannya, Budi bilang hal itu masih dalam tahap perhitungan.
“Belum, belum ada angkanya,” katanya.
Baca Juga:
Iuran BPJS Kesehatan Bakal Naik di 2026
BPJS Luruskan Kabar Pelantikan Tersembunyi Telan Anggaran Rp1 M
Muncul Kabar Viral Pejabat BPJS Diduga Gelar Pelantikan Tersembunyi di Jogja Telan Rp1 M