Olahraga

Pembalap Merasa Aman, Sirkuit Mandalika Lolos Homologasi Grade A

Tesalonica — Asumsi.co

featured image
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/aww

Sirkuit Pertamina Mandalika di Lombok, NTB telah lolos
homologasi Grade A dari FIM dan dinyatakan layak untuk menggelar balapan MotoGP
akhir pekan ini.

Mendapatkan grade tertinggi dari federasi balap motor dunia
FIM, sirkuit sepanjang 4,3km itu juga disebut lebih aman oleh para pebalap
dibandingkan ketika mereka menjalani sesi tes pramusim pada Februari lalu.

Sempat Dikeluhkan: Saat sesi tes pramusim pada 11-13
Februari, para pebalap mengeluhkan kondisi lintasan yang kotor, berdebu dan
aspal yang terkelupas. Belum lagi serpihan aspal atau batu-batu kecil yang
terlontar ke arah mereka layaknya peluru ketika melaju di belakang pebalap
lain.

Sebagai sirkuit baru, kondisi lintasan juga kurang
bersahabat bagi pebalap karena masih sempitnya racing line saat itu karena
belum banyak karet ban yang menempel di aspal sehingga para pebalap tak mampu
mendorong motor mereka mencapai limitnya.

Berkaca dari hasil tes pramusim, Dorna Sports dan FIM
mengidentifikasi dua area yang perlu diperbaiki, yaitu kebersihan permukaan
trek dan banyaknya agregat, seperti pasir, debu dan kerikil atau pecahan batu,
yang berada di atas lintasan dan merekomendasikan pengaspalan ulang sejumlah
bagian lintasan sebelum Tikungan 17 hingga setelah Tikungan 5, atau sekitar
17,5 persen dari total lintasan.

“Berdasarkan hasil track inspection oleh Federation
Internationale de Motocyclisme (FIM), Dorna Sports dan IRTA pada hari Kamis
(17/3), Pertamina Mandalika Circuit telah berhasil lolos homologasi grade
A,” demikian pernyataan Direktur Utama ITDC Abdulbar M. Mansoer.

“Grade A adalah grade tertinggi yang dimiliki FIM dan
juga berarti, sirkuit kami sangat layak untuk menggelar event MotoGP,” ia
menambahkan.

Peningkatan Fasilitas: Keberhasilan lolos homologasi Grade A
tersebut tidak lepas dari sejumlah peningkatan fasilitas sirkuit yang telah
dilakukan oleh ITDC bersama MGPA guna memenuhi prasyarat penilaian homologasi
sesuai panduan FIM.

Sebelumnya, Sirkuit Mandalika telah mendapat grade B saat
penyelenggaraan World Superbike pada November tahun lalu.

Peningkatan dilakukan antara lain di perangkat pelindung
tambahan, penanda trek, area runoff, gravel, pagar ban, sinyal tikungan, lampu
start baik di sepanjang trek, jalur keluar pit, starting grid.

Kemudian pos-pos marshal, panel lampu dan peralatan,
perawatan trek, sistem drainase hingga zona long lap penalti juga diperbaiki.

Para pebalap telah merasakan perbedaan kualitas lintasan
setelah pengaspalan ulang saat sesi latihan bebas pada Jumat.

“Terasa berbeda, terakhir kali saat tes pramusim
batu-batu terlempar, kali ini (serpihan) lebih kecil, jadi ini lebih
baik,” kata Quartararo menanggapi kondisi aspal sirkuit di pesisir selatan
Lombok itu.

“Saya tidak tahu secara pasti karena di sejumlah area
Anda merasakan grip, di bagian lain tidak. Jadi harus dilapisi dengan karet ban
karena di area membalap yang ada karetnya terasa baik tapi di zona pengereman
gripnya tidak terlalu bagus. Benar-benar dua grip yang berbeda di aspal yang
sama,” kata Quartararo setelah tampil tercepat di sesi latihan kedua.

Quartararo juga menyebut racing line kali ini jauh lebih
baik, apalagi sebelum motor-motor MotoGP mengaspal untuk latihan, lintasan
telah disapu oleh para pebalap ATC, Moto3 dan Moto2.

“Sekarang di sini ketika Anda keluar, Anda masih bisa
mengendalikannya tapi ketika di tes (pramusim) Anda harus melaju lurus, tidak
banyak keputusan yang bisa diambil ketika keluar jalur.

“Tapi di sini jika Anda melebar, Anda jangan mendorong
terlalu banyak dan Anda masih bisa berbelok.”

Baca Juga

Share: Pembalap Merasa Aman, Sirkuit Mandalika Lolos Homologasi Grade A