Covid-19

Tarif PCR Dianggap Bisa Lebih Murah Jika Tak Ada Kepentingan Bisnis

Admin– Asumsi.co

featured image
Antara Foto

Harga tes polymerase chain reaction (PCR) disebut bisa lebih murah dari Rp300 ribu. 

Tarif bisa diturunkan lagi jika tidak ada kepentingan bisnis di balik jasa tes PCR di Indonesia. 

Lebih murah: Anggota Komisi IX DPR RI Netty Prasetyani menyatakan harga tes PCR di Indonesia bisa lebih murah dari yang dikehendaki Presiden Joko Widodo. 

Sebelumnya, Jokowi meminta harga tes PCR diturunkan jadi Rp300 ribu. 

"Harga Rp300 ribu itu masih tinggi dan memberatkan. Jika tidak ada kepentingan bisnis, harusnya bisa lebih murah lagi," kata Netty kepada wartawan. 

Berkaca India: Netty mengatakan harga tes PCR di India pun lebih murah daripada Indonesia. 

Atas dasar itu, anggota fraksi PKS itu yakin tarif masih bisa diturunkan demi meringankan masyarakat. 

"India mematok harga dibawah Rp100 ribu, kenapa kita tidak bisa?” ucap Netty. 

Kejanggalan: Netty juga mempertanyakan sikap pemerintah yang tak pernah menjelaskan penurunan harga tes PCR.Sejauh ini, tarif tes PCR sudah beberapa kali diturunkan. 

"Kejadian ini membuat masyarakat bertanya-tanya, berapa sebenarnya harga dasar PCR? Pada awalnya test PCR sempat di atas Rp1 juta, lalu turun hingga Rp300 ribu," kata dia. 

Penjelasan: Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin pernah menjelaskan mengapa harga tes PCR di Indonesia tak bisa semurah India pada Selasa kemarin (276/10). 

Menurutnya, tarif PCR di China dan India bisa murah karena mampu memproduksi sendiri alat-alat penunjang tes PCR.

Baca juga:

Syarat PCR Semua Transportasi Cuma Beratkan Warga, Pemerintah Pun Sulit Mengawasi 

Syarat PCR Bagai Hukuman Mati Garuda Indonesia yang Terjerat Utang 

Pemerintah Ogah Subsidi Tes PCR, Klaim Sudah Murah

Share: Tarif PCR Dianggap Bisa Lebih Murah Jika Tak Ada Kepentingan Bisnis