Kesehatan

Pakar Sebut Perempuan Merokok karena Kesehatan Mental Tidak Stabil

Rizal– Asumsi.co

featured image
Ilustrasi/Unsplash

Kebiasaan merokok tidak hanya digandrungi kaum pria saja. Saat ini sudah banyak perempuan yang juga merokok.

Rupanya, banyaknya perempuan yang merokok dinilai karena kondisi kesehatan mental yang tak stabil. Hal ini diungkapkan oleh Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI), Hermawan Saputra.

“Kalau laki-laki, ini memang karena lingkungan yang lebih dominan. Tapi kalau perempuan, lebih dari dalam dirinya. Itu yang harus dimanajemen dengan baik,” kata Hermawan dikutip dari Antara, Rabu (12/1/2022).

Guncangan psikologis: Menurut Hermawan motif yang menyebabkan seorang perempuan menjadi perokok agak berbeda dengan laki-laki. Biasanya, perokok laki-laki mulai merokok karena faktor lingkungan, seperti mencontoh perilaku dari orang terdekatnya.

Sementara perempuan, beberapa motif yang dijelaskan Hermawan antara lain gaya hidup, kondisi stres, hingga melarikan diri dari suatu masalah seperti perasaan diremehkan.

Motif-motif itu dinilai memberikan guncangan psikologis yang menyebabkan seorang perempuan cenderung memilih untuk merokok.

“Kalau pada perempuan, merokok itu biasanya bukan dari sesuatu yang ikut-ikutan. Tetapi memang menjadi pilihan,” ujar dia.

Perlu manajemen stres: Untuk itu, Hermawan menilai perlu manajemen stres yang baik, sehingga pemikiran untuk memahami buruknya mengonsumsi rokok bisa terbuka.

Selain itu diperlukan edukasi bahaya merokok untuk menjadi dasar pemahaman bahwa rokok tidak baik untuk kesehatan.

Faktor lingkungan: Walau begitu, Hermawan mengakui manajemen itu sangat dipengaruhi oleh lingkungan sekitarnya yang dapat mempengaruhi kondisi kesehatan mental dan juga perilakunya. Oleh karena itu, kondisi lingkungan yang baik diharapkan bisa membantu seorang perempuan tidak ikut mengkonsumsi rokok.

“Ini yang menyebabkan harus ditelusuri apa faktor perempuan itu bisa merokok. Apakah dia punya masalah atau betul-betul stres atau lingkungan pertemanan yang menarik dia pada perilaku bebas untuk merokok,” pungkas Hermawan.


Baca Juga:

Basa-basi Pengendalian Konsumsi Rokok di Indonesia Lewat Kenaikan Cukai

Dalih Kesehatan, Pemerintah Naikkan Tarif Cukai Rokok Tahun Depan

Kenaikan Cukai Rokok Belum Optimal Turunkan Angka Perokok

Share: Pakar Sebut Perempuan Merokok karena Kesehatan Mental Tidak Stabil