Internasional

Akhir November, Singapura Perbolehkan WNI Masuk Tanpa Karantina

Admin — Asumsi.co

featured image
Antara/Xin Hua

Singapura kembali melonggarkan akses masuk ke negaranya bagi warga asing. Salah satunya dengan mengizinkan Warga Negara Indonesia (WNI) untuk masuk tanpa karantina, mulai 29 November 2021.

Aturan sebelumnya: Selama pandemi COVID-19, Singapura memberlakukan aturan ketat dengan mewajibkan warga negara asing yang masuk ke negaranya untuk menjalani karantina selama 21 hari. Aturan ini diperlonggar menjadi hanya 14 hari pada 6 Oktober 2021.

Genjot Perekonomian: Seperti diberitakan The Straits Times, Singapura mulai membuka akses masuk ke negaranya sebagai bagian dari upaya menggenjot kembali perekonomian Negeri Singa.

Selain membuka akses untuk WNI pada 29 November, Singapura juga kemungkinan akan memberikan izin masuk untuk warga negara India lewat Jalur Penerbangan bagi yang telah vaksin (Vaccinated Travel Lane atau VTL), termasuk Malaysia (via Kuala Lumpur) dan Finlandia.

13 negara: Saat ini skema VTL telah diberlakukan untuk warga dari 13 negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, Australia, Brunei, Korea Selatan, Jerman, Denmark, Prancis, Italia, Belanda, Spanyol, Swiss dan Inggris.

Perluasan skema VTL: Singapura juga berencana untuk membuka akses masuk bagi pelancong dari negeri lainnya, seperti Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang bisa masuk ke Singapura tanpa karantina per 6 Desember. Dengan penambahan negara-negara VTL baru, kuota kedatangan harian di Singapura ditingkatkan dari 6.000 menjadi 10.000.

Sekadar informasi, Indonesia saat ini masih menutup akses bagi turis dari Singapura. Sebaliknya, warga Singapura sudah bisa ke India, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab tanpa karantina dengan skema VTL.

Wajib tes dengan hasil negatif: Wisatawan yang memasuki Singapura di bawah skema VTL tidak harus menjalani karantina. Sebagai gantinya, mereka harus dites negatif untuk COVID-19 dua hari sebelum keberangkatan ke Singapura, serta pada saat kedatangan.

Sejak 11 November, wisatawan dapat menyerahkan hasil tes negatif baik dari tes swab polymerase chain reaction (PCR) atau tes cepat antigen yang diakui otoritas setempat. Setibanya di Singapura, mereka akan diminta untuk menjalani tes PCR, dan dapat melanjutkan aktivitasnya jika hasilnya negatif.

Baca Juga:

Share: Akhir November, Singapura Perbolehkan WNI Masuk Tanpa Karantina