Punya 9 Calon Terbaik, PKS Tak Rela Anies Baswedan Jadi Cawapres Prabowo

Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan bahwa partainya tidak akan rela jika Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akhirnya menjadi calon wakil presiden mendampingi Prabowo Subianto. Mardani dan PKS masih berharap pada sembilan kader terbaiknya di 2019 nanti. 

Bukan tanpa alasan nama Anies muncul ke permukaan sebagai tokoh yang dianggap layak jadi cawapres mendampingi Prabowo di Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 nanti. Berdasarkan hasil survei Cyrus Network, nama Anies ada di urutan teratas sebagai cawapres ideal mendampingi Prabowo dengan persentase 15,3 persen.

Pada surveinya tersebut, Cyrus Network mengajukan 20 nama kepada 1.230 responden. Sementara surveinya sendiri digelar pada rentang 27 Maret sampai 3 April 2018.

Atas dasar catatan itulah, awak media akhirnya menanyakan ke Mardani apakah PKS rela jika Anies akhirnya ditunjuk sebagai cawapres Prabowo. Apalagi, PKS sendiri sudah ‘menjual’ sembilan kadernya untuk jadi capres atau cawapres.

Baca Juga: Survei Cyrus Network: Jokowi Masih Teratas, AHY Cawapres Ideal

"Relakah kalau sembilan cawapres PKS diganti dengan Anies Baswedan? Kalau melihat dari kondisi sekarang tidak rela (Anies menjadi Cawapres Prabowo)," kata Mardani dalam konferensi pers rilis hasil rurvei Cyrus Network di D’Consulate Lounge Menteng, Jakarta, Kamis 19 April.

Meski begitu, Mardani pun tetap tak menampik jika apapun bisa saja terjadi selama masa penjajakan pasangan capres-cawapres menjelang Pilpres 2019. “Tetapi 4-10 Agustus 2018 (masa pendaftaran kandidat pemilu 2019) itu masih panjang, anything can happen,” ujarnya.

Mardani pun membeberkan alasan partainya yang akan tetap mengupayakan sembilan kadernya untuk jadi cawapres Prabowo di Pilpres 2019. Menurut politisi kelahiran Jakarta pada 9 April 1968 itu, kehadiran sembilan kader terbaik PKS yang didorong untuk jadi cawapres diyakini bisa memberikan efek politik di Pemilu 2019.

Cyrus Network saat merilis hasil survei terkait pertarungan Joko Widodo dan Prabowo Subianto di Pilpres 2019, di Menteng, Jakarta, Kamis 19 April 2018. Foto: Asumsi.co

Bagi Mardani, dengan majunya kader mereka sebagai cawapres, maka hal itu dipercaya bisa mendongkrak elektabilitas PKS. Hal itulah yang saat ini dibidik PKS dari keberadaan sembilan kader potensialnya tersebut.

Baca Juga: Tarbiyah: Kaderisasi Terbaik Partai Politik di Level Kampus

"Begini, ada (tokoh politik) yang mau maju, ada mau menang. Mau maju dan menang itu bukan perkara mudah. Sebagian mau maju saja untuk menjaga cartel effect agar partai kita naik. Kami berharap maju dan menang," ujarnya.

Seperti diketahui, PKS saat ini memang telah mengajukan sembilan nama kandidat capres dan cawapres yang berasal kadernya sendiri. Kesembilan tokoh tersebut merupakan hasil kajian dari Majelis Syuro PKS.

Kesembilan nama kader PKS yang masuk bursa kandidat itu adalah Ahmad Heryawan, Hidayat Nur Wahid, Anis Matta, Irwan Prayitno, Mohamad Sohibul Iman, Salim Segaf Al Jufrie, Tifatul Sembiring, Al Muzammil Yusuf, Mardani Ali Sera.

"Sembilan nama capres dan cawapres itu sebenarnya menunjukkan urutan, yang memilih kader PKS. Tetapi beberapa mengatakan kenapa Kang Aher tinggi (dukungannya) karena mayoritas kader PKS di Jawa Barat," ucapnya.

Baca Juga: Mengupas Tuntas Pengkaderan PKS Melalui Tarbiyah: Dari Kampus ke Senayan

Mardani juga meluruskan soal pernyataan Presiden PKS Sohibul Iman yang mengatakan partainya akan berkoalisi dengan Partai Gerindra jika salah satu dari sembilan nama yang sudah diusulkan dipilih jadi cawapres Prabowo.

Mardani mengatakan justru Prabowo yang meminta nama cawapres dari partainya.

"Itu yang mengajukan bukan PKS kok, Prabowonya yang mengajukan," ujarnya.

Mardani menegaskan bahwa PKS sama sekali tak memaksa atau menekan Gerindra untuk memilih salah satu dari sembilan kadernya itu untuk jadi cawapres Prabowo. Semua itu berjalan apa adanya dan atas dasar kesepakatan bersama.

"Tanya sama pak Iman, yang jelas itu kesepakatan bukan dipaksa PKS. Jadi kedua pihak berjalan, bahwa Prabowo yang nawarin dan PKS-nya siap. Komunikasinya seperti apa, itu pak Iman yang tahu," katanya.

Seperti diketahui, dalam survei Cyrus Network, selain Anies yang menduduki peringkat teratas cawapres ideal mendampingi Prabowo dengan persentase 15,3 persen, di urutan kedua ada nama Ketua Kogasma Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dengan 14,8 persen dan mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo 13,8 persen.

Sementara itu, di urutan berikutnya ada Ketum Perindo Hary Tanoesodibjo dengan 7,5 persen, mantan Ketua MK Mahfud MD sebesar 4,9 persen, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti meraup 3,7 persen dan Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan 3,7 persen.

Related Article