Internasional

China Protes Keras Indonesia Ngebor Minyak di Natuna

Tesa– Asumsi.co

featured image
Pixabay

China meminta Indonesia segera berhentikan pengeboran minyak dan gas alam di wilayah perairan Kepulauan Natuna. Wilayah maritim ini memang diklaim kedua negara.

Protes Pengeboran dan Latihan Militer: Diplomat China mengirimkan surat resmi kepada Kementerian Luar Negeri Indonesia. China dengan jelas memerintahkan Indonesia segera menghentikan sementara pengeboran di rig lepas pantai karena kegiatan itu terjadi di wilayah China.

Dalam surat terpisah, China juga memprotes latihan militer Perisai Garuda yang sebagian besar berbasis darat pada Agustus. Latihan tersebut melibatkan 4.500 tentara dari Amerika Serikat dan Indonesia dan telah menjadi acara rutin sejak 2009. Ini adalah protes pertama China terhadap latihan militer Indonesia.

Laut Natuna Utara: Melansir Reuters, ujung selatan Laut Cina Selatan adalah zona ekonomi eksklusif Indonesia di bawah Konvensi PBB tentang Hukum Laut. Sehingga, wilayah itu dinamakan Laut Natuna Utara pada 2017.

Namun, China keberatan dengan nama tersebut. China bersikeras kalau jalur air itu berada dalam klaim teritorialnya di Laut Cina Selatan. Batas dengan nama “sembilan garis putus-putus” tersebut tidak memiliki dasar hukum oleh Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag pada 2016.

Kunjungi  Penjaga Pantai Indonesia: Usai rig semi-submersible Noble Clyde Boudreaux tiba di Laut Natuna untuk mengebor dua sumur appraisal pada 30 Juni 2021, sebuah kapal Penjaga Pantai China berada di lokasi, menurut data pergerakan kapal.

Kabarnya, mereka langsung bergabung dengan kapal Penjaga Pantai Indonesia. Namun, Kementerian Luar Negeri China mengklarifikasi kegiatan itu hanya patroli normal di perairan bawah yurisdiksi China

Negosiasi: Selain itu, China sedang dalam negosiasi dengan 10 negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia, upaya menuntaskan kode etik untuk Laut China Selatan, jalur air yang kaya akan sumber daya alam dan membawa setidaknya $3,4 triliun dalam perdagangan tahunan.

Sikap Beijing yang semakin agresif di Laut Cina Selatan telah memicu kekhawatiran pemerintah Indonesia. Meskipun, Indonesia belum membuat klaim resmi atas wilayah Laut Cina Selatan di bawah aturan PBB, karena percaya bahwa luas perairannya sudah jelas diatur oleh hukum internasional.

Dalih Agenda: Anggota DPR Fraksi Partai NasDem, Farhan, menanggapi surat arahan tersebut dan dengan tegas tidak akan menghentikan pengeboran karena kegiatan itu hak kedaulatan Indonesia.

Farhan menilai surat itu sedikit mengancam sebab upaya itu untuk mendorong agenda “sembilan garis putus-putus” terhadap hak Indonesia di bawah hukum laut.

Pemerintah Indonesia No Comment: Sudah sejak dahulu, China menjadi mitra dagang terbesar di Indonesia dan sumber investasi terbesar kedua. Sehingga, China adalah bagian terpenting dari ambisi Indonesia.

Farhan mengatakan hingga saat ini pemerintah tidak banyak komentar untuk menghindari ketegangan konflik diplomatik antar dua negara. Selain itu, Presiden China Xi Jinping juga telah mencoba untuk mengecilkan ketegangan antara China dan negara-negara Asia Tenggara.

Baca Juga

Share: China Protes Keras Indonesia Ngebor Minyak di Natuna