Kesehatan

Luna Maya Tak Peka terhadap Penderita, Ini Pentingnya Kesehatan Mental!

OlehDesika Pemita

featured image
Foto: Instagram/Luna Maya

Baru-baru ini, warganet ramai membahas mengenai masalah kesehatan mental. Dalam sebuah acara pencarian bakat model, Luna Maya dianggap tak peka terhadap penderita kesehatan mental.

Awalya, seorang peserta bernama Danella Ilene bercerita dirinya mengalami kesehatan mental, berupa eating disorder. Untuk mencairkan suasana, Luna Maya berceloteh, "Saya suka banget makan, jadi saya eating disorder kali ya!"

Gara-gara itu, Luna Maya dianggap tak peka terhadap permasalahan kesehatan mental. Setelah terus disindir hingga dikritik, Luna Maya akhirnya menuliskan surat terbuka, memohon permintaan maaf.

"Saya ingin menyampaikan bahwa saya tidak pernah menganggap issue mental health adalah materi bercandaan," tulisnya memulai surat yang diawali dengan ucapan terima kasih kepada netizen yang begitu perhatian kepadanya.

Banyak masyarakat di Indonesia yang beranggapan kesehatan mental itu terjadi karena seseorang tidak bersyukur. Atau bahkan ada yang beranggapan masalah ini tak terlalu penting, apalagi penilaian tersebut dilihat dari fisik seseorang apakah sakit atau tidak.

Kesehatan Mental bukan dari Garis Keturunan

Kesehatan mental merupakan sebuah kondisi dimana individu terbebas dari segala bentuk gejala-gejala gangguan mental. Individu yang sehat secara mental dapat berfungsi secara normal dalam menjalankan hidup khususnya saat menyesuaikan diri untuk menghadapi masalah-masalah.

Kesehatan mental merupakan hal penting yang harus diperhatikan selayaknya kesehatan fisik. Diketahui bahwa kondisi kestabilan kesehatan mental dan fisik saling memengaruhi. Gangguan kesehatan mental bukanlah sebuah keluhan yang hanya diperoleh dari garis keturunan. Tuntutan hidup yang berdampak pada stress berlebih akan berdampak pada gangguan kesehatan mental yang lebih buruk.

Di Indonesia, berdasarkan Data Riskesdas tahun 2007, diketahui bahwa prevalensi gangguan mental emosional seperti gangguan kecemasan dan depresi sebesar 11,6% dari populasi orang dewasa. Berarti dengan jumlah populasi orang dewasa Indonesia lebih kurang 150.000.000 ada 1.740.000 orang saat ini mengalami gangguan mental emosional (Depkes, 2007).

Data yang ada mengatakan bahwa penderita gangguan kesehatan mental di Indonesia tidaklah sedikit sehingga sudah seharusnya hal tersebut menjadi sebuah perhatian dengan tersedianya penanganan atau pengobatan yang tepat.

Di berbagai pelosok Indonesia masih ditemui cara penanganan yang tidak tepat bagi para penderita gangguan kesehatan mental. Penderita dianggap sebagai makhluk aneh yang dapat mengancam keselamatan seseorang untuk itu penderita layak diasingkan oleh masyarakat. Hal ini sangat mengecawakan karena dapat mengurangi kemungkinan penderita pulih. Untuk itu, mengedukasi masyarakat sangatlah penting terkait kesehatan mental agar stigma yang ada dapat dihilangkan dan penderita mendapatkan penanganan yang tepat.

Prihatin, Angkanya Terus Meningkat Setiap Tahun
Menurut World Health Organization (WHO), kesehatan mental merupakan kondisi dari kesejahteraan yang disadari individu, yang di dalamnya terdapat kemampuan-kemampuan untuk mengelola stres kehidupan yang wajar, untuk bekerja secara produktif dan menghasilkan, serta berperan serta di komunitasnya.

Saat ini lebih dari 450 juta penduduk dunia hidup dengan gangguan jiwa. Prevalensi gangguan mental pada populasi penduduk dunia menurut WorldHealth Organization (WHO) pada tahun 2000 memperoleh data gangguan mental sebesar 12%, tahun 2001 meningkat menjadi 13%. Tahun 2002 hasil survei menunjukkan bahwa 154 juta orang secara global mengalami depresi dan 25 juta orang menderita skizofrenia, 15 juta orang berada di bawah pengaruh penyalahgunaan zat terlarang, 50 juta orang menderita epilepsy dan sekitar 877.000 orang meninggal karena bunuh diri tiap tahunnya.

Diprediksikan pada tahun 2015 menjadi 15%, dan pada negara-negara berkembang prevalensinya lebih tinggi. Dilihat dari angka penderita gangguan mental yang tiap tahun meningkat maka seharusnya perawatan atau pengobatan yang ditawarkan juga semakin beragam, namun sayangnya hal ini tidak berlaku di Indonesia di mana penderita gangguan kesehatan mental masih dianggap sebagai sesuatu yang aneh.

Berbagai stigma diberikan pada penderita gangguan kesehatan mental sehingga untuk keluarga penderitapun lebih memilih menutupi kondisi anggota keluarganya. Hal ini sangat disayangkan mengingat di zaman sekarang ini masyarakat diberikan berbagai opsi untuk pengobatan penderita gangguan kesehatan mental namun lebih memilih untuk berobat ke dukun karena masih beranggapan bahwa sakit mental dikarenakan adanya gangguan makhluk halus atau sebagainya. Oleh karena itu, sudah seharusnya masyarakat diedukasi tentang kesehatan mental, dan bagaimana cara penanganannya, agar penderita dapat dikurangi kondisi buruk mentalnya.

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental
Dari jurnal kesehatan PROSIDING KS: RISET & PKM VOLUME: 2 NOMOR: 2 membahas mengenai pentingnya kesehatan mental dalam hidup. Kesehatan mental atau kejiwaan merupakan hal vital bagi manusia sama halnya seperti kesehatan fisik atau tubuh pada umumnya. Dengan sehatnya mental atau kejiwaan seseorang maka aspek kehidupan yang lain dalam dirinya akan bekerja secara lebih maksimal.

Indonesia sebagai negara yang terus berkembang dalam berbagai aspek menjadikan masyarakatnya semakin modern, yang identik dengan meningkatkatnya tuntutan kebutuhan hidup yang harus dipenuhi sehingga berdampak pada tekanan yang berlebihan di pikiran masyarakat, sehingga menjadi rentan terkena stres yang secara tidak langsung (sedikit-banyak) dapat menimbulkan gangguan kesehatan mental atau kejiwaan. 

Untuk mencapai jiwa yang sehat diperlukan usaha dan waktu untuk mengembangkan dan membinanya. Jiwa yang sehat dikembangkan sejak masa bayi hingga dewasa, dalam berbagai tahapan perkembangan. Pengaruh lingkungan terutama keluarga sangat penting dalam membina jiwa yang sehat.

Apabila seseorang mengalami perubahan maka akan terjadi reaksi, baik secara jasmani maupun kejiwaan yang disebut dengan stres. Sebagai contoh misalnya para karyawan atau manajer merasakan stres apabila ada pekerjaan yang menumpuk atau jika ada kesulitan dalam hubungan kerja. Stres dapat terjadi pada setiap orang, karena stres merupakan bagian dari kehidupan manusia yang tidak dapat dihindarkan. Pada umumnya orang menyadari adanya stres, namun ada juga yang tidak menyadari hahwa dirinya mengalami stres.

Share: Luna Maya Tak Peka terhadap Penderita, Ini Pentingnya Kesehatan Mental!