Olahraga

Tarik-Ulur Liga 1, Lanjut atau Batal?

OlehIkhwan Hardiman

featured image
Unsplash.com

Menyelenggarakan pertandingan seperti Liga 1 musim 2021/2022 di masa pandemi Covid-19, memang bukanlah perkara yang mudah. Butuh persiapan dan perizinan yang begitu ketat. Sebab, salah-salah, bisa menciptakan klaster baru dari kasus Covid-19.

Beberapa bulan sejak pandemi menghantam Indonesia, PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai pihak penyelenggara Liga 1, mengambil langkah cepat untuk menunda turnamen, meski baru berjalan tiga pekan. Klub-klub peserta harus rela kembali ke tempat masing-masing, lantaran pemerintah menerapkan pembatasan sosial.

Tarik-ulur pun terjadi ketika PT LIB bersama Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI, melobi Mabes Polri untuk menerbitkan surat izin penyelenggaraan kompetisi. Beberapa kali bolak-balik berkoordinasi, sayangnya, Polri tidak mengabulkan permintaan tersebut.

PT LIB akhirnya membubarkan seluruh kasta kompetisi dari Liga 1, Liga 2, sampai Liga 3 musim 2020, pada 20 November tahun lalu. Sebab, tidak mendapat rekomendasi dari kepolisian. Sepakbola nasional pun meredup selama beberapa bulan.

Baca Juga: Liga 1 Terkatung-katung di Tengah Pandemi | Asumsi

Usaha Melobi Agar Dapat Izin Pertandingan

Tak ingin berpangku tangan, PT LIB, PSSI, dan Kemenpora terus membujuk Polri menerbitkan surat izin untuk Liga 1 musim 2021/2022. Dengan angka penularan Covid-19 yang sempat melandai pada Februari-Mei lalu, mereka optimis, kompetisi bisa bergulir di tengah pandemi.

Usaha lobi-lobi pun membuahkan hasil, ketika Polri akhirnya memberi restu melalui surat dari Kapolri pada 31 Mei lalu. Isi suratnya adalah mengizinkan kompetisi berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. 

PT LIB pun langsung meworo-woro para klub peserta untuk bersiap-siap, sekaligus menyusun jadwal kick-off pada Liga 1 musim 2021/2022.

Liga 1 Kembali Batal Digelar

Pada 9 Juli mendatang, dipilih menjadi tanggal perdana awal mula Liga 1 musim 2021/2022, dengan pertandingan Persija Jakarta melawan PS Sleman. Namun, rencana itu pun akan sirna. 

Sebab, PT LIB resmi menunda Liga 1 karena mendapatkan instruksi dari Satgas Covid-19 dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), untuk penundaan kompetisi akibat pandemi yang belum terkendali.

Direktur Operasional PT LIB, Sudjarno, menyatakan, akan mendukung terhadap arahan pemerintah terkait menangani Covid-19. Dirinya mengaku tidak punya banyak pilihan, selain menaati permintaan para petinggi negara.

Baca Juga: Rencana Liga 1 di Tengah Pandemi COVID-19 | Asumsi

Meski menyatakan turut berempati pada pandemi Covid-19, Sudjarno berharap, Liga 1 bisa bergulir pada akhir Juli dengan beberapa pertimbangan. Namun, ia enggan memperinci tanggal kick-off karena perlu melakukan serangkaian koordinasi.

"Tentunya harapan kami di bulan Juli nanti, bisa kick-off tanggal 23 atau 30 Juli. Kami harus bersama dengan pemerintah menanggulangi penyebaran Covid-19," ujar Sudjarno kepada wartawan, Selasa (29/6).

Sementara Sekjen PSSI, Yunus Nusi, menyampaikan, pihaknya akan terus bekerja sama dengan pihak-pihak terkait, agar kompetisi bisa berjalan dalam waktu dekat. PSSI menyampaikan bakal tetap ada di sisi pemerintah, dalam menjalankan program penanganan Covid-19 di Indonesia.

"Kami meminta PT LIB untuk membuat format surat kepada Mabes Polri, BNPB, dan Kemenkes. PSSI akan berkoordinasi dengan PT LIB tentang apa-apa saja yang dibutuhkan," kata Yunus.

Share: Tarik-Ulur Liga 1, Lanjut atau Batal?