General

Keluarga Korban Menwa UNS Minta Polisi Ungkap Tersangka Lain

OlehRizal

featured image
ANTARA/Bambang Dwi Marwoto

Keluarga Gilang Endi Saputra, korban dari kasus tindak pidana penganiayaan pada kegiatan Diklatsar Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS) 2021 meminta polisi mencari tersangka lain setelah dua tersangka sebelumnya diserahkan ke kejaksaan negeri setempat.

Seperti yang diberitakan Asumsi.co sebelumnya, Gilang Endi Saputra meninggal setelah mengikuti Diklatsar Menwa pada Oktober lalu. Masing-masing tersangka diduga telah melakukan kekerasan baik dengan menggunakan alat maupun tangan kosong kepada korban.

Penyidik Satuan Reskrim Polres Kota Surakarta sudah melimpahkan berkas tahap kedua kasus tindak pidana penganiayaan pada kegiatan Pendidikan Latihan Dasar Resimen Mahasiswa (Diklatsar Menwa) UNS 2021 ke kejaksaan negeri setempat, Senin (3/1/2022).

Adapun dua tersangka bernama Nanang Fahrizal Maulana (22) warga Pati selaku Komandan Latihan Menwa UNS dan Fauzal Pujut Juliono (22) warga Wonogiri selaku Kepala Provos Menwa UNS. Tim penyidik Polresta Surakarta telah mengirimkan bukti dan tersangka ke jaksa penuntut umum (JPU) di kantor kejari setempat karena berkas sudah dinyatakan lengkap (P-21).

Ungkap pelaku lainnya: Kakak sepupu Gilang, Novarina Eka Puri dalam konferensi pers LBH Yogyakarta Selasa (4/1/2022) berharap pihak kepolisian bisa mengusut tuntas kejadian yang telah menewaskan Gilang.

"Walaupun sudah ditetapkan dua tersangka, kami sangat berharap kepolisian terus mengembangkan penyelidikan dan penyidikan kasus ini untuk mengungkap pelaku-pelaku lainnya," kata Novarina Eka Puri, dikutip dari Antara.

Novarina berharap kepolisian bisa memeriksa pihak-pihak terkait yang melakukan kelalaian atau kealpaan terhadap tanggung jawab sehingga kasus penganiayaan itu terjadi.

Jaksa harus profesional: Novarina uga berharap Kejaksaan Negeri Surakarta yang telah menerima limpahan berkas kasus tersebut bisa bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel.

"Kami berharap nanti hakim bisa memutus perkara ini dengan seadil-adilnya," ucapnya.

Potensi tersangka lain: Dalam kesempatan yang sama, pendamping hukum korban dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta, Julian Dwi Prasetia menilai masih ada pihak lain yang berpotensi menjadi tersangka jika merujuk pada pasal yang diterapkan kepolisan dalam kasus itu.

Oleh sebab itu, Julian mendorong penyelidikan kasus tindak pidana penganiayaan itu terus dilanjutkan dan tidak berhenti pada penetapan dua tersangka.

"Kami berharap kepolisan dengan melimpahkan kasus ini ke kejaksaan tidak menghentikan atensi kepolisian, khususnya Polres Surakarta, untuk tidak menghentikan penyelidikan dan penyidikan. Proses pidana kami harap tetap berjalan ketika ada fakta-fakta baru yang terungkap," kata Julian.

Pasal yang disangkakan: Adapun pasal yang disangkakan terhadap kedua tersangka adalah Pasal 351 ayat (3) KUHP juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 359 jo. Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara.

Menurut Julian, pasal-pasal yang disangkakan membuktikan kejadian yang menewaskan Gilang Endi Saputra merupakan tindakan yang bersama-sama, bukan tindakan sendiri-sendiri.

"Ini bisa lebih dari satu (pelaku), ya, apakah berhenti di angka dua, mungkin tidak. Mungkin panitia yang lain bisa kena juga," kata dia.

Respon perwakilan mahasiswa UNS: Perwakilan mahasiswa UNS Justice for Gilang, Alqis Bahnan, menuntut tanggung jawab dari pihak kampus UNS di antaranya dengan menjatuhkan sanksi akademik, bukan hanya kepada para pelaku, melainkan juga kepada panitia dan pembina kegiatan itu.

"Di situ jelas tertera bahwa kampus mengizinkan untuk Diklatsar Menwa dan ditandatangani oleh WR (Wakil Rektor) I, berarti di sini kampus harus bertanggung jawab atas kejadian ini," ucap Alqis.


Baca Juga:

Polisi Tetapkan Dua Tersangka Tewasnya Peserta Diklatsar Menwa UNS

UNS Beri Bantuan Hukum Bagi Panitia Diklatsar Menwa

Polisi Geledah Kantor Menwa UNS, Sita Barang Bukti Kematian Gilang

Share: Keluarga Korban Menwa UNS Minta Polisi Ungkap Tersangka Lain