Isu Terkini

Keluhan Sopir Angkot-Ojol soal Wacana Kenaikan Harga BBM

Manda Firmansyah — Asumsi.co

featured image
ANTARA FOTO/FAUZAN

Wacana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dianggap memberatkan. Keluhan tersebut keluar dari para sopir angkot dan ojek online di Jakarta.

Pengaruhi pendapatan: Seorang sopir angkot, Masali mengatakan, kenaikan harga BBM akan mempengaruhi pendapatannya. Ia berharap, tarif angkot juga menyesuaikan kenaikan harga BBM. 

“Ya kalau kayak gitu ongkosnya juga dinaikin. Itu otomatis pengaruh ke pendapatan. Sekarang nyari Rp100 ribu saja susah,” ujar Masali di Jatinegara, Jakarta Timur, Rabu (31/8/2022), dilansir dari Antara. 

Suara ojol: Senada, Hamdi yang sehari-hari bekerja sebagai ojek online (ojol) juga mengeluhkan kenaikan harga BBM. Ia berharap, tarif ojek online juga menyesuaikan kenaikan harga BBM. Kenaikan harga BBM akan mempengaruhi pengeluaran sehari-harinya. 

Biasanya, dalam sehari, Hamdi bisa menghabiskan hingga Rp35.000 untuk mengisi bensin jenis Pertalite. 

“Dampaknya pasti nyari customer makin lama makin susah. Customer pasti nyari yang murah lagi kan,” tutur Hamdi. 

Sinyal harga BBM naik: Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif memberi sinyal kemungkinan harga BBM segera naik, saat ditanya apakah ada kemungkinan pengumuman kenaikan harga BBM dilakukan pada 31 Agustus 2022.

“Ya tunggu saja besok,” tutur Menteri ESDM Arifin Tasrif di Nusa Dua, Badung, Bali, Selasa (30/8/2022). 

Sejauh ini, kata dia, rencana kenaikan harga BBM tersebut masih dimatangkan.

Baca Juga:

Sri Mulyani Bongkar Alasan Jokowi Alihkan Subsidi BBM ke Bansos 

Jokowi Mulai Bagikan BLT BBM Hari Ini 

Ada Opsi Lain Ketimbang Naikkan Harga BBM

Share: Keluhan Sopir Angkot-Ojol soal Wacana Kenaikan Harga BBM