Isu Terkini

Jewer Pelatih Biliar, Edy Rahmayadi Dilaporkan ke Polisi dan MUI

OlehRay

featured image
Instagram/@edy_rahmayadi

Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi diancam dipolisikan atas sikapnya yang menjewer dan mengusir pelatih biliar, Khoiruddin Aritonang alias Coki. Kejadian itu berlangsung saat acara pemberian tali asih bagi atlet dan pelatih PON XX Papua, di Aula Tengku Rizal Nurdin pada Desember 20201 lalu.

Merasa dipermalukan: Diduga alasan Edy menjewer Coki karena tidak tepuk tangan saat acara berlangsung. Coki berniat mempolisikan Edy karena merasa tersinggung. Ia melayangkan laporan polisi terhadap Edy ke Polda Sumut atas perbuatan tidak menyenangkan karena hal tersebut membuatnya merasa dipermalukan.

"Saya akan buat laporan ke Polda Sumut atas perbuatan tidak menyenangkan. Saya merasa dipermalukan. Saya pilih musuhan dengan dia sampai mati," katanya.

Coki mengaku heran, dengan motif Edy yang memarahi sampai menjewer telinganya. Kemudian, mengusirnya karena tidak tepuk tangan ketika berpidato.

Harap keadilan: Menurutnya, hal yang disampaikan Edy saat berpidato tidak ada yang istimewa, sehingga tak perlu mendapatkan respons tepuk tangan dari para hadirin. "Saya pikir apa yang mau saya tepuk tangan? Bukan ada hal luar biasa yang dia ucapkan, sehingga membuat kita kagum?" imbuhnya.

Pada Senin (3/1/2022) ini, Coki resmi melaporkan Edy dan tertuang dalam laporan polisi nomor STTLP/03/1/2022/SPKT/POLDA SUMUT. Pasal yang disangkakan yakni peristiwa Pidana UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 310 dan pasal 315.

Ia mengharapkan, laporannya ke polisi dapat segera diproses dan bisa mendapatkan keadilan dari perbuatan Edy yang dinilai telah mempermalukan dirinya.

Bawa bukti dan saksi: Kuasa hukum Coki, Gumilar, menyebutkan, ia dan kliennya membawa sejumlah alat bukti berupa video dan saksi yang menguatkan laporan polisi tersebut.

"Harapannya diproses dengan baik sehingga menimbulkan rasa keadilan bagi saya," kata Choki dikutip dari CNN Indonesia.

Dilaporkan ke MUI: Tim  kuasa hukum Coki lainnya, Teguh Syuhada menambahkan, pihaknya juga melaporkan tindakan Edy yang dianggap arogan kepada Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Utara.

"Pak Edy tagline-nya dekat sama ulama, dekat sama umat. Komunikasi dan interaksinya menyakiti umat dan masyarakat. Kami harap, kepada ayahanda dan ulama kasih nasehat kepada dia. Jangan jadi pembenaran seperti itu," ungkapnya.

Respon Edy: Edy Rahmayadi pun merespons hal ini. Ia mengaku heran mengapa perbuatannya itu sampai dilaporkan ke polisi. Bahkan, dirinya meminta wartawan untuk membelanya.

"Apanya yang dilaporin? Laporan itu kan ada syaratnya. Kalian lah, yang bela saya," imbuh Edy singkat. (rfq)


Baca Juga:

Kronologi Edy Rahmayadi Jewer Pelatih Biliar yang Diduga Tidak Tepuk Tangan

Diprotes Usai Harga BBM Naik Rp 200, Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Telepon Ahok

Fakta dan Kronologi Kader PDIP Jadi Tersangka Penganiayaan Pelajar di Medan

Share: Jewer Pelatih Biliar, Edy Rahmayadi Dilaporkan ke Polisi dan MUI