Isu Terkini

Fakta Terkini Khilafatul Muslimin Usai Menteri Pendidikan Ditangkap

Yopi Makdori– Asumsi.co

featured image
ANTARA/Twiter/@miduk17/Yogi Rachman/pri

Polisi mulai menangkap para petinggi organisasi massa (ormas) Khilafatul Muslimin buntut konvoi sejumlah anggota ormas itu di Jakarta Timur dan Brebes, Jawa Tengah bulan lalu. Setelah pemimpin tertinggi mereka tertangkap, kini giliran petinggi organ itu yang berperan sebagai Menteri Pendidikan Khilafatul Muslimin. 

Anggota Khilafatul Muslimin diduga berjumlah puluhan ribu. Hal itu terkuat ketika polisi menemukan sejumlah data mengenai Nomor Induk Warga (NIW) sebagai ganti e-KTP bagi para anggota organ tersebut. 

Polisi juga menyebut bahwa puluhan instansi pendidikan terafiliasi kelompok yang disebut bertujuan menegakkan pemerintahan Islam dengan konsep Kekhilafahan.

Berikut sejumlah fakta terkini mengenai Khilafatul Muslimin:

1. Bikin NIW Pengganti e-KTP 

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menyebut bahwa Khilafatul Muslimin memiliki Nomor Induk Warga (NIW) untuk menggantikan Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik terbitan pemerintah. 

"Ada temuan menarik, mereka juga membuat nomor induk warga atau NIW ini digunakan Khilafatul Muslimin untuk menggantikan e-KTP yang diterbitkan pemerintah Indonesia," kata Zulpan di Jakarta dikutip Antara.

Zulpan menjelaskan petugas menemukan puluhan ribu data induk warga anggota Khilafatul Muslimin. Adapun penemuan data nomor induk warga ini merupakan hasil dari pengembangan terhadap penangkapan empat orang pengurus organisasi Khilafatul Muslimin. 

2. Menteri Pendidikan Ditangkap 

Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya menangkap satu orang tokoh organisasi masyarakat Khilafatul Muslimin berinisial AS (74) yang berperan sebagai Menteri Pendidikan. AS ditangkap di Mojokerto, Jawa Timur pada Senin (13/6/2022) dini hari sekitar pukul 00.30 WIB. 

"Berperan bagian kewenangan doktrin-doktrin kaitannya dengan khilafah, dia sebagai Menteri Pendidikan," ujar Zulpan. 

3. Puluhan Sekolah Terafiliasi 

Polisi mengungkap sebanyak 30 sekolah di Indonesia terafiliasi dengan organisasi Khilafatul Muslimin. Hal tersebut diungkap Polda Metro Jaya. 

"Kita mendapatkan data bahwa ada beberapa sekolah hampir 30 sekolah yang sudah terafiliasi dengan ajaran khilafah," kata Zulpan. 

AS yang telah ditangkap oleh polisi menjadi sosok yang bertanggung jawab terhadap sekolah-sekolah yang terafiliasi itu. 

"Ini dilakukan atau penanggung jawab dalam ormas Khilafatul Muslimin adalah tersangka AS yang sudah kita tangkap tadi," ujar Zulpan. 

4. Sita Uang Miliaran 

Polda Metro Jaya menyita uang sebesar Rp 2,3 miliar milik organisasi masyarakat Khilafatul Muslimin dalam penggeledahan di Bandar Lampung, Lampung, pada Sabtu (11/6/2022). 

Zulpan mengatakan uang tersebut ditemukan tersimpan dalam brankas besi di markas Khilafatul Muslimin di Lampung. 

"Ditemukan beberapa barang bukti di antaranya adalah kita temukan brankas besi sebanyak empat unit yang berisi uang tunai yang berjumlah lebih dari Rp 2,3 miliar," kata Zulpan. 

Endra menambahkan penyidik juga menemukan catatan pembukuan keuangan milik organisasi masyarakat Khilafatul Muslimin dalam penggeledahan tersebut. 

Zulpan mengaku saat ini belum dapat memberikan keterangan lebih lanjut terkait asal aliran dana Khilafatul Muslimin tersebut. Dia mengatakan penyidik Polda Metro Jaya masih melakukan pengembangan terkait penemuan barang bukti uang tunai tersebut. 

"Itu kan nanti kita dalami dulu, yang jelas itu ditemukan di brankas di Kantor Pusat Khilafatul Muslimin dan itu adalah dana daripada ormas ini," kata Zulpan.

Baca Juga:

Heboh Khilafatul Muslimin Bikin NIW Pengganti e-KTP 

Puluhan Sekolah Terafiliasi dengan Khilafatul Muslimin

Polisi Tangkap Menteri Pendidikan di Khilafatul Muslimin 

Share: Fakta Terkini Khilafatul Muslimin Usai Menteri Pendidikan Ditangkap