Internasional

Perang Antar Geng di Penjara Ekuador, 68 Napi Tewas

Irfan Muhammad– Asumsi.co

featured image
Pixabay

Bentrokan berdarah terjadi di Penjara Guayaquil, Ekuador. Bentrok yang disebabkan oleh perang antar geng ini menewaskan setidaknya 68 narapidana.

Mengutip Yahoo, ini adalah bentrok kedua di penjara tersebut setelah pada September sempat terjadi kejadian serupa dan menewaskan 119 tahanan.

Kronologi: Kerusuhan dimulai sekitar pukul 7:00 pada Jumat (12/11/2021), ketika para tahanan mencoba memasuki bagian penjara. Mereka melepaskan tembakan dan menggunakan bahan peledak. Polisi pun bergerak untuk menahan kerusuhan.

"Kejadian ini merupakan hasil dari sengketa wilayah antara geng kriminal di dalam lembaga pemasyarakatan," kata Komandan Polisi Jenderal Tannya Varela.

Intervensi: Pablo Arosemena, gubernur provinsi Guayas, yang ibu kotanya adalah Guayaquil menyebut intervensi polisi yang mencoba menekan para narapidana yang bentrok dinilai sudah menyelamatkan penjara dari kemungkinan lebih banyak korban yang jatuh. Ia juga mengutuk geng yang berperan dalam bentrokan itu.

"Ini adalah ingkat kebiadaban, tingkat tidak manusiawi dari para narapidana yang mengambil bagian dalam serangan itu," kata dia.

Foto Bentrokan: Dalam sejumlah gambar yang beredar, tampak petugas polisi dengan pakaian anti huru hara terlihat memanjat dinding penjara yang berlumuran darah. Sementara tubuh seorang narapidana dengan pakaian penjara oranye tergeletak di atap penjara yang dikelilingi oleh kawat berduri.

Sementara itu, puluhan orang berkumpul di luar gerbang penjara, menangis dan mencoba mengetahui nasib kerabat mereka di dalam.

Gambar yang diposting di jejaring sosial, yang keasliannya belum dikonfirmasi oleh pihak berwenang, menunjukkan setumpuk mayat lesu di halaman penjara malam hari yang dilalap api. Sementara narapidana yang berdiri di dekatnya memukuli mayat-mayat itu dengan tongkat.

Korban: Lebih dari 300 tahanan telah terbunuh tahun ini dalam sistem penahanan kriminal Ekuador, di mana ribuan narapidana yang terikat dengan geng-geng narkoba saling berhadapan dalam bentrokan kekerasan yang sering berubah menjadi kerusuhan.

Kerusuhan September adalah salah satu pembantaian penjara terburuk dalam sejarah Amerika Latin, dan kekerasan mematikan terbaru di Guayaquil.

Persaingan: Geng-geng narkotika yang bersaing telah melancarkan perseteruan berdarah di Penjara Guayas 1, sebuah fasilitas yang dirancang untuk 5.300 narapidana, tetapi menampung 8.500 atau 60 persen lebih dari kapasitas.

Namun, di tengah kondisi ini, bahkan setelah tindakan keras pasca-tragedi 28 September yang menewaskan 119 orang, kerusuhan tetap ada. Dengan sedikitnya 15 narapidana lainnya meninggal sebelum ledakan kekerasan yang mematikan pada hari Jumat pekan lalu.

Langkah Pemerintah: Dua minggu setelah bencana September, presiden Ekuador, Guillermo Lasso, menyatakan keadaan darurat 60 hari dalam upaya untuk menjinakkan gelombang kerusuhan terkait narkoba di Ekuador. Dia juga menunjuk menteri pertahanan baru untuk mengatasi krisis penjara besar-besaran.

Kekerasan telah meningkat secara dramatis dalam beberapa bulan terakhir di Ekuador, yang ekonominya sedang sakit. Antara Januari dan Oktober tahun ini, negara itu mencatat hampir 1.900 kasus pembunuhan, dibandingkan dengan sekitar 1.400 di seluruh tahun 2020.

Baca Juga

Share: Perang Antar Geng di Penjara Ekuador, 68 Napi Tewas