Isu Terkini

Kemenag Tanggapi Vonis Mati Herry Wirawan: Semoga Beri Efek Jera

Yopi Makdori — Asumsi.co

featured image
Ilustrasi hukum

Mahkamah Agung (MA) menolak permohonan kasasi terdakwa kasus pemerkosaan belasan santri di Bandung, Jawa Barat, Herry Wirawan.

Herry dijatuhi hukuman mati dalam perkara pemerkosaan belasan santri tersebut. Penolakan MA itu berarti vonis mati terhadap Herry Wirawan tetap berlaku.

Vonis mati: Kementerian Agama (Kemenag) berharap bahwa vonis mati terhadap pemerkosa itu dapat memberikan efek jera bagi yang lain. Vonis itu dipandang sebagai bentuk ketegasan hakim.

“Ini bentuk ketegasan hakim. Ini juga mengingatkan kepada setiap kita agar tidak berbuat seperti itu. Semoga penegakan hukum atas pelaku kejahatan kemanusiaan, termasuk tindak asusila di lembaga pendidikan, ini bisa memberikan efek jera,” kata Direktur Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Kemenag, Waryono Abdul Ghafur, dilansir Antara.

Beri efek jera: Abdul Ghafur berharap bahwa hukuman terhadap Herry Wirawan dapat menjadi pelajaran agar kasus serupa tidak terulang.

“Hukuman untuk Herry Wirawan semoga menjadi pelajaran berharga sehingga kejadian yang sejenis tidak terulang,” ujarnya.

Ada regulasi Kemenag: Abdul Ghafur menyebutkan bahwa kasus Herry Wirawan terjadi sebelum terbitnya Peraturan Menteri Agama Nomor 73 Tahun 2022 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual di Satuan Pendidikan pada Kementerian Agama.

Saat ini Kemenag sudah mempunyai regulasi yang mengatur upaya pencegahan dan penanganan kekerasan seksual di lembaga pendidikan.

“SOP atas regulasi ini sudah hampir jadi. Kami berharap penerapan regulasi ini akan bisa menekan terjadinya potensi tindak kekerasan seksual di lembaga pendidikan,” katanya.

Menurut dia, PMA 73/2022 ini akan terus disosialisasikan kepada seluruh satuan pendidikan yang berada di bawah naungan Kementerian Agama.

Satuan pendidikan itu mencakup jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal, serta meliputi madrasah, pesantren, dan satuan pendidikan keagamaan.

“Ini akan kami sosialisasikan agar lembaga pendidikan dapat memberikan pemahaman kepada stakeholder bahwa kejahatan seksual adalah kejahatan kemanusiaan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Herry Wirawan melakukan pemerkosaan terhadap belasan santrinya dalam kurun 2016-2021. Hingga akhirnya Herry Wirawan dilaporkan ke polisi pada 2021.

Dalam proses persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut Herry Wirawan dikenakan hukuman mati. Namun Majelis Hakim di Pengadilan Negeri Bandung menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup terhadap Herry Wirawan.

Dia dinilai bersalah melakukan kejahatan sesuai dengan Pasal 81 ayat (1), ayat (3), dan (5) juncto Pasal 76D UU Perlindungan Anak.

Namun hukuman terhadap terdakwa diperberat di tingkat banding menjadi hukuman mati. Lantasi Herry mengajukan permohonan kasasi. Namun MA kemudian menolak kasasi Herry Wirawan.

“Tolak kasasi,” demikian bunyi putusan kasasi yang dilansir laman resmi MA, Rabu (4/1/2023).

Baca Juga:

Hukuman Herry Wirawan Diminta Diperkuat karena Kejahatan Serius

KPAI Sebut Uang Restitusi Herry Wirawan Terlalu Kecil

Hukuman Mati Herry Wirawan Dikritik, Dinilai Bukan Solusi

Share: Kemenag Tanggapi Vonis Mati Herry Wirawan: Semoga Beri Efek Jera