Bisnis

Sempat Disentil Jokowi, Deretan BUMN Ini Pilih IPO atau Right Issue

Tesa– Asumsi.co

featured image
ANTARA/Laily Rachev - Biro Pers Sekretariat Presiden

Menteri BUMN Erick Thohir memaparkan sejumlah BUMN yang direncanakan akan melakukan penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) serta right issue pada tahun depan. Hal ini sebagai alternatif pendanaan mengingat BUMN tidak mungkin mengandalkan Penyertaan Modal Negara terus menerus.

Disentil Jokowi: Sebelumnya, pada pertengahan Oktober lalu Presiden Jokowi sempat marah lantaran BUMN kerap mendapat proteksi sehingga tidak berani berkompetisi. Salah satunya adalah melalui PMN ketika keuangan mereka sakit.

"Maaf, terlalu enak sekali ... Jadi tidak ada lagi yang namanya proteksi-proteksi, sudah lupakan Pak Menteri yang namanya proteksi-proteksi," kata Presiden Jokowi dalam tayangan di kanal Youtube Sekretariat Presiden.

Pertamina Geothermal Energy: Menteri BUMN Erick Thohir berencana akan melakukan IPO terhadap Pertamina Geothermal Energy. IPO Pertamina Geothermal Energy adalah sebagai alternatif menjadi bagian daripada green electric, ecolifestyle untuk listrik.

Hal itu merupakan bagian rencana dari program 15 GW yang PLN harus transformasi dari energi fosil ke energi hijau atau ramah lingkungan.

ASDP: Untuk ASDP, Kementerian BUMN akan mengajukan untuk go public. Ini demi memperbaiki kondisi kapal-kapal ASDP yang sudah tua dan membahayakan bagi penumpang.

"Keselamatan publik menjadi kunci, karena itu kita juga harus mulai mencari alternatif pendanaan mengingat tidak mungkin mengandalkan PMN terus menerus," kata Menteri BUMN Erick Thohir, dikutip dari Antara.

Semen Indonesia Group: Erick menjelaskan right issue Semen Indonesia Group menjadi bagian dari upaya konsolidasi, di mana ada satu BUMN semen yang tertinggal yakni Semen Baturaja akhirnya berdiri sendiri, tetapi tidak menjadi ekosistem Semen Indonesia Group. Padahal, kata dia, BUMN harus juga berkompetisi dengan perusahaan-perusahaan semen swasta nasional dan asing.

BTN: Terkait right issue BTN, Erick mengatakan untuk memperkuat infrastruktur pembangunan perumahan, seiring  permintaan yang cukup besar namun BTN kesulitan menggulirkan dana murah dan jangka panjang cukup kesulitan.

BNI: Sementara right issue BNI untuk memperkuat BNI sebagai bank internasional guna mendorong ekspor nasional dan UMKM, serta diaspora Indonesia di luar negeri yang menjadi fondasi bagi pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Krakatau Steel: Right issue untuk Krakatau Steel merupakan bagian dari restrukturisasi BUMN baja yang sudah disepakati.

Kimia Farma: Nama BUMN terakhir yang akan melakukan right issue adalah Kimia Farma. Right issue Kimia Farma dilakukan untuk memperkuat ritel dan distribusi terkait dengan ketahanan kesehatan. (zal)


Baca Juga:

Share: Sempat Disentil Jokowi, Deretan BUMN Ini Pilih IPO atau Right Issue