Isu Terkini

Malaysia Masuk Transisi Endemi Covid-19 Mulai April 2022

Muhammad Fadli — Asumsi.co

featured image
ANTARA/REUTERS/as

Pemerintah Malaysia memutuskan untuk membuka kembali perbatasan negara pada Jumat 1 April 2022. Kebijakan itu sejalan dengan rencana Malaysia untuk memasuki fase transisi pandemi ke endemik. 

“Saya percaya, ini adalah salah satu pengumuman paling besar ditunggu oleh masyarakat. Pengumuman ini juga akan merevitalisasi perekonomian negara secara keseluruhan khususnya industri pariwisata yang sangat terpengaruh sebagai akibatnya pandemi,” ujar Perdana Menteri Malaysia, Ismail Sabri Yaakob dikutip Antara

Dasar kebijakan: Ismail menuturkan keputusan Malaysia membuka perbatasan dibuat atas tiga hal. Ia mengklaim pertama dilakukan atas panduan sains dan fakta yang relevan terkait covid-19. 

Kemudian kedua membandingkan persyaratan pembukaan yang dilakukan negara lain. Kemudian ketiga demi memberikan kenyamanan kepada pelaku perjalanan alias traveler. 

“Yang terpenting Malaysia sekarang menjadi tujuan yang terbuka dan dapat dikunjungi semua,” katanya.

Bebas bepergian: Dengan pembukaan itu, kini warga Malaysia bisa masuk dan meninggalkan negata seperti biasa. Selain itu, warga Malaysia kini sudah diizinkan pergi ke negara manapun yang juga membuka perbatasan untuk pelancong. 

“Pada saat yang sama, warga negara asing dengan dokumen perjalanan yang valid juga dapat melakukan pergerakan keluar masuk Malaysia tanpa perlu mendaftar MyTravelPass yang akan dihapuskan. Sebaliknya hanya perlu mengunduh dan mengaktifkan aplikasi MySejahtera dan melengkapi Formulir Pra-Keberangkatan melalui fungsi ‘wisatawan’ di MySejahtera,” ujar Ismail. 

Covid-19 terkendali: Keputusan Malaysia membuka perbatasan itu karena melihat covid-19 kini sudah cenderung terkendali. Menurut Ismail, Malaysia telah mempertimbangkan berbagai faktor, melakukan penilaian resiko, mempertimbangkan pendapat Kementerian Kesehatan Malaysia (MOH) dan rekomendasi dari empat menteri yang mengurusi covid-19. 

“Dalam beberapa minggu terakhir, jumlah kasus harian COVID-19 meningkat tajam akibat gelombang Omicron. Namun, jumlah pasien kategori tiga, empat dan lima sangat rendah yaitu 0,7 persen. Jumlah pasien COVID-19 yang perlu dirawat dan dipantau di ICU juga terkendali,” ujar Ismail.

Baca Juga: 

Kebijakan PPLN ke Bali Bebas Karantina Berpotensi Ciptakan Mutasi Silang COVID-19

Jelang Piala AFF U-23: Timnas Belum Kompak, Shin Tae-yong Sakit 

Walau Diterpa Isu Pelecehan Seksual, Penyalin Cahaya Tembus Top 10 Netflix Global

Share: Malaysia Masuk Transisi Endemi Covid-19 Mulai April 2022