Internasional

Jerman Bakal Legalkan Ganja Demi Tingkatkan Pendapatan Pajak

OlehAdmin

featured
Reuters

Jerman berpotensi menjadi negara Eropa pertama yang melegalkan ganja dan mengizinkan penjualannya untuk tujuan rekreasi, menurut kesepakatan koalisi untuk pemerintahan baru yang dibuat oleh tiga partai pada Rabu (24/11/2021).

Status saat ini: Menurut UU tahun 2017 Dinas Pengawasan Obat dan Produk media BfArM (Bundesinstitut für Arzneimittel und Medizinprodukte) penggunaan ganja untuk keperluan medis telah diizinkan secara terbatas, tapi pembudidayaan dan perdagangannya dilarang. Kebutuhan ganja harus didatangkan dan dibeli dari luar negeri.

Koalisi tiga partai: Koalisi Partai Sosial Demokrat (SPD), Partai Hijau, dan Demokrat Bebas (FDP) telah berencana memperkenalkan undang-undang yang melegalisasi ganja selama masa jabatan mereka yang baru. Hal ini demi menciptakan distribusi ganja yang terkendali di toko-toko berlisensi.

"Kami akan mengevaluasi undang-undang setelah empat tahun untuk dampak sosial," bunyi pakta tersebut dikutip dari Reuters.

Kurangi pasar gelap: Pembuat kebijakan mengatakan legalisasi dapat mengurangi aktivitas di pasar gelap, di mana tidak ada kontrol kualitas. Anggaran untuk kepolisian melakukan pengawasan juga dikurangi, dan pendapatan pajak dari penjualan ganja dapat dimanfaatkan untuk pencegahan dan terapi kecanduan.

Bagaimana di negara lain: Jerman dapat menginspirasi negara-negara Eropa lainnya mengikuti jejak Amerika Serikat yang terlebih dahulu melihat peluang bisnis besar dalam tren legalisasi ganja. Sementara di Eropa, penjualan dan konsumsi ganja untuk tujuan rekreasi telah lama diperbolehkan di Belanda.

Pada Oktober 2021, Luksemburg menjadi negara Uni Eropa kedua yang melegalkan penggunaan ganja untuk rekreasi. Luksemburg juga menjadi negara di Uni Eropa pertama yang melegalkan penanaman ganja untuk tujuan non medis, sedangkan di Belanda masih ilegal.

Potensi ekonomi: Menurut survei yang diterbitkan pada pekan lalu, melegalkan ganja dapat membawa pendapatan pajak tahunan Jerman dan penghematan biaya sekitar 4,7 miliar euro atau sekitar Rp75,3 triliun dan menciptakan 27.000 pekerjaan baru.

Menurut laporan European Cannabis Report oleh firma riset Prohibition Partners, pasar ganja di Eropa diproyeksikan tumbuh menjadi 3,2 miliar euro atau sekitar Rp51,2 triliun pada 2025, naik dari 403 juta euro atau sekitar Rp6,5 triliun pada akhir 2021.


Baca Juga:

Share: Jerman Bakal Legalkan Ganja Demi Tingkatkan Pendapatan Pajak