Bisnis

Jadi Incaran, Bagaimana Prospek Saham Teknologi di Masa Depan?

OlehIlham Anugrah

featured image
Unsplash.com

Mergernya Gojek dan Tokopedia yang membentuk grup usaha GoTo dan rencana akan initial publicoffering (IPO) membantu mendorong kinerja sektoral teknologi ini, bahkan berpotensi diisi saham big cap (berkapital jumbo). 

Estimasi valuasi GoTo mencapai US$18 miliar atau sekitar Rp257,4 triliun dengan asumsi kurs Rp14.300 per dolar AS. Belum lagi unicorn lainnya, seperti PT Bukalapak dan PT Trinusa Travelindo (Traveloka) yang juga sempat menyatakan untuk IPO. Bukalapak diproyeksikan memiliki valuasi sekitar Rp49 triliun dan Traveloka Rp42 triliun. 

Head of Capital Market Research Infovesta Wawan Hendrayana menyebut, sebetulnya sektor saham teknologi cenderung baru di Bursa Efek Indonesia. Meski demikian, saham teknologi mengalami indeks return yang mengejutkan , yakni 19,8 persen di Bulan Juni. Sementara, sektor infrastruktur di urutan kedua hanya 3,5 persen. 

“Sisanya adalah industri, transportasi, logistik lalu perbankan,” katanya saat dihubungi Asumsi.co, Sabtu (26/6/2021).

Dengan rencana IPO Bukalapak di bulan Juli nanti, kata Wawan, saham di sektor teknologi berpotensi menjadi big cap lebih cepat. 

Baca juga: Bisakah Investasi Saham Dengan Modal Rp500 Ribu? | Asumsi

Menurut Wawan, saham sektor teknologi masih cukup diminati. Selain karena beberapa perusahaan unicorn teknologi akan IPO, penjualan e-commerce semasa pandemic naik empat kali lipat.

 “Tidak hanya e-commerce, perusahaan data center, penjualan barang teknologi seperti ponsel dan perusahaan kecil yang mendukung transaksi online, perusahaan pinjaman online kenyataannya mereka terus tumbuh. Mengapa? Karena menguntungkan,” kata Wawan.

Didorong Berbagai Sektor 

Wawan berpendapat perusahaan-perusahaan teknologi mengalami keuntungan karena didorong beberapa sektor, misalnya perbankan yang memicu digitalisasi.

“Apalagi sekarang munculnya Bank-bank digital seperti Bank Jago, Aladin,” katanya.

Akselerasi gaya hidup digital dan kabar rencana go public sejumlah perusahaan unicorn diproyeksikan mendongkrak pamor sektor teknologi. Sepanjang tahun berjalan 2021, indeks yang menaungi 20 saham emiten sektor teknologi itu mengungguli indeks acuan lain dengan kenaikan pesat 185,89%. 

Baca juga: Asal Main Saham Dosanya Sama Kayak Judi | Asumsi

Berdasarkan data dari Stockbit, saham teknologi yang naik cepat adalah PT DCI Indonesia Tbk. (DCII) yang terbang 6.779% year todate dari Rp400 ke level Rp59.000, saham PT Digital Mediatama Maxima Tbk. (DMMX) yang melompat 219,92% ke level Rp1605. 

Wawan menilai proyeksi sektor teknologi memang masih memiliki ruang yang cukup luas untuk berkembang di Indonesia. Sayangnya, harga-harga sahamnya telah terbang terlebih dahulu akibat sentimen daripada fundamental perusahaan.

 “Jadi yang berbau teknologi saat ini memang banyak diincar, apalagi bagi investor ritel yang baru masuk bursa,” katanya. 

Di sektor teknologi ini, Wawan merekomendasikan melirik saham PT Metrodata Electronics Tbk. (MTDL) karena diversifikasi bisnisnya, juga perusahaan memiliki kinerja yang sangat stabil.“Saya lebih memilih MTDL dibandingkan DCII yang sahamnya melonjak drastis di Bulan Juni dari 400 ke angka 59 ribu,” katanya.

Share: Jadi Incaran, Bagaimana Prospek Saham Teknologi di Masa Depan?