Isu Terkini

IPW: Polisi Tidak Boleh Takut Usut Pelat Mobil Arteria Dahlan

Tesa– Asumsi.co

featured image
antarafoto

Penggunaan pelat khusus polisi pada sejumlah kendaraan milik Arteria Dahlan mendapat sorotan dari Indonesia Police Watch (IPW). Mereka meminta polri untuk mengusut hal tersebut karena bersifat tindakan tercela.

"Polisi tidak boleh diam harus diusut untuk pelanggaran hukum ini. Tidak boleh takut mengusut hal ini," ungkap Ketua IPW Sugeng Teguh Santoso, dikutip dari Antara, Sabtu (22/1/2022).

Tindakan Tercela: Sugeng menilai perilaku anggota DPR RI yang menggandakan pelat nomor sama untuk lima mobil adalah tindakan tercela.

Meskipun, nomor pelat bisa sama tetap harus ada pembeda pada huruf atau yang lain. "Kalau sama persis maka ada dugaan salah satunya palsu," katanya.

Pelanggaran Hukum: Penggunaan pelat sama di sejumlah kendaraan dapat menjadi bentuk pelanggaran hukum. Apalagi, dugaan pelanggaran pidana pemalsuan itu adalah pelanggaran etika yang harus diperiksa di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD).

"Polisi tidak boleh diam harus diusut untuk pelanggaran hukum ini. Tidak boleh takut mengusut hal ini. Kalau juga melibatkan oknum polisi maka harus diperiksa dan ditindak," tegas Sugeng.

Ancaman Pidana: Dalam hal ini, yang bersangkutan dapat terbukti melakukan pelanggaran dan dikenakan Pasal 263 Jo. Pasal 266 KUHP ancaman enam tahun dan Pasal 280 Jo. 288 UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas, ancaman dua bulan.

"Polri harus usut agar prinsip 'equality before the law' berlaku," kata Sugeng.

Aturan Pelat Khusus: Sugeng mengatakan terkait penggunaan nomor polisi khusus bagi pemilik kendaraan selain anggota Polri, nomor registrasinya untuk mobil dinas Polri tetap untuk kedinasan.

"Yang diberikan untuk sipil termasuk anggota DPR RI adalah nomor-nomor khusus dengan huruf RF itu diperbolehkan dengan membayar resmi pemasukan ke kas negara sebagai PNBP," katanya.

Baca Juga

Share: IPW: Polisi Tidak Boleh Takut Usut Pelat Mobil Arteria Dahlan