post

Current Affairs

Rencana Liga 1 di Tengah Pandemi COVID-19

Ramadhan, 3 Juni 2020

Keberlangsungan Liga 1 menemukan titik terang setelah PSSI menggelar rapat virtual dengan seluruh klub Liga 1 dan 2 musim 2020. Berdasarkan hasil rapat tersebut, PSSI menyampaikan berbagai rekomendasi dan rencana untuk kompetisi sepak bola kasta tertinggi Indonesia tersebut setelah meliburkannya sejak Maret 2020 karena pandemi COVID-19 itu.

Tentang kelangsungan kompetisi musim ini, PSSI akan melakukan berbagai penyesuaian format, sebagaimana disarankan klub-klub peserta Liga 1 dan 2. Kini, seiring persiapan Indonesia memasuki fase kelaziman baru (new normal), kompetisi sepak bola tanah air pun diharapkan bisa segera bergulir. Lebih-lebih jika mengingat bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun depan.

Untuk Liga 1 musim 2020, PSSI menyampaikan dua usul. Pertama, kompetisi dilanjutkan kembali mulai September atau Oktober 2020 dengan protokol kesehatan yang ketat. Kedua, pembayaran subsidi per termin dinaikkan menjadi Rp800 juta.

Ketiga, tidak ada degradasi. Terakhir, adanya skema sentralisasi wilayah untuk menggelar pertandingan, yang bakal dipusatkan di Pulau Jawa agar seluruh tim tidak perlu berlama-lama berada di tempat publik terutama bandara.

Untuk Liga 2 musim 2020, PSSI menyarankan kompetisi dilaksanakan lagi pada Oktober dengan subsidi per termin dinaikkan menjadi Rp200 juta. Aturan degradasi dan protokol kesehatan sebagaimana di Liga 1 juga akan diberlakukan. Selain itu, hanya ada dua tim dari Liga 2—sebelumnya tiga—yang akan naik kelas ke Liga 1. Pertandingan Liga 2 juga diusulkan di Pulau Jawa dengan format "home tournament," di mana setiap tim dibagi menjadi empat grup yang masing-masing berisi enam klub.

PSSI juga sudah berdiskusi dengan Asosiasi Pesepakbola Profesional Indonesia (APPI) dan Asosiasi Pelatih Sepak Bola Seluruh Indonesia (APSSI). Dalam hal ini, PSSI berjanji menyiapkan payung hukum untuk kontrak pemain dan pelatih ketika liga dilanjutkan.

Terbaru, rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI untuk menentukan kelanjutan Liga 1 dan 2 Indonesia musim 2020 dijadwalkan berlangsung Rabu (03/06) malam. Pertemuan yang berlangsung secara virtual itu akan dihadiri oleh seluruh anggota Exco PSSI, termasuk Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan.

Syarat FIFA untuk Liga Sepak Bola

Kompetisi domestik dari liga-liga top Eropa memang sudah mulai bergulir lagi. Misalnya saja Bundelisga Jerman yang sudah memainkan beberapa laga. Sementara La Liga Spanyol akan bergulir pada 11 Juni 2020, Liga Primer Inggris pada 17 Juni, dan Seria A Italia pada 20 Juni 2020.

Sementara itu, Ligue 1 Perancis sudah lebih dulu diselesaikan akibat pandemi COVID-19, di mana PSG ditetapkan sebagai juara dan Olimpique Marseille menduduki posisi runner-up. Eredivisie Belanda juga resmi dihentikan, tanpa ada klub yang berstatus juara.

Meski kompetisi di berbagai negara sudah dan akan segera bergulir, Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) memperingatkan bahwa atmosfer sepak bola akan berbeda hingga vaksin COVID-19 ditemukan. FIFA pun mengeluarkan alat penilaian risiko terkait situasi dan kondisi sepak bola pada masa pandemi.

FIFA bekerja sama dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), UEFA, FIFPro, Asosiasi Klub Eropa (ECA), Forum Liga Dunia dan Liga Eropa, menyusun daftar pengujian protokol kesehatan bagi 211 asosiasi yang tergabung dalam enam konfederasi. Langkah ini bertujuan agar aktivitas sepak bola, baik profesional maupun amatir, dapat dilanjutkan dengan aman.

FIFA berharap aktivitas sepak bola tidak membahayakan kesehatan para pemain ataupun staf, serta tidak berisiko meningkatkan angka penularan COVID-19. Nantinya, setiap pertandingan diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Selain physical distancing, sejumlah liga dianjurkan untuk menggelar pertandingan tanpa penonton.

"Langkah-langkah seperti menjaga kebersihan, jarak sosial, pola hidup sehat, konsumsi makanan bergizi, dan menghindari perjalanan yang tidak penting sangat dianjurkan," tulis dokumen FIFA seperti dilansir Skysports. "Perencanaan untuk memulai kembali aktivitas sepak bola yang aman harus dimulai sejak sekarang, mengingat manfaat kesehatan, sosial, dan ekonomi dari sepak bola itu sendiri.”

FIFA juga berharap badan-badan yang mengatur sepak bola bersatu, berhati-hati, dan menyusun metode yang tepat dalam mempersiapkan kembali kompetisi. FIFA pun meminta setiap federasi terus berkomunikasi dengan otoritas kesehatan.

FIFA juga sudah mengeluarkan protokol terkait kelanjutan kompetisi di tengah pandemi virus corona. Protokol itu, sudah seharusnya dijalankan seluruh federasi, termasuk PSSI, demi memutus rantai penyebaran virus SARS-CoV-2. Misalnya, federasi setidaknya harus menggelar tes, demi mengetahui status keamanannya.

Tes itu sudah dilakukan di Liga Primer Inggris, kepada seluruh elemen kompetisi, mulai dari pemain, pelatih, staf, dan lainnya. Tak cuma sekali, tes dilakukan hingga empat kali. Selain itu, otoritas setempat juga wajib tahu kondisi lingkungan sekitar pertandingan dan lokasi latihan, agar tak ada elemen klub yang terinfeksi COVID-19.

Dua hal ini jadi langkah penting demi meminimalisir adanya penyebaran COVID-19 melalui orang tanpa gejala (OTG). Adapun orang-orang yang dipastikan positif harus menjalani isolasi dan tak boleh berkecimpung di sepakbola sampai benar-benar sembuh.

Selama berada di lokasi latihan, para pemain, pelatih, staf, dan lainnya pun wajib mematuhi aturan untuk menjaga jarak dan belum bisa melakoni latihan dengan kontak fisik sebelum kondisi benar-benar dinyatakan aman. Ruang ganti, toilet, dan tempat-tempat lainnya juga harus steril.

Setiap tim bahkan harus menyediakan botol minum khusus kepada para pemain. Hal ini penting, karena COVID-19 bisa menyebar lewat air liur.

Ada pula aturan terkait fasilitas penginapan dan transportasi. Misalnya, saat berada di dalam bus, para pemain diimbau menjaga jarak satu sama lainnya. Kebersihan dan keamanan di penginapan juga harus dipastikan. Nantinya, penginapan wajib berada di luar zona merah penyebaran COVID-19 agar tak ada elemen tim yang terinfeksi.