Isu Terkini

Calon Penumpang Pesawat Dikagetkan Temuan Benda Misterius di Bandara Ahmad Yani Semarang

OlehFariz Fardianto

featured

Hari masih pagi pada Senin, 14 Mei, tetapi sejumlah calon penumpang pesawat di Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang, Jawa Tengah, mendadak riuh.

Sejumlah aparat kepolisian tampak mendatangi sebuah kedai yang terletak tak jauh dari terminal kedatangan penumpang. Hal itu tak lain karena ada sebuah kardus cokelat tergeletak di kolong meja makan.

"Itu tadi kayaknya dibawa sama dua orang yang turun dari pesawat. Mereka sempat mampir ke mari, kemudian makan lalu langsung pergi gitu aja," kata Dwi Setyorini, pemilik kedai makan tersebut kepada Asumsi.

Ia mengaku temuan kardus cokelat itu sempat membuatnya diliputi rasa was-was. Terlebih lagi, hanya dalam rentang beberapa menit kemudian sebuah bom bunuh diri kembali meledak di gerbang Markas Polrestabes Surabaya, Jawa Timur.

Sebelumnya, tiga bom meledak di tiga gereja berbeda di ibu kota Jawa Timur itu pada Minggu, 13 Mei. Minggu malamnya, sebuah bom lagi meledak di rumah susun warga (rusunawa) di Wonocolo, Sidoarjo, Jawa Timur.

Baca juga: Sederet Ledakan Bom di Gereja-gereja di Indonesia

"Itu antara kaget, takut, dan bingung. Akhirnya saya laporkan ke sekuriti bandara. Dari informasinya, tim Gegana sudah meluncur kemari untuk mengamankan barang tersebut," tutur perempuan 34 tahun tersebut.

Agus Sina, Airport Operation and Services Department Head PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang, bilang barang yang ditemukan di kedai milik Dwi itu diketahui mirip bahan peledak seperti yang kerap dibawa pelaku teror.

Sesuai prosedur keamanan, pihaknya langsung memeriksa barang itu di mesin pemindai.

Berisi ‘Spare Part’ Alat Berat

Pemiliknya, kata Agus, diketahui merupakan milik penumpang penerbangan Garuda 230 asal Jakarta. Kedua penumpang pesawat itu mengaku barang bawaannya tertinggal di tenant bandara.

Pemilik barang itu kemudian dipanggil untuk memastikan kepemilikannya. "Kami minta yang bersangkutan membuka sendiri kotak itu untuk memastikan apakah barangnya benar-benar miliknya atau tidak," sahut Celly Lewerissa, selaku Airport Security Protection Section Head Angkasa Pura I.

Lebih lanjut, Agus memastikan bahwa barang itu ternyata berisi alat spare part exavator. Setelah dipastikan tidak berbahaya, benda itu diserahkan lagi ke pemiliknya. "Isinya spare part bukan barang berbahaya," kata Agus.

Kendati demikian, pihaknya memilih memperketat pengamanan para calon penumpang di Bandara Ahmad Yani. "Pintu masuk kedatangan dan keberangkatan bandara sudah dijaga dalam beberapa lapis," ungkap Agus.

Berstatus Siaga Satu

Celly Lewerissa, Airport Security Protection Section Head Angkasa Pura I, menambahkan Bandara Ahmad Yani kini ditetapkan status siaga satu. "Siaga satu sampai dalam batas waktu tidak ditentukan," kata Celly.

Satu regu tim Gegana Polda Jateng telah dikerahkan untuk memperketat pengamanan di semua pintu masuk bandara.

"Tim Gegana ada tujuh orang ditambah kekuatan 15 personel Lanumad, kemudian petugas Avsec, lima personel Polsek Semarang Barat," kata Celly.

Baca juga: Jangan Share Foto Korban dan Hal Lain yang Enggak Boleh Dilakukan Saat Terjadi Serangan Teroris

Pengetatan penjagaan dilakukan dengan memeriksa pengemudi kendaraan pribadi secara acak alias random check. Pengetatan keamanan dilakukan sejak pagi hari sampai malam hari.

Djunaedi, seorang sopir taksi, tak luput dari pemeriksaan yang dilakukan petugas. Ia mengaku kaget tatkala melihat banyak polisi dan tentara memeriksa barang bawaannya.

"Saya kebetulan dapat order menjemput penumpang ke sini. Enggak tahunya di depan pintu masuk ada pemeriksaan dari polisi, bilangnya karena pengamanan dari gangguan terorisme," kata Djunaedi.

Share: Calon Penumpang Pesawat Dikagetkan Temuan Benda Misterius di Bandara Ahmad Yani Semarang