General

BMKG: Potensi Gempa dan Tsunami Meningkat, Ini Daerah yang Perlu Waspada!

Ray– Asumsi.co

featured image
Foto: BMKG

Perlu waspada, nih. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengamati  potensi gempa bumi dan tsunami di tahun 2021 meningkat, dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Apa Penyebabnya?

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, berdasarkan pengamatan pihaknya, gejala peningkatan potensi gempa bumi semakin terlihat. Adapun risiko tsunami meningkat disebabkan oleh erupsi gunung api.

Dikutip dari Antara seperti dilansir CNN, gejala yang dimaksudnya selama tiga bulan terakhir pada tahun ini, rata-rata kejadian gempa bumi di Indonesia menurut data mereka dapat terjadi 300 hingga 400 kali setiap bulan.

Baca juga: Waspada Ancam 9 Provinsi Indonesia, Apa Itu Siklon Tropis Surigae?

Ia menjelaskan pada bulan Januari, gempa yang tercatat sebanyak 662 kali. Selanjutnya, di bulan Februari terjadi sebanyak 526 kali, dan pada bulan Maret mencapai 920 kali.

Rata-rata keaktifan gempa bumi, kata dia, diprediksi jauh lebih besar bila dibandingkan dengan rerata kejadian pada tahun 2008 hingga 2020. "Rata-rata kejadian gempa bumi di Indonesia dari tahun 2008 sampai 2017, terjadi antara 5.000 hingga 6000 kali dalam satu tahun," ucapnya.

Sejak tahun 2018 melompat menjadi 11.920 kali kejadian, dan tahun 2019 masih bertahan terjadi kejadian dengan angka 11.588 kali. Ia menyebut pada tahun 2020 mulai menurun, dengan catatan kejadian sebanyak 8.258 kali.

"Gempa bumi yang terjadi sering merupakan gempa bumi dangkal yang kedalamannya kurang dari 20 KM yang dangkal dan sangat merusak," jelas dia.

Berpotensi Terjadi di Daerah Mana Saja?

Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono mengungkapkan, peningkatan aktivitas gempa bumi di Indonesia mulai terjadi sejak tahun 2013. 

"Sejak 2013 memang terus ada kenaikan aktivitas gempa. Jadi, tahun 2013 itu sampai 4.000 kali lebih kejadian. Kemudian tahun 2018 sampai 2019, jumlahnya sampai 11.000 kali, 2020 itu cuma menurun sedikit. Dari catatan kami, tren kegempaan itu memang meningkat," jelas Daryono kepada Asumsi.co via telepon, Sabtu (24/4/21).

Soal penyebab yang lebih spesifik lagi, seperti kemungkinan aktivitas lempengan bumi yang semakin aktif atau pergerakan permukaan bumi secara global, BMKG masih menelitinya.

"Penyebabnya kami juga masih sulit mengetahui. Kalau ke depan, kami tidak bisa prediksi tetapi tren itu menunjukkan ada pola peningkatan. Belum diketahui yang mana penyebabnya," tuturnya.

Sementara itu, daerah-daerah rawan terjadi peningkatan gempa dan tsunami yang perlu diwaspadai sepanjang tahun ini, antara lain kawasan barat Sumatera, Selat Sunda, hingga Selatan Jawa dan Bali.

Selanjutnya, di daerah utara Sulawesi, kemudian utara Papua, dan Laut Maluku juga menjadi daerah yang potensial terjadi gempa dan gelombang tsunami tinggi. 

"Terjadi potensi tinggi tsunami untuk daerah-daerah yang disebutkan tadi. Tak heran berpotensi di daerah-daerah ini karena memang dikenal dengan sebutan kawasan dinamika lempeng," imbuhnya.

Baca juga: Titik Gempa Malang M6,7 Telah Ada Sejak Ratusan Tahun Silam

Sudah Siapkan Mitigasi Bencana

Daryono memastikan, pihaknya telah menyiapkan sejumlah langkah mitigasi bencana sebagai langkah mengantisipasi terjadinya bencana gempa dan tsunami di negeri ini.

"Langkah mitigasi yang disiapkan tentu kami cepat memberikan informasi warning tsunami, bila potensi itu terdeteksi oleh kami. Kemudian juga selama ini, kami melakukan untuk stakehodler dan masyarakat," tuturnya.

Selain itu, koordinasi bersama sejumlah pihak juga dilakukan untuk membantu kesiapsiagaan BMKG menghadapi bencana. 

"Mulai dari BNPB, SAR, TNI dan Polri kemudian juga ada Tagana. Kami juga sudah melakukan pemetaan daerah bahaya tsunami," ucapnya.

Melalui pemetaan ini, kata dia, bermanfaat bagi pemerintah daerah untuk melakukan penataan ruang yang aman dari tsunami.

"Jadi pemda kalau mau membangun wilayah harus berbasis risiko tsunami. Kami juga sering mengedukasi warga yang tinggal di daerah rawan bencana untuk latihan evakuasi bencana, membuat jalur evakuasi dan menekankan warga agar membuat bangunan yang strukturnya kuat dari gempa," pungkasnya.

Share: BMKG: Potensi Gempa dan Tsunami Meningkat, Ini Daerah yang Perlu Waspada!