Covid-19

Demo Tolak Lockdown di Belanda, Dua Warga Diduga Ditembak Polisi

Ray Muhammad — Asumsi.co

featured image
Pixabay

Pemerintah Belanda memutuskan untuk kembali memberlakukan penguncian wilayah (lockdown) pada akhir pekan lalu. Lockdown diberlakukan selama tiga pekan. Keputusan ini memicu terjadinya kerusuhan warga.

Alasan: Channel News Asia melaporkan, penerapan kembali lockdown diputuskan pemerintah Belanda untuk menekan kasus COVID-19, akibat penyebaran varian Delta yang memicu peningkatan kasus harian secara signifikan selama sepekan.

Data Worldometer melaporkan, hingga 20 November kasus harian COVID-19 di Belanda mencapai 21.794 kasus per hari. Sedangkan rata-rata kematian per harinya mencapai 55 orang dalam sehari.

Ditentang Warga: Penutupan wilayah yang kembali diberlakukan ini, memicu kegelisahan warga karena mobilitas mereka kembali dibatasi secara ketat oleh pemerintah Belanda. Aksi unjuk rasa terjadi di kota Rotterdam, Belanda pun tak terhindarkan pada Jumat (19/11/2021) lalu.

Ratusan orang menentang rencana pemerintah untuk membatasi mobilitas dan akses ke tempat-tempat yang berada di dalam ruangan (indoor). Mereka mempertanyakan gunanya Corona Pass yang menjadi bukti telah divaksinasi atau sembuh dari infeksi, namun tetap dibatasi untuk beraktivitas secara indoor.

Korban Luka: Kerusuhan pun terjadi hingga menyebabkan polisi turun tangan. Juru Bicara Kepolisian Rotterdam Patricia Wessels melalui pernyataan pers terkini mengatakan, pihaknya terpaksa melontarkan tembakan peringatan dan tembakan langsung.

Kondisi kerusuhan yang mengancam keamanan jiwa, kata dia memaksa polisi melakukan hal ini. Akibatnya dua orang warga terluka.

Diselidiki: Sementara itu, di media sosial negara setempat beredar foto seseorang yang terluka dan disebut menjadi korban ditembak oleh polisi. Pihak kepolisian meminta warga yang memiliki foto atau rekaman serupa memberikannya kepada mereka untuk dilakukan penyelidikan secara mendalam.

Meski ada kemungkinan dugaan korban luka disebabkan oleh tembakan polisi, namun Patricia mengatakan tak menutup kemungkinan ada penyebab lain yang kini tengah diselidiki “Saat ini, kami perlu menyelidiki penyebab pastinya (dua korban mengalami luka-luka) secara lebih lanjut,” kata Patricia.

Baca Juga

Share: Demo Tolak Lockdown di Belanda, Dua Warga Diduga Ditembak Polisi