Isu Terkini

Pimpinan KPK Gelar Raker di Hotel Bintang Lima, Novel Nilai Tak Etis

OlehIrfan Muhammad

featured
Antara/ Desca Lidya Natalia

Komisi Pemberantasan Korupsi dilaporkan menggelar rapat internal di Hotel Sheraton Mustika, Yogyakarta, pada 27-29 Oktober 2021. Rapat di hotel bintang lima itu diklaim memang sudah direncanakan sejak jauh hari.

Alasan: Sekjen KPK Cahya H Harefa berkata penyelenggaraan rapat intensif ini diikuti oleh para pimpinan serta pejabat struktural KPK. Rapat ini diklaim bertujuan menguatkan kinerja kelembagaan antar-unit kerja di KPK.

Acara ini telah diagendakan jauh-jauh hari baik dari aspek perencanaan anggaran maupun rancangan pelaksanaannya. "Namun harus tertunda karena kondisi pandemi dan baru bisa dilaksanakan saat ini," kata Cahya kepada Asumsi.co.

Tujuan: Cahya berkata pelibatan pimpinan dan para pejabat struktural ini juga penting untuk menyelaraskan seluruh program kerja KPK, membangun kerja sama antar-tim dan unit kerja, yang pada akhirnya bisa menguatkan kinerja kelembagaan. Apalagi, rapat intensif ini juga ditujukan untuk menyempurnakan struktur organisasi usai peralihan status para pegawai menjadi ASN melalui tes wawasan kebangsaan (TWK).

"Pasca-pelantikan peralihan status pegawai KPK menjadi ASN tersebut, kami kemudian perlu melakukan harmonisasi regulasi dan penyempurnaan struktur organisasi guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi KPK sesuai UU tersebut," katanya.

Agenda: Cahya berkata rapat digelar selama 3 hari sejak Rabu (27/10/2021). Pada rapat ini juga akan dilakukan finalisasi perumusan struktur organisasi KPK yang baru. Cahya mengatakan penyempurnaan organisasi ini akan menghasilkan kinerja tugas KPK yang baik.

"Melalui penyesuaian dan penyempurnaan tersebut, maka tugas-tugas pemberantasan korupsi, baik yang dijalankan melalui upaya pencegahan, penindakan, maupun pendidikan, diharapkan dapat berjalan lebih efektif dan efisien dengan landasan regulasi yang kuat dan dukungan struktur organisasi yang tepat," katanya.

Kritik: eks-pegawai KPK Novel Baswedan KPK tak pantas menggelar rapat di hotel bintang lima. "Apa sengaja untuk tingkatkan penyerapan anggaran? Enggak pantas lah. KPK selama ini sebagai percontohan loh," kata Novel.

Cuitan yang sama juga disampaikan eks-pegawai KPK lainnya, Giri Suprapdiono. Dia menyindir negara sampai berhutang untuk APBN agar KPK saat ini, pimpinan, dan pejabatnya bisa bersepeda dan rapat serta, menginap di hotel bintang lima.

"Nyanyi bareng, ngopi nglothok, bayar komika, dan kongkow santai. Sambil milih-milih hasil sadapan untuk dimusnahkan," kata Giri.


Baca Juga:

Share: Pimpinan KPK Gelar Raker di Hotel Bintang Lima, Novel Nilai Tak Etis