Politik

Duet Ganjar-Puan Jadi Jalan Tengah di Internal PDIP

Tesalonica — Asumsi.co

featured image
ANTARA/Foto: istimewa

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Ketua DPR, Puan
Maharani, digadang-gadang tepat sebagai pasangan capres dan cawapres. Hal ini
disampaikan Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA, Toto
Izul Fatah, karena dapat menjadi solusi cerdas di tengah persaingan sengit
antar anggota partai politik PDIP tersebut.

“Saya kira, duet Ganjar-Puan itu merupakan tawaran sekaligus
solusi cerdas yang sangat potensial memecah kebuntuan dan kegamangan politik di
internal PDIP. Dengan Duet tersebut, selain mampu mengakomodir aneka
kepentingan kelompok yang menginginkan capres tertentu, juga sangat mungkin
mengantar PDIP menjadi makin solid,” kata Toto, dikutip dari Antara.

Beri Manfaat: Berangkat dari pernyataan tersebut, Toto
menilai pasangan Ganjar-Puan sangat berpotensi memberi banyak
“benefit” politik untuk partainya, yakni PDIP. Lebih lanjut,
dibandingkan mengusung pasangan Prabowo-Puan.

Apalagi Toto melihat maraknya pembentukan Laskar
Ganjar-Puan. Beberapa wilayah yang mengusung laskar tersebut, yakni Jawa Barat,
Jawa Tengah, Jawa Timur, Lampung, Maluku, dan lain-lain.

Lebih lanjut, manfaat yang didapatkan ialah  PDIP akan lebih solid dalam pileg dan pilpres
karena terdapat dua kubu pendukung capres. Kedua, adanya kekuatan personal dari
Ganjar terutama elektabilitasnya yang kian hari makin meningkat, sehingga
memberi efek elektoral positif untuk partai.

Coattail Effect: Terkait elektabilitas, Toto menilai figur
Ganjar memiliki potensi dalam memberi efek ekor jas (“coattail
effect”) bagi PDIP. Namun, Ketua Umum DPP PDIP Megawati belum memberi
sinyal tegas terkait siapa yang akan diusung sebagai capres, meskipun ada
wacana Prabowo-Puan.

Menurutnya, suatu saat 
PDIP akan realistis menjadikan data survei sebagai panduan dalam
mengusung capres.

“Tapi, menurut saya, jika konteksnya kepentingan partai dan
kepentingan memenangkan Pilpres 2024, seharusnya PDIP mengusung dua kadernya,
Ganjar-Puan, ketimbang Prabowo-Puan,” katanya.

Elektabilitas Puan: Toto mengatakan elektabilitas Puan masih
terbilang jauh peningkatannya,  menjadi
problem elektabilitas. Menurutnya, PDIP harus menyoroti hal ini sebagai
“PR” besar mereka.

Apalagi, menurutnya, sejumlah kontestasi politik pilpres
selama ini, bahkan di pilkada kemenangan itu lebih banyak ditentukan oleh figur
nomor satunya. Meskipun, idealnya kedua tokoh harus memiliki elektabilitas yang
sama-sama kokoh.

“Tugas utama Ganjar-Puan sekarang bagaimana merawat modal
sosial yang ada saat ini, khususnya elektabilitas, jangan sampai merosot karena
berbagai manuver blunder yang dilakukannya. Dari pengalaman selama ini, figur
yang mengalami tren penurunan elektabilitas biasanya akan mengalami kesulitan
untuk “rebound”, apalagi untuk menang,” ungkap Toto.

Baca Juga

Share: Duet Ganjar-Puan Jadi Jalan Tengah di Internal PDIP