Sejarah Penayangan Liga Inggris di Indonesia

Liga Primer Inggris menjadi salah satu liga sepak bola kasta tertinggi yang memiliki pangsa pasar cukup besar di Indonesia. Lantaran pamornya mentereng, Liga Inggris kerap dinyatakan sebagai liga paling kompetitif sekaligus komersial di Eropa.

Persaingan yang ketat antara tim papan atas dan bawah membuat pertandingan Liga Inggris selalu dinanti setiap pekan selama satu musim penuh. Basis penggemar yang luas membuat Liga Inggris sulit kehilangan pasar. Hal yang berbeda bisa kita lihat di La Liga Spanyol atau Bundesliga Jerman, misalnya, yang umumnya hanya dinanti saat ada pertandingan besar, seperti Barcelona vs Real Madrid dan Bayern Munchen vs Borussia Dortmund. 

Soal stasiun televisi mana yang memegang hak siar setiap musim, para penggemar di Indonesia biasanya tak terlalu peduli, yang penting siaran langsung bisa dinikmati secara gratis. Sampai hari ini, sebagian besar penggemar di tanah air memang sudah terbiasa mendapatkan akses siaran langsung Liga Inggris secara gratis di televisi-televisi nasional yang memiliki hak siar resmi. 

Dari data Premier League per 14 Juni 2019, Liga Inggris resmi memiliki hak siar di sekitar 47 negara di seluruh dunia selama tiga musim ke depan, dari musim 2019/20 hingga 2021/22. Siaran ini tersebar di lima wilayah yakni Eropa, Asia Pasifik, Asia, Amerika, dan global. 

Penayangan Liga Primer Inggris atau biasa disebut English Premier League (EPL) di televisi nasional Indonesia sudah berlangsung sejak 1990. Tepatnya, setiap hari Sabtu pukul 21.00 dan 22.00 WIB di RCTI. Hingga hari ini, ada delapan stasiun televisi swasta dan enam layanan televisi berbayar yang pernah menayangkan Liga Inggris di Indonesia.

Pada tahap awal, RCTI menyiarkan Liga Inggris sampai 1993 sampai hak siar akhirnya beralih ke SCTV dan ANTV. Kala itu, SCTV mendapatkan jatah siaran Sabtu malam sedangkan ANTV menyiarkan pertandingan Minggu malam. Kedua TV ini menayangkan Liga Inggris sampai 1996/97.

SCTV melanjutkan izin hak siarnya hingga musim 2000/01. Predikat sebagai televisi Liga Inggris sempat melekat pada SCTV karena berhasil menayangkan Liga Inggris selama tujuh musim berturut-turut. TPI sempat mengambil alih hak siar di tahun 2001/02. Kemudian, hak siar Liga Inggris diambil alih TV7, atau yang sekarang bernama Trans 7, hingga musim 2006/07.

Mulai Berbayar

Kebiasaan penonton Indonesia untuk menyimak Liga Inggris secara gratis terjadi pada 2007 karena Astro, televisi berbayar asal Malaysia, membeli hak siar secara eksklusif selama tiga musim. Alhasil, pertandingan-pertandingan dari liga tersebut tak lagi bisa dinikmati secara gratis oleh penggemar sepak bola di tanah air. Meski masyarakat Indonesia belum terbiasa berlangganan televisi berbayar, pesona Liga Inggris membuat Astro sukses menggaet 70-80 ribu pelanggan di tahun pertamanya. Namun, strategi bisnis Astro ini menimbulkan banyak kekecewaan dan kecaman dari para penonton setia Liga Inggris. 

Di tengah kekeruhan, Lativi (yang kemudian berubah menjadi tvOne) memberi sedikit harapan dengan membeli hak siar dari Astro dari 2007 hingga 2009. Sayangnya, Lativi hanya mendapatkan jatah live pertandingan tim-tim kecil dengan jatah dua pertandingan, tayang setiap Sabtu dan Minggu.

Dalam perjalanannya, Astro akhirnya bekerja sama dengan operator televisi berbayar lainnya, yakni PT Karya Megah Adijaya (KMA). Pada musim 2008/09, Astro dan KMA memakai merek baru dengan nama Aora (Astro Nusantara). Namun, pada Agustus 2009, Aora melepas hak siar Liga Inggris.

Memasuki Era TV Kabel

Pada 2010, MNC Group mengambil alih hak siar Liga Inggris dan menayangkannya di TV kabel Indovision dan jaringan TV terestrial Global TV dan MNCTV. Ini terjadi hingga musim 2012/13.

BeIN Sport sebagai saluran TV satelit berlangganan akhirnya masuk ke Indonesia pada pertengahan tahun 2013 lalu sebagai bagian dari kesepakatan kontrak siaran  langsung pertandingan-pertandingan Liga Primer Inggris antara MP & Silva bersama OrangeTV, Nexmedia, TransVision, dan UseeTV, serta MNC Sky Vision dan MNC Play Media. Lalu pada Desember 2013, BeIN juga bekerja sama dengan TelkomVision (yang kini berganti nama dengan TransVision), dan pada pertengahan tahun 2014 dengan K-vision.

Saat itu, tiga channel beIN SPORT hadir di Nexmedia per tanggal 1 Juli 2013. Berbagai kompetisi sepakbola terbaik di dunia hadir, tentu selain Liga Inggris, ada juga pula Serie A Italia, Ligue 1 Prancis serta pesta olahraga se Asia, Asian Games ke 17: Incheon 2014 dan juga pertandingan-pertandingan seru olahraga lainnya.

Secara rinci, beIN SPORT 1 menghadirkan siaran langsung pertandingan Liga Inggris setiap pekan, termasuk menayangkan konten klub dari tim-tim Liga Inggris seperti misalnya Liverpool dan Spurs TV, Arsenal Football Club, serta Football Magazine Shows yang menampilkan liputan di balik layar dan wawancara eksklusif para pemain. Lalu, beIN SPORT 2 menyiarkan siaran langsung pertandingan Liga Inggris, Serie A Italia, Ligue 1 Prancis, juga perhelatan akbar olahraga yang diselenggarakan Dewan Olimpiade Asia, Asian Games ke-17: Incheon 2014, dan berbagai turnamen olahraga dunia bergengsi lainnya

Lalu, pada beIN SPORT 3 Premier League merupakan saluran televisi 24 jam khusus Liga Inggris pertama di Indonesia yang menyuguhkan siaran langsung pertandingan Liga Inggris yang mencapai 1.600 jam untuk setiap musim. Termasuk 40 jam siaran langsung per pekan yang mencakup 380 pertandingan per musim. Di saluran ini, ada pula acara mingguan Magazine Show Premier League World, tayangan pra-pertandingan serta analisa seusai pertandingan bersama mantan pemain Liga Inggris.

BeIN pun meneruskan kiprahnya sebagai pihak yang menayangkan Liga Inggris sampai musim 2018/19 kemarin. Kini hak siar Liga Inggris pun beralih ke Mola TV selama tiga musim ke depan hingga 2021/22. Mola TV juga menggandeng televisi nasional TVRI yang menayangkan pertandingan langsung free to air atau secara gratis. Namun, televisi pelat merah itu hanya akan menayangkan dua pertandingan kecil saja setiap pekan.

Related Article