Isu Terkini

KPK Diminta Ungkap Fakta dan Periksa Semua Pihak Terkait Formula E Jakarta

Admin– Asumsi.co

featured image
ANTARA

Komisi Pemberantasan Korupsi dilaporkan mulai menyelidiki penyelenggaraan Formula E di DKI Jakarta. PDI Perjuangan dan PSI mendesak KPK mengungkap proses penganggaran agenda yang menggunakan APBD tersebut.

Buka data: Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Anggara Wicitra Sastroamidjojo meminta semua pihak terkait untuk membuka data dan fakta dengan transparan. Dimulainya penyelidikan oleh KPK juga semakin membuktikan bahwa interpelasi Formula E memang mendesak untuk dilakukan.

“Ada hal-hal yang sampai sekarang belum jelas dan terkesan ditutup-tutupi, misalnya kita tidak tahu apakah commitment fee dibayarkan ke pihak yang benar, yaitu FEO (Formula E Operations) di UK, atau jangan-jangan dibayar ke pihak lain. Sampai saat ini kami di DPRD belum pernah mendapatkan bukti transfer pembayaran commitment fee,” kata Anggara kepada Asumsi.co.

Bermasalah: Anggara menegaskan pihaknya menolak kegiatan Formula E karena kegiatan ini menyedot anggaran besar namun tidak memberikan manfaat yang signifikan untuk rakyat Jakarta. S

Kemudian, dia juga menyebut ada beberapa kejanggalan. Contohnya, BPK menemukan bahwa studi kelayakan Formula E tidak memasukkan biaya commitment fee ke dalam perhitungan untung-rugi. “Akibatnya Pemprov DKI harus merevisi dokumen studi kelayakan tersebut,” ujarnya.

Kejanggalan lain: Pemprov DKI juga disebut melakukan negosiasi agar commitment fee yang telah dibayar Rp560 miliar bisa dipakai untuk acara 3 tahun, dari tahun 2022 hingga 2024. Di awal, dia berkata Pemprov DKI mengaku harus membayar commitment fee sekitar Rp400 hingga 500 miliar per tahun.

“Itu artinya, mungkin seharusnya Jakarta sejak awal memang tidak perlu bayar commitment fee. Karena itu, dengan adanya penyelidikan oleh KPK, saya minta agar jangan ada data atau fakta yang ditutup-tutupi. Buka semuanya agar seluruh warga Jakarta tahu,” ujar Anggara.

Periksa semua pihak: Anggota DPRD DKI dari Fraksi PDI Perjuangan Gilbert Simanjuntak menilai penyelenggaraan Formula E di DKI Jakarta banyak menabrak aturan. Dia pun geram aparat tutup mata terkait hak itu.

Sehingga, dia meminta KPK tidak hanya memeriksa pelaksana, tetapi menjangkau pengambil kebijakan dari semua lini.

“Setidaknya dengan sikap ini, seandainya sudah diperiksa dengan jelas maka kalau ada atau tidak ada pelanggaran kita semua jelas. Saya kira dengan cara ini, kita berharap pemeriksaan tidak berhenti hanya sampai pelaksana, tetapi menjangkau pengambil kebijakan dari semua lini,” ujar Gilbert kepada Asumsi.co.

Penyelidikan: KPK mulai menyelidiki penyelenggaraan Formula E di DKI Jakarta. Salah satu pihak yang dimintai keterangan adalah Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta Ahmad Firdaus.

KPK belum menyimpulkan apakah ada dugaan korupsi dalam agenda tersebut. Saat ini, proses klarifikasi dari berbagai pihak sedang berlangsung.


Baca Juga:

Share: KPK Diminta Ungkap Fakta dan Periksa Semua Pihak Terkait Formula E Jakarta