Bisnis

Dampak Rupiah Karena Bank Dunia Turunkan RI Jadi Kelas Menengah Ke bawah

OlehIlham Anugrah

featured image
Unsplash

Bank Dunia (World Bank) menurunkan status Indonesia dari negara berpendapatan menengah atas (upper middle income country) turun menjadi negara berpendapatan menengah bawah (lower middle income country). Penurunan status ini berdampak pada naik turunnya nilai rupiah.

Indonesia sering turun kelas

Peneliti INDEF, Ahmad Heri Firdaus mengatakan Indonesia juga sempat turun kelas menjadi negara berpenghasilan rendah pada tahun 1998. Padahal, dia menjelaskan pada 1996 Indonesia baru saja naik menjadi negara berpenghasilan menengah ke bawah dari awalnya kelas negara berpenghasilan rendah.

Indonesia baru bisa naik kelas lagi di tahun 2004 menuju negara berpenghasilan menengah ke bawah. Itu artinya butuh sekitar 7 tahun bagi Indonesia untuk naik kelas lagi.

"Indonesia beranjak ke lower middle income (berpenghasilan menengah ke bawah) itu baru 2004. Tapi sebenarnya, tahun 96-97 kita sudah masuk lower middle, tapi turun jadi lower income (berpenghasilan rendah) di 98. Jadi ternyata, kita turun level bukan hari ini saja," ungkapnya pada Asumsi.co , Rabu (13/7/2021).

Baca Juga: Utang Indonesia Capai Rp6.418 Triliun, Apa Konsekuensinya Bila Gagal Bayar? | Asumsi

Indonesia sendiri sempat sejajar ekonominya Korea Selatan dan Malaysia pada tahun 1970. Saat itu pendapatan per kapita ketiga negara ini berada US$70 kala itu.

Dampak pada rupiah

Direktur dan analis TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi menilai menurunnya status Indonesia disebabkan belum tertangani lonjakan pandemi Covid-19 sampai saat ini. Ia sempat memprediksi rupiah melemah tipis di rentang Rp14.470-Rp14.510, apabila tidak ada kebijakan yang pasti untuk menagani Covid-19 saat ini.

Namun, dia melihat tren positif terhadap rupiah akan muncul melihat PPKM Mikro Darurat yang diterapkan selama satu pekan dipatuhi oleh pengusaha dan masyarakat.

“Maka optimis bahwa PPKM Mikro Darurat akan berdampak positif terhadap menurunnya kasus Covid-19 dan ini terbukti dalam beberapa hari terakhir penambahan kasus Covid-19 mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan, meski masih tinggi,” katanya saat dihubungi Asumsi.co, Selasa (13/7/2021).

Ia menambahkan, di pekan ini terutama di DKI Jakarta, jalan-jalan begitu lenggang, perkantoran sepi, mal, dan pasar tutup mengindikasikan pengetatan di perbatasan baik perbatasan dengan Tangerang maupun Bekasi cukup berhasil menghalau laju kerumunan kendaraan, baik roda empat maupun roda dua.

“Lenggang dan sepinya aktivitas masyarakat yang terjadi saat ini, akan bisa menunjukkan gambaran apakah PPKM Mikro Darurat mampu menurunkan angka infeksi harian,” katanya.

Baca Juga: Kasus Covid-19 Meningkat, Bagaimana Investasi dan Ekspor di Indonesia? | Asumsi

Dengan PPKM Mikro Darurat mulai diterapkan sejak 3-20 Juli, kata Dia, memang perlu waktu sekitar seminggu setelah penerapan untuk mengetahui apakah efektif, mengingat ada masa inkubasi virus corona.

Secara bersamaan Bank Indonesia (BI) telah melaporkan cadangan devisa sebesar US$137,1 miliar per akhir Juni 2021, naik US$700 juta dibandingkan bulan sebelumnya. Menurutnya, ini akan menjadi hal positif apakah rupiah di minggu ini akan naik atau turun.

Dengan posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 9,2 bulan impor atau 8,8 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar tiga bulan impor.

“Menurut Bank Indonesia, cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal serta menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan. Ini menjadi respons positif terhadap pasar. Meski kemarin covid-19 sempat melonjak,” katanya.

Baca Juga: Investasi atau Dana Darurat, Mana yang Prioritas? | Asumsi

Dalam perdagangan sore ini, rupiah ditutup rupiah ditutup naik 29 poin atau 0,2 persen menjadi Rp14.462 per dolar AS.

Perjalanan rupiah hari ini agak berliku. Mata uang Tanah Air bahkan beberapa kali masuk zona merah meski berhasil ditutup menguat.

Share: Dampak Rupiah Karena Bank Dunia Turunkan RI Jadi Kelas Menengah Ke bawah