Rencana Pemerintah Geser Libur Nasional Idulfitri ke Akhir Tahun 2020

Pemerintah berencana menggeser libur nasional Idulfitri 2020 M/1441 H ke akhir tahun. Wacana itu disampaikan oleh Menteri Koodrinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan usai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo lewat teleconference, Kamis (02/04/20).

Wacana itu muncul untuk mencegah penyebaran virus Corona COVID-19 yang semakin meluas. Hingga Kamis (02/04) sore WIB, jumlah kasus positif COVID-19 di tanah air sudah mencapai 1.790 orang, dengan rincian 170 orang meninggal dunia dan 112 orang dinyatakan sembuh.

"Kami sedang merumuskan teknis untuk pelaksanaan itu," kata Luhut. Pemerintah pun kini mengkaji urusan teknis penyaluran bantuan bagi masyarakat yang rentan di kawasan Jabodetabek dan sekitarnya, pusat wabah, agar mereka tak merasa perlu pulang kampung. 

Wacana penundaan libur nasional sebelumnya telah disampaikan Presiden Jokowi saat membuka rapat terbatas yang membahas mudik Idulfitri 2020. Mantan Gubernur DKI Jakarta itu membicarakan perihal hari libur alternatif setelah wabah berlalu.

"Saya melihat untuk mudik ini dalam rangka menenangkan masyarakat, mungkin alternatif mengganti hari libur nasional di lain hari untuk hari raya, ini mungkin bisa dibicarakan," kata Jokowi waktu itu.

Jokowi juga mengatakan bahwa pemerintah akan memberi fasilitas dan infrastruktur khusus mudik pada hari pengganti itu, sebagaimana yang biasa dilaksanakan semasa mudik lebaran. "Mungkin di kemudian hari dengan menggratiskan tempat wisata yang dimiliki daerah," ucapnya.

Pemerintah Tak Melarang Mudik

Di atas kertas, pemerintah memperbolehkan warga untuk mudik Idulfitri seperti biasa, dengan catatan para pemudik diminta untuk melakukan isolasi mandiri selama 14 hari sesuai protokol kesehatan WHO.

Juru Bicara Presiden, Fadjroel Rachman, menyebut kebijakan itu sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang "Pembatasan Sosial Berskala Besar Dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)." Selain itu, katanya, pemerintah akan melibatkan para tokoh untuk mengimbau warga terkait pencegahan virus SARS-CoV-2.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Budi Setiyadi mengatakan, berdasarkan pantauan Kemenhub pada rentang 20-23 Maret 2020 lalu, sudah terjadi lonjakan penumpang tujuan luar provinsi di sejumlah terminal di Jabodetabek.

“Banyak perantau [asal] Jawa Tengah yang menjadi pekerja informal di Jakarta cenderung kembali ke daerah masing-masing,” kata Budi dalam teleconference bersama wartawan, Jumat (27/03).

Sekadar informasi, libur Idulfitri 1441 H atau tahun 2020 ditambah dua hari usai pemerintah merevisi libur nasional dan cuti bersama. Revisi Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020 ini disepakati dalam rapat di Kemenko PMK, Jakarta, Senin (09/03).

Tambahan Cuti Bersama di hari lebaran itu yakni pada tanggal 28-29 Mei. Alhasil, durasi libur lebaran 2020 pun dipastikan lebih dari sepekan yakni mencapai 12 hari. Berikut daftar 12 hari libur berturut-turut pada bulan Mei 2020:

21 Mei Hari Kamis Libur Nasional Kenaikan Isa Al Masih
22 Mei Hari Jumat Cuti Bersama Hari Raya Idul Fitri
23 Mei Hari Sabtu
24 Mei Hari Minggu sekaligus Libur Lebaran Idul Fitri
25 Mei Hari Senin Libur Lebaran Idul Fitri
26 Mei Hari Selasa Cuti Bersama Lebaran Idul Fitri
27 Mei Hari Rabu Cuti Bersama Lebaran Idul Fitri
28 Mei Hari Kamis Cuti Bersama Lebaran Idul Fitri
29 Mei Hari Jumat Cuti Bersama Lebaran Idul Fitri
30 Mei Hari Sabtu
31 Mei Hari Minggu
1 Juni Hari Senin Libur Nasional Hari Lahir Pancasila

Related Article