Teknologi

Mengenal NFT, Teknologi Kripto yang Bikin Aset Digital Jelas Pemiliknya

Rendi Widodo– Asumsi.co

featured image
Foto: Knowyourmeme.com

Kebiasaan menduplikasi dan menggunakan aset digital di internet tentu membuat sebuah karya yang diupload versi digitalnya atau yang memang dikhususkan komersial secara digital menjadi begitu rentan. Non-Fungible Token (NFT) pun hadir menjadi solusi keaslian suatu karya.

Sebenarnya apa sih NFT itu dan bagaimana cara kerjanya?

Teknologi Kripto

Gambar, lagu, karya seni, lelucon (meme), atau konten lain dalam bentuk apapun yang diunggah di internet bisa diduplikasi. Hal inilah yang membuat seolah tidak ada batasan antara karya asli dan hasil duplikasi di internet.

Baca juga: Nilainya Merosot, Inilah Sederet Risiko Mata Uang Kripto!

Nah, dengan NFT, sebuah karya digital bisa dipastikan keasliannya meski duplikatnya banyak beredar di dunia maya.

Seperti dikutip dari Kompas, NFT atau Non-Fungible Token adalah sebuah teknologi kripto semacam sertifikat digital yang menyatakan nilai dan identitas pihak pemilik foto, video, atau bentuk virtual lainnya. Aset dengan NFT akan tercatat dalam blockchain, semacam “buku besar” digital yang mirip dengan jaringan (network) yang mendukung Ethereum, Bitcoin, dan mata uang kripto lainnya.

Ketika NFT sudah dienkripsi di blockchain pada suatu hal, maka hal tersebut tak lagi bisa direplikasi atau diduplikasi. Contohnya kicauan pertama CEO Twitter Jack Dorsey yang dijual dengan harga mencapai USD 2,5 juta atau setara Rp35 miliar.

Twit tersebut dijual sebagai Non-Fungible Token. Suatu NFT (karya digital) yang dijual akan memiliki nomor kode dan metadata unik yang tidak bisa direplikasi dan tentunya berbeda dari aset NFT lainnya. Kode unik tersebut juga bisa melacak penerbit token, pemilik awal, dan pemilik akhir untuk karya atau barang yang sifatnya bisa dikoleksi (collectible).

AKhirnya, setiap NFT akan berlaku sebagai item koleksi yang tidak dapat diduplikasi sehingga menjadikannya unik. Artinya, NFT ibarat sebuah sertifikat keaslian untuk aset virtual.

Tidak Punya Nilai Tukar

Karena setiap NFT memiliki keunikan tersendiri dan dijual dengan harga yang berbeda, nilai sebuah aset NFT tidak bisa disamakan atau ditukarkan dengan aset NFT dan aset kripto lainnya.

Baca juga: Awalnya Cuma Meme, Sekarang Dihargai 40 Miliar! Ini Cerita Dogecoin

Aset semacam ini biasa disebut non-fungible (tidak bisa ditukarkan), berbeda dengan aset lainnya, seperti mata uang dollar AS, Ethereum, atau Bitcoin yang bersifat fungible.

Begini contohnya, jika kita membeli sebuah rumah bernilai Rp500 juta, maka harga rumah tersebut akan senilai dengan USD 34.700 (1 USD = Rp14.300) atau 18,34 Ethereum (1 Ethereum = Rp27 juta). Sementara, nilai sebuah aset NFT yang dibeli dengan harga Rp500 juta tidak bisa disamakan dengan sebuah rumah yang harganya sama dengan uang senilai USD 34.700 atau koin sebanyak 18,34 Ethereum tadi.

Jadi kesimpulannya, NFT merupakan aset digital yang bisa dimiliki secara eksklusif oleh seseorang dengan nilai yang bervariasi tergantung orang yang menjualnya. Inilah yang membuat sebuah aset NFT biasanya dilego atau berpindah kepemilikan melalui mekanisme lelang di berbagai platform online.

Share: Mengenal NFT, Teknologi Kripto yang Bikin Aset Digital Jelas Pemiliknya